Posts Tagged 'Gombal Mukiyo'

Saujana

Respice, adspice, prospice!

Sepertinya ini mendekati kebenaran, saya masih menggunakan kata “sepertinya”, karena menjaga harapan untuk tetap selalu ada adalah sebuah semangat.

Saya tak hendak menulis panjang tentang kekeringan dan kekurangan air bersih di kota ini, karena ini adalah persoalan langganan, dan penyelesaian persoalannya hanya dengan retorika dan tindakan nyata droping air bersih sementara, tapi solusi ini lebih dari sementara, tapi sudah menjadi cara jamak yang rutin dan menyetahun. Musim kemarau dengan dropping air bersih dan musim penghujan yang identik banjir dengan nasi bungkus dan sembako. (untuk detail, silahkan baca ulang arsip koran-koran lokal).

Sejarah kepemimpinan daerah yang buruk memang akan terus berulang, seperti kata teman saya, sekeras apapun rakyat mengkritik dan mengingatkan, akan sulit untuk didengar oleh mereka, karena pemerintahan yang buruk hanya punya telinga untuk diri mereka sendiri, ia tak mampu mendengar yang liyan.

Apa sebenarnya yang menjadi saujana dari bergantinya kepemimpinan daerah jika ia tak mempu mencermati dan belajar dari kesalahan pemimpin sebelumnya, tak ada respice dan prospice. Di penghujung tulisan singkat ini saya hendak mengutip pengingat terakhir dari Augustus Caesar, Acta est fabula, plaudite! (Sandiwara telah usai, bertepuktanganlah!).

Advertisements

Beda

Tentu saja, saya memberi ruang bebas disini untuk sebuah perbedaan pendapat, selama perbedaan itu mempunyai satu tujuan, dan sepertinya kita sepakat, tujuan itu adalah menjadikan Gresik menjadi jauh lebih baik, dan atas tujuan itu berangkali saja kita memiliki cara yang sepenuhnya berbeda.

Menamakan diri Raharjo, ia berkomentar ditulisan saya disini, dan untuk memperjelas, saya ingin mengutip ulang sepenuhnya.

lebih baik tulis surat ke pemkab tentang keluhan dan masalah pantai delegan, jangan memublish sekehendak.. pantai dalegan andalah suatu objek ekonomi gresik. bisa jadi setelah membaca postingan ini banyak yang tidak tertarik dan malah mematikan ekonomi. LAKUKAN TINDAKAN YANG BERMANFAAT BAGI PANTAI DALEGAN. TALK LESS DO MORE

Untuk Gresik, tak sekali dua saya menulis dan menyampaikannya ke sebuah alamat email yang dulu pernah ada di website resmi Pemerintah Kabupaten Gresik (di website yang baru, saya tak lagi menjumpai alamat email untuk korespondensi yang resmi), dan seperti yang sudah kita ketahui bersama, saya tak mendapat jawaban, seolah mengirim ke sebuah alamat email yang tak jelas, dan ketika ber-urusan dengan pemerintahan, hal seperti ini bukanlah hal yang baru, yang terbaru barangkali adalah alamat email komisi 8 dalam kasus kunjungannya ke Australia. Dan jika anda tahu, anda boleh meng-kopi paste tulisan saya tentang pantai delegan itu ke alamat email resmi Pemkab Gresik.

Continue reading ‘Beda’

Pengaduan

Ketika pengaduan segala persoalan pelayanan publik di Gresik adalah sekedar persoalan penampungan dan butuh pendengar tanpa tindakan, maka sampeyan akan merasa cukup dengan berita berikut, yang lebih mirip sebuah kisah pengantar tidur, menina-bobok-kan, semu, atau bisa jadi sejenak menghibur.

Saya akan menuliskan ulang cerita menina-bobok-kan itu disini dengan cetak miring, sedikit saya akan menambahkan komentar disetiap paragraf yang saya anggap perlu, setidaknya akan membuat kisah pengantar tidur itu sedikit seimbang, maksud saya, akan membuat kita berada pada keadaan antara tersadar dan tertimpa kantuk yang amat sangat, liyer-liyer orang nggersik bilang.

