Posts Tagged 'Komunitas'

Gresik Di Linimassa

Saya hanya meneruskan ini dari seorang teman, untuk informasi lebih jauh, sampeyan bisa berkunjung ke akun facebooknya disini, dan ingat, ini ranah social daring, facebook  itu bukan satu-satunya channel untuk informasi event itu, tapi sampeyan bisa mengawali dari akun facebooknya itu.

Saya tak tahu, akan sepeti apa Gresik jika di hadapkan pada linimassa, ketika kekuatan social media sudah sedemikian hebatnya, mampu mempertahankan identitas lokal atau malah hanya tampil selayang kilas pandang dalam peradaban jaman. Tak ada penjelasan panjang lebar memang, dan saya bukan orang dibelakang layar yang punya kewenangan.

Saya bukan orang yang rajin mengikuti akun twitter, bukan tidak tertarik, tapi update informasi social media seperti bombardir tiap detik, saya hanya bisa berharap, event itu bisa meringkas infomarsi akun twitter @infogresik yang trengginas (entah dengan durasi panjang atau pendek) dalam linimasa.

Untuk memenuhi rasa penasaran, sampeyan boleh datang, gratis, dan saya hanya mendapat pesan untuk meneruskan banner ini.

Mencoba Lagi

Ini hiatus terlama yang pernah saya lakukan, tentu ini subjektif sejauh ingatan saya, dan untuk kali ini saya tidak akan berjanji untuk selalu meng-update isi blog ini secara rutin, kesadaran saya menasehati untuk melihat kemampuan diri yang terus menunjukkan grafik penurunan.

Oh…ya, saya akan selalu punya banyak alasan kenapa tidak bisa update rutin, dan ini seperti kebiasaan saya yang akan selalu mencari pembenaran atas segenap dalih kemalasan, ditambah akses internet di rumah dengan layanan provider yang tak pernah sadar diri, meski sesekali provider itu saya dengar pernah masuk menjadi salah satu perusahaan dengan profit yang mengagumkan, dan maaf, bukankah ini adalah sebuah perampokan korporasi?.

Demi menjaga konsistensi saya nge-blog, ijinkan untuk kali ini saya akan memulai dengan menjawab komentar-komentar yang masuk di blog ini, dan saya pandang komentar itu perlu untuk saya jawab, meskipun saya pernah membuat posting tersendiri tentang kenapa saya enggan untuk mengomentari tapi tetap saja saya membaca komentar-komentar itu.

Sebelum saya memulai, ijinkan saya menyampaikan permohonan maaf saya, mumpung masih dalam suasana lebaran yang fitri. Selain permohonan maaf saya dengan harapan besar untuk dimaafkan, saya juga mohon doa agar saya bisa lebih punya banyak kesempatan untuk terus update di blog ini.

salam,

ps : gambar diambil dari sini

 

 

 

Gresik Regional Kaskuser

“Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia”, demikian Ir. Soekarno pernah mengatakan dengan penuh semangat dan harapan

Seharian kemarin saya memang berniat bernostalgia dengan kaskus, forum portal yang tersohor dengan tag “The Largest Indonesian Community” itu, sejauh ingatan, di forum itulah saya pertama meregisterkan id saya, forum lokal yang sedemikian sangat ramai, tak hanya saat itu, dan sepertinya sampai saat ini, sebagai orang yang pertama kali masuk di forum, saya hanya sebatas membaca posting dan komentar beberapa member yang lain, terutama di forum buku, dan terutama lagi dengan thread download e-book beberapa novel yang mungkin saja diupload secara illegal dengan semangat berbagi.

Seiring waktu, perlahan saya semakin jarang mengunjungi kaskus, terkecuali ada kasus dengan buku yang menghebohkan, seperti kasus buku Gurita Cikeas dan beberapa kasus pelarangan yang berkaitan dengan buku-buku yang secara nasional cukup menghebohkan, saya mengunjungi kaskus dengan membawa dua pilihan, pertama, download saja ketika ada member yang merujuk ke salah satu link untuk download, dan buku tersebut tiba-tiba saja sulit didapatkan dari toko-toko buku, atau kedua, beli dengan membaca review terlebih dahulu dan yakin bahwa buku itu memang layak untuk dimiliki.

Kunjungan saya ke kaskus kemarin adalah kunjungan yang berbeda, saya mendapati Kaskus regional Gresik yang memang cukup berwarna, dan tidaklah mengherankan, karena dengan klak-klik singkat, saya tahu, dibalik forum kaskus regional Gresik itu ternyata di pandegani oleh beberapa anak muda yang kreatif, anak muda yang peduli dan ingin berbagi, berangkat dari semangat induk mereka yang besar, Kaskus. dan yang sejauh yang saya ketahui, dibalik nama besar Kaskus juga berdiri beberapa orang muda kreatif yang telah mampu menunjukkan diri, bahwa paradigma itu berubah, mereka adalah beberapa dari sekian banyak online entrepreneur sukses yang mengawalinya dari niat berbagi sesama.

