Posts Tagged 'Kota'



Tambak 1926

Alkisah, konon katanya, inilah potret tambak di Gresik, sebelum atau ketika 1926, entah darimana raksasa ensiklopedia dunia itu mendapatkan gambar tersebut, jangan-jangan mereka salah ambil gambar, tapi jika benar, bolehkah saya tahu dimana sesungguhnya lokasi dari gambar ini.

Tambak ditahun 1926 barangkali akan mudah ditemui, jadi apa tepatnya lokasi gambar itu sekarang ini, bangunan kokoh berpagar tinggi, atau bangunan dengan cerobong berasap hitam dengan penjagaan ketat satpam didepan pintu masuknya.

Mengamati lamat-lamat gambar diatas serasa saya sudah pergi rantau ratusan tahun lamanya, seperti kata orang-orang, pulang kampung dari tanah rantau pada akhirnya hanyalah pulang kembali pada kenangan.

Advertisements

Gresik Regional Kaskuser

“Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia”, demikian Ir. Soekarno pernah mengatakan dengan penuh semangat dan harapan

Seharian kemarin saya memang berniat bernostalgia dengan kaskus, forum portal yang tersohor dengan tag “The Largest Indonesian Community” itu, sejauh ingatan, di forum itulah saya pertama meregisterkan id saya, forum lokal yang sedemikian sangat ramai, tak hanya saat itu, dan sepertinya sampai saat ini, sebagai orang yang pertama kali masuk di forum, saya hanya sebatas membaca posting dan komentar beberapa member yang lain, terutama di forum buku, dan terutama lagi dengan thread download e-book beberapa novel yang mungkin saja diupload secara illegal dengan semangat berbagi.

Seiring waktu, perlahan saya semakin jarang mengunjungi kaskus, terkecuali ada kasus dengan buku yang menghebohkan, seperti kasus buku Gurita Cikeas dan beberapa kasus pelarangan yang berkaitan dengan buku-buku yang secara nasional cukup menghebohkan, saya mengunjungi kaskus dengan membawa dua pilihan, pertama, download saja ketika ada member yang merujuk ke salah satu link untuk download, dan buku tersebut tiba-tiba saja sulit didapatkan dari toko-toko buku, atau kedua, beli dengan membaca review terlebih dahulu dan yakin bahwa buku itu memang layak untuk dimiliki.

Kunjungan saya ke kaskus kemarin adalah kunjungan yang berbeda, saya mendapati Kaskus regional Gresik yang memang cukup berwarna, dan tidaklah mengherankan, karena dengan klak-klik singkat, saya tahu, dibalik forum kaskus regional Gresik itu ternyata di pandegani oleh beberapa anak muda yang kreatif, anak muda yang peduli dan ingin berbagi, berangkat dari semangat induk mereka yang besar, Kaskus. dan yang sejauh yang saya ketahui, dibalik nama besar Kaskus juga berdiri beberapa orang muda kreatif yang telah mampu menunjukkan diri, bahwa paradigma itu berubah, mereka adalah beberapa dari sekian banyak online entrepreneur sukses yang mengawalinya dari niat berbagi sesama.

Niat saling berbagi itu tidak hanya berada dalam obrolan thread remeh-temeh, tapi benar-benar mereka ujudkan dalam aksi berbagi nyata, silahkan mengunjungi hasil dokumentasi aksi-aksi mereka dari mulai bakti sosial sampai usaha keras memperkenalkan potensi wisata Gresik dengan photo-photo narsis ala anak muda. Tapi justru dengan ke-narsis-an merekalah membuat regional gresik itu menjadi hidup dan menampilkan sesuatu yang lain, aksi sosial dan berbagi yang biasanya nampak formal menjadi kelihatan santai dan mengasyikkan. Dan satu lagi, tulus tanpa tedeng aling-aling, jauh dari nuansa politis, yang kian hari kian nampak palsu dan menjemukan.

Sedemikian niat, sedemikian juga harapan, berdirinya komunitas Blogger Nggersik juga mempunyai niatan yang sama dengan kaskuser regional Gresik itu, tapi tak pernah terwujud karena kesibukan anggota yang lain dan berbagai alasan, tapi itu bukan persoalan, karena kita mesti menyadari, seperti pernyataan founding father yang saya kutip diatas, dipundak anak muda kreatif seperti merekalah Gresik masa depan itu dibebankan, di tangan-tangan trampil dan ide-ide besar merekalah Gresik dengan segenap harapan itu hendak diwujudkan. Semoga.

