Posts Tagged 'Preketek'

Saujana

Respice, adspice, prospice!

Sepertinya ini mendekati kebenaran, saya masih menggunakan kata “sepertinya”, karena menjaga harapan untuk tetap selalu ada adalah sebuah semangat.

Saya tak hendak menulis panjang tentang kekeringan dan kekurangan air bersih di kota ini, karena ini adalah persoalan langganan, dan penyelesaian persoalannya hanya dengan retorika dan tindakan nyata droping air bersih sementara, tapi solusi ini lebih dari sementara, tapi sudah menjadi cara jamak yang rutin dan menyetahun. Musim kemarau dengan dropping air bersih dan musim penghujan yang identik banjir dengan nasi bungkus dan sembako. (untuk detail, silahkan baca ulang arsip koran-koran lokal).

Sejarah kepemimpinan daerah yang buruk memang akan terus berulang, seperti kata teman saya, sekeras apapun rakyat mengkritik dan mengingatkan, akan sulit untuk didengar oleh mereka, karena pemerintahan yang buruk hanya punya telinga untuk diri mereka sendiri, ia tak mampu mendengar yang liyan.

Apa sebenarnya yang menjadi saujana dari bergantinya kepemimpinan daerah jika ia tak mempu mencermati dan belajar dari kesalahan pemimpin sebelumnya, tak ada respice dan prospice. Di penghujung tulisan singkat ini saya hendak mengutip pengingat terakhir dari Augustus Caesar, Acta est fabula, plaudite! (Sandiwara telah usai, bertepuktanganlah!).

Mari Membantah Tuan!

Saya menangkap informasi itu dari infokorupsi, ber-almanak pertengahan Juli 2011, tapi ini halaman satu dari sekian halaman. Bagaimana pendapat sampeyan?, malu?, pusing?, males mikirin?, nggak mau tahu?, andaikan saja saya adalah pejabat yang paling bertanggung jawab di Kabupaten Gresik, saya akan berseru dan mengajak sampeyan semua membantah keras-keras, “Itu berita tak berdasar fakta dan terlalu mengada-ada!”, atau “Ah, itu kan peninggalan dan dosa penguasa Gresik masa lalu”, dan jika saya adalah penguasa Gresik yang ingin berpenampilan sedikit bijak, tentu sampeyan akan mendengar yang lebih klasik, “Momen tahun baru, lebih baik melupakan masa lalu, mari melihat Gresik kedepan untuk Gresik yang lebih baik!”.

Penghargaan, Sebuah catatan

Setidaknya sampeyan boleh berbangga jika Gresik mendapatkan penghargaan sebagai Innovation Leadership Award 2011, sebuah penghargaan Kementerian Riset dan Teknologi untuk pemimpin paling innovatif skala Nasional, dan untuk bidang yang lain, seperti di bidang Pekerjaan Umum, Gresik keluar sebagai juara I nasional Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi. Sedangkan penghargaan satu lagi, juara I UKM Award yang diraih salah seorang pelaku UKM Gresik binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik.

Jika sederet penghargaan adalah sebentuk apresiasi atas sebuah keberhasilan dan Innovation Leadership Award 2011 adalah jawaban atas slogan Gresik lebih baik, maka atas sebuah keberhasilan apa sederet penghargaan itu diberikan. Jika penghargaan-penghargaan itu diberikan sehubungan dengan dibangunnya Sarana Wahana Rekreasi di Tlogodendo, pembangunan Gapura selamat datang di Segoromadu, bendung gerak Sembayat dan percepatan Lapter di Bawean, bukankah hal-hal tersebut masih dalam proses pembangunan?. Jika hal itu benar, maka apa yang berada dalam tahap perencanaan seperti rencana Pembangunan Sarana Olahraga di Gunung Lengis dan Pembangunan Graha Pemuda dan Olahraga Kanjeng Sepuh di Sidayu terlalu dini untuk bisa dinilai dan dianggap sebagai sebuah inovasi keberhasilan. Maksud saya, ia masih berada dalam rentang angan-angan (perencanaan).

Tentu, kita butuh apresiasi atas upaya-upaya besar yang telah dilakukan pemerintahan daerah Gresik dari otoritas pemerintahan diatasnya, apapun nama dan bentuk penghargaannya, karena penghargaan memberikan energi untuk terus ber-kreasi dan ber-inovasi dalam kerangka mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Segala penghargaan seharusnya adalah sebuah apresiasi tanpa mengesampingkan persoalan-persoalan penting dan mendesak kebutuhan pokok masyarakatnya, persoalan pelayanan air bersih di Gresik adalah salah diantara yang banyak.

Terakhir,  untuk mempersingkat, menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, sebuah penghargaan barangkali adalah sebuah bentuk aktualisasi diri masyarakat sepanjang kebutuhan yang mendasar itu terpenuhi dengan baik terlebih dahulu. Dan teori itu terpapar dalam bentuk sebuah hierarki, ia disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial.

Dikutip dari berbagai sumber :

Beda

Tentu saja, saya memberi ruang bebas disini untuk sebuah perbedaan pendapat, selama perbedaan itu mempunyai satu tujuan, dan sepertinya kita sepakat, tujuan itu adalah menjadikan Gresik menjadi jauh lebih baik, dan atas tujuan itu berangkali saja kita memiliki cara yang sepenuhnya berbeda.

