Posts Tagged 'Blogger'

Gresik Di Linimassa

Saya hanya meneruskan ini dari seorang teman, untuk informasi lebih jauh, sampeyan bisa berkunjung ke akun facebooknya disini, dan ingat, ini ranah social daring, facebook  itu bukan satu-satunya channel untuk informasi event itu, tapi sampeyan bisa mengawali dari akun facebooknya itu.

Saya tak tahu, akan sepeti apa Gresik jika di hadapkan pada linimassa, ketika kekuatan social media sudah sedemikian hebatnya, mampu mempertahankan identitas lokal atau malah hanya tampil selayang kilas pandang dalam peradaban jaman. Tak ada penjelasan panjang lebar memang, dan saya bukan orang dibelakang layar yang punya kewenangan.

Saya bukan orang yang rajin mengikuti akun twitter, bukan tidak tertarik, tapi update informasi social media seperti bombardir tiap detik, saya hanya bisa berharap, event itu bisa meringkas infomarsi akun twitter @infogresik yang trengginas (entah dengan durasi panjang atau pendek) dalam linimasa.

Untuk memenuhi rasa penasaran, sampeyan boleh datang, gratis, dan saya hanya mendapat pesan untuk meneruskan banner ini.

Gresik Regional Kaskuser

“Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia”, demikian Ir. Soekarno pernah mengatakan dengan penuh semangat dan harapan

Seharian kemarin saya memang berniat bernostalgia dengan kaskus, forum portal yang tersohor dengan tag “The Largest Indonesian Community” itu, sejauh ingatan, di forum itulah saya pertama meregisterkan id saya, forum lokal yang sedemikian sangat ramai, tak hanya saat itu, dan sepertinya sampai saat ini, sebagai orang yang pertama kali masuk di forum, saya hanya sebatas membaca posting dan komentar beberapa member yang lain, terutama di forum buku, dan terutama lagi dengan thread download e-book beberapa novel yang mungkin saja diupload secara illegal dengan semangat berbagi.

Seiring waktu, perlahan saya semakin jarang mengunjungi kaskus, terkecuali ada kasus dengan buku yang menghebohkan, seperti kasus buku Gurita Cikeas dan beberapa kasus pelarangan yang berkaitan dengan buku-buku yang secara nasional cukup menghebohkan, saya mengunjungi kaskus dengan membawa dua pilihan, pertama, download saja ketika ada member yang merujuk ke salah satu link untuk download, dan buku tersebut tiba-tiba saja sulit didapatkan dari toko-toko buku, atau kedua, beli dengan membaca review terlebih dahulu dan yakin bahwa buku itu memang layak untuk dimiliki.

Kunjungan saya ke kaskus kemarin adalah kunjungan yang berbeda, saya mendapati Kaskus regional Gresik yang memang cukup berwarna, dan tidaklah mengherankan, karena dengan klak-klik singkat, saya tahu, dibalik forum kaskus regional Gresik itu ternyata di pandegani oleh beberapa anak muda yang kreatif, anak muda yang peduli dan ingin berbagi, berangkat dari semangat induk mereka yang besar, Kaskus. dan yang sejauh yang saya ketahui, dibalik nama besar Kaskus juga berdiri beberapa orang muda kreatif yang telah mampu menunjukkan diri, bahwa paradigma itu berubah, mereka adalah beberapa dari sekian banyak online entrepreneur sukses yang mengawalinya dari niat berbagi sesama.

Niat saling berbagi itu tidak hanya berada dalam obrolan thread remeh-temeh, tapi benar-benar mereka ujudkan dalam aksi berbagi nyata, silahkan mengunjungi hasil dokumentasi aksi-aksi mereka dari mulai bakti sosial sampai usaha keras memperkenalkan potensi wisata Gresik dengan photo-photo narsis ala anak muda. Tapi justru dengan ke-narsis-an merekalah membuat regional gresik itu menjadi hidup dan menampilkan sesuatu yang lain, aksi sosial dan berbagi yang biasanya nampak formal menjadi kelihatan santai dan mengasyikkan. Dan satu lagi, tulus tanpa tedeng aling-aling, jauh dari nuansa politis, yang kian hari kian nampak palsu dan menjemukan.

Sedemikian niat, sedemikian juga harapan, berdirinya komunitas Blogger Nggersik juga mempunyai niatan yang sama dengan kaskuser regional Gresik itu, tapi tak pernah terwujud karena kesibukan anggota yang lain dan berbagai alasan, tapi itu bukan persoalan, karena kita mesti menyadari, seperti pernyataan founding father yang saya kutip diatas, dipundak anak muda kreatif seperti merekalah Gresik masa depan itu dibebankan, di tangan-tangan trampil dan ide-ide besar merekalah Gresik dengan segenap harapan itu hendak diwujudkan. Semoga.

Gresik Valdemar

Di belahan dunia nan jauh, tepatnya di negara Denmark di belahan Skandinavia, Gresik adalah nama sebuah produsen pembuat teh, soal teh terkenal atau ecêk-ecêk saya butuh konfirmasi lebih lanjut dari Henriette Bjerregaard pemilik blog itu.