Mari Membantah Tuan!

Saya menangkap informasi itu dari infokorupsi, ber-almanak pertengahan Juli 2011, tapi ini halaman satu dari sekian halaman. Bagaimana pendapat sampeyan?, malu?, pusing?, males mikirin?, nggak mau tahu?, andaikan saja saya adalah pejabat yang paling bertanggung jawab di Kabupaten Gresik, saya akan berseru dan mengajak sampeyan semua membantah keras-keras, “Itu berita tak berdasar fakta dan terlalu mengada-ada!”, atau “Ah, itu kan peninggalan dan dosa penguasa Gresik masa lalu”, dan jika saya adalah penguasa Gresik yang ingin berpenampilan sedikit bijak, tentu sampeyan akan mendengar yang lebih klasik, “Momen tahun baru, lebih baik melupakan masa lalu, mari melihat Gresik kedepan untuk Gresik yang lebih baik!”.

Penghargaan, Sebuah catatan

Setidaknya sampeyan boleh berbangga jika Gresik mendapatkan penghargaan sebagai Innovation Leadership Award 2011, sebuah penghargaan Kementerian Riset dan Teknologi untuk pemimpin paling innovatif skala Nasional, dan untuk bidang yang lain, seperti di bidang Pekerjaan Umum, Gresik keluar sebagai juara I nasional Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi. Sedangkan penghargaan satu lagi, juara I UKM Award yang diraih salah seorang pelaku UKM Gresik binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik.

Jika sederet penghargaan adalah sebentuk apresiasi atas sebuah keberhasilan dan Innovation Leadership Award 2011 adalah jawaban atas slogan Gresik lebih baik, maka atas sebuah keberhasilan apa sederet penghargaan itu diberikan. Jika penghargaan-penghargaan itu diberikan sehubungan dengan dibangunnya Sarana Wahana Rekreasi di Tlogodendo, pembangunan Gapura selamat datang di Segoromadu, bendung gerak Sembayat dan percepatan Lapter di Bawean, bukankah hal-hal tersebut masih dalam proses pembangunan?. Jika hal itu benar, maka apa yang berada dalam tahap perencanaan seperti rencana Pembangunan Sarana Olahraga di Gunung Lengis dan Pembangunan Graha Pemuda dan Olahraga Kanjeng Sepuh di Sidayu terlalu dini untuk bisa dinilai dan dianggap sebagai sebuah inovasi keberhasilan. Maksud saya, ia masih berada dalam rentang angan-angan (perencanaan).

Tentu, kita butuh apresiasi atas upaya-upaya besar yang telah dilakukan pemerintahan daerah Gresik dari otoritas pemerintahan diatasnya, apapun nama dan bentuk penghargaannya, karena penghargaan memberikan energi untuk terus ber-kreasi dan ber-inovasi dalam kerangka mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Segala penghargaan seharusnya adalah sebuah apresiasi tanpa mengesampingkan persoalan-persoalan penting dan mendesak kebutuhan pokok masyarakatnya, persoalan pelayanan air bersih di Gresik adalah salah diantara yang banyak.

Terakhir,  untuk mempersingkat, menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, sebuah penghargaan barangkali adalah sebuah bentuk aktualisasi diri masyarakat sepanjang kebutuhan yang mendasar itu terpenuhi dengan baik terlebih dahulu. Dan teori itu terpapar dalam bentuk sebuah hierarki, ia disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial.

Dikutip dari berbagai sumber :

Membaca Gresik Dalam Pengalaman Estetik

Dikota-kota pesisir seperti Gresik itulah komunitas-komunitas Islam yang paling awal terbentuk, di kota pelabuhan pesisir seperti Gresik, Sedayu, Tuban, Demak dan Jepara itulah kegiatan-kegiatan ke-susastra-an itu bermula

Tentu, saya mengutip kalimat diatas dari sebuah kajian Pigeaud , Penilisik literatur Jawa asal Belanda itu. Bagi saya, Pigeaud memanjangkan sejarah Gresik dalam kerangka Estetik masa lalu, dan kekinian Gresik menghapus segala kejayaan tradisi tulisnya, menenggelamkannya dalam-dalam tanpa memberi kesempatan, untuk bisa, setidaknya kembali kepermukaan.