Menamakan diri Raharjo, ia berkomentar ditulisan saya disini, dan untuk memperjelas, saya ingin mengutip ulang sepenuhnya.

lebih baik tulis surat ke pemkab tentang keluhan dan masalah pantai delegan, jangan memublish sekehendak.. pantai dalegan andalah suatu objek ekonomi gresik. bisa jadi setelah membaca postingan ini banyak yang tidak tertarik dan malah mematikan ekonomi. LAKUKAN TINDAKAN YANG BERMANFAAT BAGI PANTAI DALEGAN. TALK LESS DO MORE

Untuk Gresik, tak sekali dua saya menulis dan menyampaikannya ke sebuah alamat email yang dulu pernah ada di website resmi Pemerintah Kabupaten Gresik (di website yang baru, saya tak lagi menjumpai alamat email untuk korespondensi yang resmi), dan seperti yang sudah kita ketahui bersama, saya tak mendapat jawaban, seolah mengirim ke sebuah alamat email yang tak jelas, dan ketika ber-urusan dengan pemerintahan, hal seperti ini bukanlah hal yang baru, yang terbaru barangkali adalah alamat email komisi 8 dalam kasus kunjungannya ke Australia. Dan jika anda tahu, anda boleh meng-kopi paste tulisan saya tentang pantai delegan itu ke alamat email resmi Pemkab Gresik.

Continue reading ‘Beda’

Tiga Tahun Sudah

Tentu teman-teman saya di nggersik.com itu sepakat, dari warung kopi pojok itulah semua berawal-mula, warung kopi pojok kota kecil pinggiran, dan begitulah pertemuan yang tak pernah bisa ditentukan, dari ngeblog, email, komentar-komentar singkat, dan chatting serta janji-janji molor akhirnya kita dipertemukan.

Terasa semua berangkat dari sebuah kebetulan, ngobrol, ngopi, ngudut, corat-coret sederhana, sedikit idealisme dan keyakinan, lahirlah nggersik[dot]com sebagai pilihan, dan seperti seorang anak dengan mainan barunya, terlintas menjadikan nama itu sebagai agregator sederhana, merapatkan barisan dengan rapat-rapat larut malam, launching gremeng-gremeng, dan seperti tak ingin kehilangan momentum, tanpa komando dan semua mufakat, 19 mei 2008 tepat sehari sebelum kebangkitan diperingati secara nasional, kita mengabadikan hari itu sebagai hari kebangkitan blogger nggersik.

Entah dari mana sebuah permusyawaratan itu dianggap sebagai sebuah kebangkitan, barangkali karena keyakinan dan sedikit idealisme kala itu kita tak pernah menganggap ngopi dan ngobrol yang melahirkan kebangkitan bersama itu sebagai sesuatu yang ajaib, tapi selanjutnya kita musti menyadari, yang tak kita punyai adalah bagaimana merawat idealisme dan keyakinan itu sendiri.
Continue reading ‘Tiga Tahun Sudah’

Perubahan

Lewat sebuah jejaring sosial, seorang teman bertanya tentang perubahan di Gresik, seperti yang telah dijanjikan oleh Kepala Daerah sewaktu itu, dan seperti halnya sebuah status jejaring sosial yang bicara soal politik dan kekuasaan di daerah, komentar bisa menjadi beragam, dan seperti yang sudah-sudah, penyelesaian dan tindakan nyata ketika menyoal sebuah kebijakan dan kekuasaan akan kembali ke pribadi masing-masing, adalah hal yang pelan tapi pasti bisa dimahfumi, apa yang sudah biasa akan berjalan seperti biasa.

Perubahan di Gresik agaknya hanya sebuah imajinasi yang terperangkap dalam mimpi masing-masing, suka atau tidak suka demikianlah kenyataannya,

Tentu sampeyan tahu, selalu ada pembenaran disetiap hal yang salah, tak peduli darimana latar belakang seseorang, terlebih jika ini menyangkut kekuasaan di daerah atau di tingkat dimanapun, tak peduli dari partai mana mereka berasal, ketika mereka berada dalam puncak kekuasaan dan lupa kemana harus berpihak, mereka akan siap dengan segala dalil pembenaran atas kesalahan dan ketidakpedulian mereka.

Harapan akan perubahan akan selalu ditumbuhkan oleh mereka-mereka di Gresik selama ia berkepentingan, tapi perubahan nyata dan bisa dirasakan masyarakat adalah persoalan yang lain, dan bukankah seperti yang sampeyan tahu, pemimpin adalah mereka yang mengguncang-guncangkan tanganmu sebelum terpilih dan mengguncang-guncangkan keyakinanmu setelah berkuasa?.

Venezia di Kali Lamong

Imajinasi bisa jadi kurang ajar, mimpi bisa jadi teramat liar, tapi tak ada yang salah dengan imajinasi tentang kali lamong bukan?.

Jika suara saya adalah suara rakyat yang tak hanya diperhitungkan ketika berada dalam bilik-bilik sempit pemilukada, jika suara saya adalah suara rakyat yang mampu memberi mandat kepada penguasa, maka ijinkan saya menugaskan kepada mereka pemegang kuasa, hentikan banjir tahunan dari kali lamong dan jadikan kali lamong layaknya Venezia.

Sampeyan akan bilang bahwa ini adalah ide gila dan ngawur, tapi bukankah kegilaan terkadang diperlukan untuk membuat kita rehat, sejenak, dan mengalihkan kegilaan kita kepada mereka, setidak-tidaknya.

Kita mesti menyadari, seperti yang saya kutip dari tulisan salah satu teman, kali atau sungai itu layaknya makhluk hidup, ketika menusia ceroboh memperlakukan sebuah kali/sungai, ia, disadari atau tidak, akan melampiaskan dendamnya, bisa dengan air bah, atau banjir bandang yang akhirnya menghancurkan segala hal.

Sejenak untuk rehat, jadikan kali lamong Gresik layaknya Venezia.


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,466 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</