Posts Tagged 'Religius'

Membaca Gresik Dalam Pengalaman Estetik

Dikota-kota pesisir seperti Gresik itulah komunitas-komunitas Islam yang paling awal terbentuk, di kota pelabuhan pesisir seperti Gresik, Sedayu, Tuban, Demak dan Jepara itulah kegiatan-kegiatan ke-susastra-an itu bermula

Tentu, saya mengutip kalimat diatas dari sebuah kajian Pigeaud , Penilisik literatur Jawa asal Belanda itu. Bagi saya, Pigeaud memanjangkan sejarah Gresik dalam kerangka Estetik masa lalu, dan kekinian Gresik menghapus segala kejayaan tradisi tulisnya, menenggelamkannya dalam-dalam tanpa memberi kesempatan, untuk bisa, setidaknya kembali kepermukaan.

Kekayaan estetik Gresik sebagai salah satu kota pelabuhan pesisir yang tersohor dijamannya dan diiringi kegiatan-kegiatan kesustraan itu berkembang dalam berbagai khasanah, selain sastra kitab, hikayat, kisah-kisah lepas dan ada juga yang berbentuk karya ketata-negaraan dan pemerintahan, seperti “Paniti Sastra”, salah satu dari sekian yang melegenda, dan terlebih lagi dalam karya yang bercorak sejarah kota itu sendiri, “Babad Gresik” adalah sebuah bukti bagaimana tradisi tulis di kota pelabuhan itu berkembang sedemikian pesat.

Kejayaan Gresik dalam pengalaman Estetik itu selain didukung letak Gegografisnya yang berada dipesisir yang sangat mendukung dan terbuka terhadap segala pengaruh kebudayaan di jamannya, juga sangat tidak bisa dipungkiri adalah peranan besar Sunan Giri di Gresik.

Jika pencapain estetik Gresik dimasa lalu adalah sebagai wujud tingginya pencapaian budaya luhur yang banyak dipengaruhi warna religius Islam, maka modernitas Gresik yang diwujudkan dengan usaha keras dan abai terhadap pengalaman estetika masa lalu adalah sebuah langkah mundur, mbeling dan sekaligus tak tahu diri.

Advertisements

Pedagang Pasar Buah Tradisional

Ini potret pedagang di pasar buah tradisional di Gresik, lagi-lagi teman saya itu menambahkan sedikit diskripsi singkat di bawah hasil jepretannya.

seorang pedagang di pasar buah tradisional gesik termenung menghadapi sepinya pembeli,era perdagangan bebas membuat ribuan bapak-bapak yang berdagang di pasar pasar tradisional semakin tercekik dengan kehadiran pasar swalayan yang lebih modern

Jika Kesabaran adalah ajaran Tuhan dan menjadi sebuah keharusan dalam menjalani hidup, maka kesabaran tak pernah dimiliki oleh penguasa yang tak peduli, pegawai layanan publik yang takut atasan, dan orang-orang yang hanya memetingkan dan mendahulukan diri sendiri dan keluarga, dan kesabaran juga tak pernah dimiliki oleh orang-orang yang hanya diam karena merasa nyaman.

Gresik di Mesin Raksasa Pencari Google

Sampeyan yang mengakrabi dunia remang-remang internet boleh jadi iseng, seperti saya yang mencoba mencari kata kunci “Gresik” dalam mesin raksasa pencari Google.

Sampai dengan saat posting ini dibuat, Google menampilkan penelusuran yang terkait dengan Gresik dengan daftar sebagai berikut, “Video mesum mahasiswa Gresik“,”lowongan kerja gresik”,”Mesum gresik”,”map gresik”,”gresik united”,”gresik download”,”bkd gresik”,dan terakhir “peta gresik”.

Bisa jadi komputer saya yang salah, bisa jadi saya menggunakan dns yang keliru, jangan-jangan ada yang salah dengan Firefox terbaru, atau proxy yang saya gunakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, tapi sampeyan tidak diharamkan untuk iseng dengan mencobanya sendiri, Google dan orang-orang yang ingin mencari kata kunci “Gresik” lebih mengaitkannya dengan kata-kata mesum, semoga saja saya salah.