Biar sedikit ada alur cerita disetiap kisah, saya akan menambahkan sebuah judul, diantara sekian judul yang terlintas sekilas judul ini agak sedikit bisa diterima “PENGADUAN MASYARAKAT CUKUP LEWAT MIMPI”, cocok bukan?.

Continue reading ‘Pengaduan’

Memikiri

“Sudahkah kita memikiri Gresik?”, begitulah tanya seorang teman, tapi tantu saja ia tak sedang bertanya, barangkali lebih kepada rasa ingin menyelidik, rasa keingin-tahuan, bahwa ia tak sedang sendiri memikiri Gresik.

Apa yang semestinya kita pikirkan?, tak cukupkah kita membayar sekian (miliar) rupiah untuk memilih beberapa orang hanya untuk sekedar memikiri Gresik, yang tak luas dan tak lebar, hanya sekian jengkal, hanya sepelemparan puntung rokok?.

Jika pertanyaan itu ditujukan ke sampeyan beberapa tahun silam, ketika mata pelajaran Pancasila diharuskan dengan nilai minimum 7 sebagai prasarat naik kelas, barangkali jawaban sampeyan akan terdengar lugu, tapi tentu bisa dimaklumi. Dan pertanyaan teman saya akan mendapat jawaban ketus jika ia salah sasaran, ketika memikiri bertahan untuk hidup adalah persoalan untung dan rugi.

Memikiri Gresik?, boleh saja, asal sampeyan tak lupa bagaimana cara menghitung kerugian, setidaknya, merugi dari kesehatan jiwa.

Mengurangi Janji

“Untuk seratus hari kedepan, saya tak bisa janji muluk-muluk”

Disini kita menjadi tahu, apa yang menjadi pembeda antara janji Tuhan dan janji seorang pemimpin yang terlanjur kita harap-harap besar untuk menjadikan Gresik seperti yang kita impi-impikan, pada akhirnya, entah sebuah kesengajaan dan kemudian kita sadari sebagai sebuah cara untuk mengurangi janji-janji.

Yang terucap akan berlalu bersama angin (verba volant), karenanya, yang dijanjikan bersiap diri untuk kecewa, seperti sebuah siklus putaran yang entah terlambat kita sadari atau kita sudah terbiasa dengan uforia lima tahunan, ia akan melahirkan barisan sakit hati, bukan hal baru untuk sebuah demokrasi, apalagi untuk Gresik, kota kecil pinggiran, yang selalu terlambat dihampiri kesadaran penghuninya.

Continue reading ‘Mengurangi Janji’

Menang Kalah

Sering sudah kita melihat tangis itu digelar ketika sebuah permainan bola berakhir, tangis, tentu saja bagi yang kalah, tapi sepak bola barangkali bisa menjadi sebuah contoh apik, bagaimana kekalahan itu bisa diterima dengan lega, selanjutnya jabat tangan berangkulan dengan ucapan selamat, sekaligus bertukar kaos penuh keringat.

Itu bola, bukanlah politik, dan kekalahan dalam permainan bola bukanlah hal memalukan, terlebih jika permainan tim yang cantik yang disuguhkan, tapi ini politik, semua mengaku melakukan dengan cantik, tanpa tipu daya, tanpa uang, dan tentu saja tanpa janji tahunan yang menggiurkan, yang kadangkala kita sering luput untuk menagihnya ulang.

Continue reading ‘Menang Kalah’

Ukuran

Apa ukuran kesuksesan bagi sebuah pemerintahan, kemajuan, simpul-simpul kemakmuran, jalan di tempat atau setidaknya ada perubahan ke arah depan, andai alat ukur itu semudah mengempit alat pengukur suhu badan.

Agar tidak melebar, saya sedang bicara Gresik, dimana saya dan sampean yang peduli, atau sampean yang acuh dan tak peduli, atau sampean yang tiba-tiba menjadi pendukung salah satu calon Bupati dengan membabi buta itu tinggal dan mencoba memperbaiki nasib kita, saudara dan kerabat kita di Gresik yang semakin gerah karena ketidak pedulian atau kepedulian saya dan sampean semua.

Continue reading ‘Ukuran’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,870 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</