Kekayaan estetik Gresik sebagai salah satu kota pelabuhan pesisir yang tersohor dijamannya dan diiringi kegiatan-kegiatan kesustraan itu berkembang dalam berbagai khasanah, selain sastra kitab, hikayat, kisah-kisah lepas dan ada juga yang berbentuk karya ketata-negaraan dan pemerintahan, seperti “Paniti Sastra”, salah satu dari sekian yang melegenda, dan terlebih lagi dalam karya yang bercorak sejarah kota itu sendiri, “Babad Gresik” adalah sebuah bukti bagaimana tradisi tulis di kota pelabuhan itu berkembang sedemikian pesat.

Kejayaan Gresik dalam pengalaman Estetik itu selain didukung letak Gegografisnya yang berada dipesisir yang sangat mendukung dan terbuka terhadap segala pengaruh kebudayaan di jamannya, juga sangat tidak bisa dipungkiri adalah peranan besar Sunan Giri di Gresik.

Jika pencapain estetik Gresik dimasa lalu adalah sebagai wujud tingginya pencapaian budaya luhur yang banyak dipengaruhi warna religius Islam, maka modernitas Gresik yang diwujudkan dengan usaha keras dan abai terhadap pengalaman estetika masa lalu adalah sebuah langkah mundur, mbeling dan sekaligus tak tahu diri.

Sajak Kota

Jika sebuah kota butuh puisi untuk mengukuhkannya dalam serentetan kata melankolia, ijinkan saya mengutip sebuah puisi Aan Mansyur yang berjudul “Kota: Anak desa yang kurang ajar”, yang ia tulis diseputar 2007.

Saya memilih sajak Aan Manysur itu bukan tanpa alasan, saya rasa, ia sajak yang paling tepat untuk memberikan gambaran tentang kota-kota besar, kemiripan keserakahan sebuah kota besar menjadikan Gresik tak ubahnya sama kejam dengan kota-kota besar lainnya di negeri ini, ketidak-pedulian petinggi sebuah kota, industri yang menggila, dan masyarakat heteregon yang acuh terhadap masa depan kotanya sendiri. Akankah Gresik menjadi anak desa yang kurang ajar?.

KOTA: ANAK DESA YANG KURANG AJAR
2007

Kota adalah anak desa yang amat kurang ajar.
Tidak satu pun petuah yang dia mau dengar.
Dia kira bisa dewasa dengan membakar lembar
buku-buku tua dan hanya membaca surat kabar.

Kota menikah dengan orang asing lalu lahir
anak-anak yang setengah mati pandir dan kikir.
Dia mendirikan banyak bangunan tanpa pikir,
mall, hotel, bioskop, restoran dan lahan parkir.

Kota mengajak orangtuanya datang jadi pembantu
dengan mengirimkan hiburan-hiburan ke kampung
televisi tak pakai antena atau sinyal telepon genggam.
Katanya, semua itu sekadar bayaran atas hutangnya.

Kota menyuruh anak-anaknya pergi ke kampung
membangun villa dan membuka usaha tambang.
Orang-orang asing datang berwisata dan pulang
membawa bertruk-truk emas, minyak dan uang.

Kota sedang berpesta pora makan-minum sepuasnya
hingga mabuk di atas perut orangtuanya yang sabar.
Hanya begitu caranya menghibur diri sebab dia sadar
semakin hari semakin besar dan subur rasa sesalnya.

Continue reading ‘Sajak Kota’

Gresik Dan Pengertian Kota

Jika kata “Kota’ menurut wikipedia  adalah merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri. Maka, pertanyaan sederhana-nya adalah, layakkah Gresik itu disebut sebagai sebuah kota?.

Pertanyaan saya, tentu saja, saya tujukan kepada sampeyan, yang iseng atau secara tidak sengaja kesasar di blog ini, sampeyan boleh menjawab dan boleh juga tidak dengan cara langsung menutup blog ini, saya tak tahu, karenanya saya bertanya, tapi jika boleh saya jujur, rasa-rasanya Gresik belum bisa disebut sebagai kota jika saya membatasi semua jawaban sesuai dengan pengertian kota seperti difinisi kota menurut wikipedia diatas.

Sekali lagi, saya memberikan ruang seluas-luasnya untuk sebuah perbedaan, bagaimana menurut sampeyan?.


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 140,450 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</