Posts Tagged 'Jawa'

Jeneng

Jeneng (baca: nama), kata teman saya suatu ketika, adalah sebuah pertanda bahwa kekuasaan itu ditancapkan sejak semula, seperti nama itu disematkan dari orang tua anda ke sampean, dan juga seperti sampeyan memberikan nama kepada anak anda, dengan mencari referensi sana sini, dengan bertanya kepada seseorang yang anda percayai bahwa calon nama anak anda itu akan memberikan berkah, dan seperti juga petuah religius, sebagai orang tua, sampeyan berkewajiban memberikan nama yang baik untuk anak-anak sampeyanm meski pada kemudian anda terkadang bertanya-tanya, apa sesungguhnya arti nama yang diberikan orang tua untuk sampeyan itu.

Untuk sebuah jeneng yang berubah, sebuah nama yang tidak konsisten, nama yang dipadatkan, atau demi sebuah jeneng yang dicari-carikan arti, sebuah jeneng dengan serentetan makna, dari Persegres Gresik ke Gresik United, dan kemudian kembali ke Persegres Gresik, saya usil dan bertanya, apa arti sebuah nama bagi sampeyan, apakah seperti kata Shakespeare lewat dialog Romeo Montague dan Juliet Capulet, What’s in a name? That which we call a rose.

Untuk memastikan perubahan jeneng itu baik, sesekali kita perlu mencoba bertanya kepada Ki Joko Bodho hanya dengan melakukan sms dengan format REG JENENG.

Advertisements

Membaca Gresik Dalam Pengalaman Estetik

Dikota-kota pesisir seperti Gresik itulah komunitas-komunitas Islam yang paling awal terbentuk, di kota pelabuhan pesisir seperti Gresik, Sedayu, Tuban, Demak dan Jepara itulah kegiatan-kegiatan ke-susastra-an itu bermula

Tentu, saya mengutip kalimat diatas dari sebuah kajian Pigeaud , Penilisik literatur Jawa asal Belanda itu. Bagi saya, Pigeaud memanjangkan sejarah Gresik dalam kerangka Estetik masa lalu, dan kekinian Gresik menghapus segala kejayaan tradisi tulisnya, menenggelamkannya dalam-dalam tanpa memberi kesempatan, untuk bisa, setidaknya kembali kepermukaan.

Kekayaan estetik Gresik sebagai salah satu kota pelabuhan pesisir yang tersohor dijamannya dan diiringi kegiatan-kegiatan kesustraan itu berkembang dalam berbagai khasanah, selain sastra kitab, hikayat, kisah-kisah lepas dan ada juga yang berbentuk karya ketata-negaraan dan pemerintahan, seperti “Paniti Sastra”, salah satu dari sekian yang melegenda, dan terlebih lagi dalam karya yang bercorak sejarah kota itu sendiri, “Babad Gresik” adalah sebuah bukti bagaimana tradisi tulis di kota pelabuhan itu berkembang sedemikian pesat.

Kejayaan Gresik dalam pengalaman Estetik itu selain didukung letak Gegografisnya yang berada dipesisir yang sangat mendukung dan terbuka terhadap segala pengaruh kebudayaan di jamannya, juga sangat tidak bisa dipungkiri adalah peranan besar Sunan Giri di Gresik.

Jika pencapain estetik Gresik dimasa lalu adalah sebagai wujud tingginya pencapaian budaya luhur yang banyak dipengaruhi warna religius Islam, maka modernitas Gresik yang diwujudkan dengan usaha keras dan abai terhadap pengalaman estetika masa lalu adalah sebuah langkah mundur, mbeling dan sekaligus tak tahu diri.

Kopi, Filosofi Nongkrong & Rapat Pertama

rapat-nggersik1Pernah suatu ketika saya membayangkan, Yunani, negeri dengan segudang filosof terkenal itu tak beda jauh dengan kota Gresik, jika saya dulu tidak salah baca dan tidak sedang lupa ingatan, di sana, banyak pemuda dan penduduk kota hanya nongkrong di kedai-kedai, ngobrol, dan berdebat tentang apa saja, saya membayangkan mereka ngobrol tentang persoalan-persoalan kemanusian, ketidak adilan, perang, dan masalah-masalah perekonomian tentu saja.

Perdebatan mereka bisa saja berlangsung sengit penuh konsentrasi, lantaran pekerjaan sehari-hari diserahkan pada budak-budak yang merka miliki, dan ini yang membedakan, mereka tidak terbebani soal ekonomi pribadi, sedangkan kita, mungkin obrolan ndak mutu, obrolan pelepas lelah dan obrolan ndak jelas ala warung kopi.

Continue reading ‘Kopi, Filosofi Nongkrong & Rapat Pertama’

Truk Tangki Njomplang

truk-njomplangSebuah truk tangki njomplang, minggu pagi kemarin, saya menjumpainya di pertigaan Sekarkurung, Giri – Gresik, Njomplang begitu bahasa gresiknya (baca : nggersik) saya masih kesulitan mencari padanan bahasa Indonesia yang tepat, apa sampean tahu bahasa Indonesia yang tepat untuk kata Njomplang? đŸ˜€

Ketaatan

Begitulah jika adigang adigung itu dipelihara atau malah diwariskan, selalu ada yang dikuyo-kuyo karenanya.Embuh karena lupa atau sengaja melupakan dari mana dia berangkat, ketika posisi sudah diatas dan sedikit kekuasaan, sudah bertingkah sebagaimana layaknya para penguasa atau raja pada jaman dulu, nikmatnya kedudukan dan hangatnya para selir menjadikannya semakin ndodro tanpa tepo sliro.

Atas nama ketaatan kepada atasan, semua harus ada batas, bahkan sampai pelarangan, peng-kerdil-an menjadi biasa, uneg-uneg akan dianggap berseberangan, maka siapapun yang menghalangi jalan akan halal untuk disingkirkan, tentu semua dilakukan demi satu tujuan.

Bukan bermaksud kesukuan, tapi bukankah tidak semua orang jawa itu njawani?


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 140,059 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</