Harapan dari keisengan saya awalnya adalah saya akan menemukan kata “Gresik” berjajar dengan kata “santri”, “kota santri”, “Gresik berhias iman”, “Gresik kota wali”, “Islam”, dan banyak kata dalam kategori religius, lagi-lagi saya salah, semoga keisengan sampeyan dengan memasukkan kata Gresik bukan nggersik dalam raksasa mesin pencari Google akan menampilkan hasil yang berbeda, anda boleh berbagi dengan saya.

Doorprize

Ini Gresik, dan “Gresik Berhias Iman” adalah slogan kota itu, dan semoga ia tak hanya slogan yang terpanjang di monumen selamat datang, atau tidak juga hanya berada di setiap sudut kota dalam sempitnya gang-gang masuk perkampungan.

Mendekati hari-hari besar Islam akan banyak acara peringatan dilakukan, dan entah dengan alasan apa atau memang seharusnya sudah demikian, untuk menarik simpatisan, ada sebuah acara peringatan hari besar Islam dengan doorprize, bisa almari es, seterikaan, atau alat-alat dapur sederhana lainnya, ini memang tak umum, tapi ini ada, sederet doorprize layaknya pada sebuah acara sepeda santai dalam rangka hari ulang tahun pada acara-acara tertentu.

Entah bagimana sampeyan menhubungkan-hubungkannya dengan slogan Iman di atas, barangkali bagi kota ini tak hanya diyakini, tapi harus bisa dirasa, di pegang, layaknya materi dalam ujud benda-benda dapur sederhana, semoga saja saya salah.

Condrodipo

Entah bagaimana suatu makam tiba-tiba bisa dikeramatkan.

condrodipo

Saya tak tahu, apa yang menyebabkan sebuah tempat itu bisa dikeramatkan, lantaran sejarah karena ia adalah penerus keturunan dari seorang penggede, sekedar cerita serupa fabel, apalagi jika sebelumnya ia dianggap sebagai sesuatu yang biasa, dan hanya sekedar makam kamitua.

Continue reading ‘Condrodipo’

Akhir

Andai saja akhir jabatan itu seperti akhir usia

Saya sedang membayangkan, jika akhir masa jabatan itu seperti akhir usia, seperti ajaran religius tentang usia dan akhir kehidupan, bukankah semestinya kita bersungguh-sungguh dengan amanat dan jauh lebih khidmat?.

Tentu saja itu hanya bayangan saya tentang akan berakhirnya sebuah jabatan, dan mungkin memang tak seharusnya semua berjalan sesuai dengan apa yang saya bayangkan tentang para pejabat pengemban amanat di akhir masa jabatannya.

ketika semua telah dianggap telah benar-benar usai tentang masa jabatan, maka tak perlu lagi ada yang ditinggalkan, tentu saja dalam hal yang positif dan untuk rakyat, semua sudah berakhir, karenanya tak perlu lagi meninggalkan apa-apa, tak ada apa-apa lagi.

Dan saya sebagai bagian kecil penghuni kota Gresik merasakan hal ini, dan semoga saja ini hanya saya dan imajinasi saya tentang akhir masa jabatan yang saya paksakan seperti akhir usia kehidupan manusia sebelum nyungsep ke tanah berukuran kurang lebih 1×2 meter.

Sabtu Ini!!!

Ini hanya sejenis numpang lewat saja!

Sudah lama memang, dan ajakan Hadratusyeikh terasa lain “Mari Bersama Dalam Majelis Dzikir Dan Maulidurrasul SAW”.

Seorang teman dari luar kota pernah bilang, “enak ya orang Nggersik, nggak bakalan kehabisan taman surga!”.

Taman Surga?, ya…meskipun sekarang jarang dan sulit ditemui acara-acara seperti itu di kota ini.

Selamat ketemu disana sodara, Kedinding lor 99 Surabaya, anggap saja ini majelis kopdar akhirat, keren bukan???? hehehe…. đŸ™‚


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 140,059 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</