Niat saling berbagi itu tidak hanya berada dalam obrolan thread remeh-temeh, tapi benar-benar mereka ujudkan dalam aksi berbagi nyata, silahkan mengunjungi hasil dokumentasi aksi-aksi mereka dari mulai bakti sosial sampai usaha keras memperkenalkan potensi wisata Gresik dengan photo-photo narsis ala anak muda. Tapi justru dengan ke-narsis-an merekalah membuat regional gresik itu menjadi hidup dan menampilkan sesuatu yang lain, aksi sosial dan berbagi yang biasanya nampak formal menjadi kelihatan santai dan mengasyikkan. Dan satu lagi, tulus tanpa tedeng aling-aling, jauh dari nuansa politis, yang kian hari kian nampak palsu dan menjemukan.

Sedemikian niat, sedemikian juga harapan, berdirinya komunitas Blogger Nggersik juga mempunyai niatan yang sama dengan kaskuser regional Gresik itu, tapi tak pernah terwujud karena kesibukan anggota yang lain dan berbagai alasan, tapi itu bukan persoalan, karena kita mesti menyadari, seperti pernyataan founding father yang saya kutip diatas, dipundak anak muda kreatif seperti merekalah Gresik masa depan itu dibebankan, di tangan-tangan trampil dan ide-ide besar merekalah Gresik dengan segenap harapan itu hendak diwujudkan. Semoga.

Gresik Kota N-CheR

Jangan bilang Dari Gresik kalau belum tahu N-CheR, Apasih N-CheR?…. Siapasih N-CheR?….Kenapa sih N-CheR?… N-CheR adalah band, Personilnya ada Enchup, Chendol, Opie, Gendutz, Apiet, Karna N-CheR adalah Soundtraknya Masyarakat Gresik, Band ini membawa bahasa jawa original keseharian masyarakat Gresik

Jika musik adalah bahasa yang universal, dan jika N-Cher band benar-benar membawa bahasa jawa original keseharian masyarakat Gresik, maka N-Cher dengan segala ngakak yang kocak dan bahasa Gresik’an yang membumi tengah melawan sebuah kekuatan besar yang universal itu.

Selanjutnya N-Cher band membuat Gresik semakin N-Cher

Tadarus

Jika tadarus diartikan sebagai menuju kemuliaan dan kembali menuju tatanan, maka mereka, entah sengaja atau tidak, tengah melawan arus jaman, dimana hedonisme terlanjur diamini sebagai sebuah tujuan.

Mereka tengah mencoba menarik kembali Gresik yang terlanjur bablas untuk menyadari kebudayaannya, yang luhur, yang bijak, yang melindungi, dan itu, sekali lagi, bukanlah perkerjaan yang mudah.

Selamat ber-tadarus budaya.

Gambar sepenuhnya hak milik blog kelompok cager

Chu

Panggil saja saya “Chu”, lebih singkat, tak merepotkan, karena saya mempunyai nama panjang yang agak  ribet disebutkan, terlebih bagi lidah yang tak terbiasa mengucap kata-kata dari negeri gurun pasir itu. Karena ia tinggal di nggersik, aseli blogger nggersik, dan seperti biasa, iapun mendapat panggilan sepadan, “cak chu”, chu bukan che yang dibaca Ernesto, dan setidaknya seperti arek nggersik yang lain, sedikit shakespearisme, “Chu” adalah panggilan, seperti arest(arek resek), ciplis, i’o, o’on, sogol, maka “Chu” bisa sejajar dengannya.

Tapi “Chu” yang ini sedikit mirip dengan “Che” yang dibaca “Guevara” dibelahan bumi lain, tentu saya punya alasan singkat, cepat, dan ringkas dalam mengambil kesimpulan ini, sederhana saja, karena saya telah membaca tulisannya di sebuah tabloid yang tak lagi terbit sebagai pembuka tabloid lokal berbau pembela kekerasan dalam rumah tangga. Dan “chu” seperti halnya “che” yang disana, setidaknya adalah seperti Bhisma.

Continue reading ‘Chu’

Identitas

Tak ada hubungannya dengan filsafat Identitasnya Hegel, tapi ia berteriak sekedar untuk mendapat pengakuan atau sebentuk apresiasi bahwa ia lebih dari yang lain, dan karena kelebihannya itu, ia minta yang lain untuk tunduk, setidaknya manut.

Saya menganggapnya biasa saja, ketika seseorang bangga dengan mainan pertamanya, ia merasa sudah menjadi “yang lebih” dengan kemampuan yang pas-pasan, sebetulnya hal itu bukanlah soal, tapi ketika ia mulai menjelek-jelekkan yang lain dan mengatakan yang lain bodoh dan tak tahu seperti yang ia ketahui, barulah hal itu menjadi soal, sedikit membuat kesal dan risih dengan teriakan-teriakannya itu.

Tapi bagaimanapun, yang tahu dan memahami keadaan memang harus mengerti dan memaklumi, seperti itulah tingkahnya, ia akan selalu berteriak kesana- kemari untuk mengatakan dirinya yang “lebih” dan minta dianggap “berkemampuan”. dan hal itu menjadi terkesan lucu dan mengundang tawa ketika ia ternyata sungguh-sungguh belum mampu menunjukkan apa-apa.

Posting singkat, lantaran pesan-pesan singkat itu.


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,466 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</