Saya juga sulit membedakan, apakah Gresik adalah nama produsen teh, atau Henriette Bjerregaard yang hanya membuat tas tempat teh dengan nama Gresik Valdemar lalu menjualnya secara online lewat blog-nya, saya juga menunggu konfirmasi yang telah saya layangkan lewat sebuah email yang sampai saat ini belum mendapat tanggapan dari pemilik blog itu.
Continue reading ‘Gresik Valdemar’

Tiga Tahun Sudah

Tentu teman-teman saya di nggersik.com itu sepakat, dari warung kopi pojok itulah semua berawal-mula, warung kopi pojok kota kecil pinggiran, dan begitulah pertemuan yang tak pernah bisa ditentukan, dari ngeblog, email, komentar-komentar singkat, dan chatting serta janji-janji molor akhirnya kita dipertemukan.

Terasa semua berangkat dari sebuah kebetulan, ngobrol, ngopi, ngudut, corat-coret sederhana, sedikit idealisme dan keyakinan, lahirlah nggersik[dot]com sebagai pilihan, dan seperti seorang anak dengan mainan barunya, terlintas menjadikan nama itu sebagai agregator sederhana, merapatkan barisan dengan rapat-rapat larut malam, launching gremeng-gremeng, dan seperti tak ingin kehilangan momentum, tanpa komando dan semua mufakat, 19 mei 2008 tepat sehari sebelum kebangkitan diperingati secara nasional, kita mengabadikan hari itu sebagai hari kebangkitan blogger nggersik.

Entah dari mana sebuah permusyawaratan itu dianggap sebagai sebuah kebangkitan, barangkali karena keyakinan dan sedikit idealisme kala itu kita tak pernah menganggap ngopi dan ngobrol yang melahirkan kebangkitan bersama itu sebagai sesuatu yang ajaib, tapi selanjutnya kita musti menyadari, yang tak kita punyai adalah bagaimana merawat idealisme dan keyakinan itu sendiri.
Continue reading ‘Tiga Tahun Sudah’

Dari Semanggi

Karena gambar akan bercerita banyak hal

Saya mengenalnya secara kebetulan, disebuah jalan, yang pernah dianggap sebagai jalan lintas yang cepat, sebuah jalan yang samar terdengar pernah diperebutkan, karena sebuah objek yang sama kami dipertemukan, ya, seorang penjual semanggi tua di pinggir trotoar jalan.

Asli Gresik yang sekarang entah bagaimana kabarnya, blognya yang banyak berisi hasil jepretan tentang Gresik itu lama ditinggalkan, karena tuntutan pekerjaan sebagai seorang pewarta barangkali telah membawanya ke tempat yang jauh, dan kesibukan telah membuatnya lama tak memperbarui blog, ia hanya meninggalkan sederet hasil rekam jejak tentang Gresik melalui sebuah lensa dengan sedikit kata, dan akhirnya saya merasa, apa yang ia tinggalkan disana menceritakan banyak hal tentang sebuah kota yang pernah suatu ketika dalam sejarah mengalami masa kejayaannya dan sekarang berada dalam masa terburuknya.

Bagaimana merekam keadaan sosial Gresik lewat beberapa ukuran lensa barangkali bukan tanggung-jawab yang harus ia selesaikan, disini, dengan mengutip sebagian atau keseluruhan, saya ingin mengabadikan dengan cara saya tanpa harus kehilangan gambar dari lensa beresolusi tajam yang pernah ia pegang.

ps : gambar dari tovan photo

Terima Kasih

Karena ucapan terima kasih, barangkali tak pernah cukup, tapi setidaknya, hanya ini yang bisa dilakukan.

Kali ini, saya tak hendak mewakili siapa-siapa, karena sekedar berterima-kasih adalah sesuatu yang mudah dilakukan, dan entah untuk keberapa kalinya saya mesti berterima kasih kepada Arek resek itu.

Terima kasih saya bukanlah tanpa sebab (sudah biasa kan?) duh, tapi mau gimana lagi, barangkali penghasilan dollar-nya dari blogging selepas Piala Dunia Afrika 2010 membawa berkah berlimpah, hingga ia berbaik hati memperpanjang domain nggersik.com yang hampir semaput itu sampai tiga tahun kedepan, sayangnya tak dilengkapi dengan pembayaran hostingan, hehehehe…. 🙂

Continue reading ‘Terima Kasih’

Chu

Panggil saja saya “Chu”, lebih singkat, tak merepotkan, karena saya mempunyai nama panjang yang agak  ribet disebutkan, terlebih bagi lidah yang tak terbiasa mengucap kata-kata dari negeri gurun pasir itu. Karena ia tinggal di nggersik, aseli blogger nggersik, dan seperti biasa, iapun mendapat panggilan sepadan, “cak chu”, chu bukan che yang dibaca Ernesto, dan setidaknya seperti arek nggersik yang lain, sedikit shakespearisme, “Chu” adalah panggilan, seperti arest(arek resek), ciplis, i’o, o’on, sogol, maka “Chu” bisa sejajar dengannya.

Tapi “Chu” yang ini sedikit mirip dengan “Che” yang dibaca “Guevara” dibelahan bumi lain, tentu saya punya alasan singkat, cepat, dan ringkas dalam mengambil kesimpulan ini, sederhana saja, karena saya telah membaca tulisannya di sebuah tabloid yang tak lagi terbit sebagai pembuka tabloid lokal berbau pembela kekerasan dalam rumah tangga. Dan “chu” seperti halnya “che” yang disana, setidaknya adalah seperti Bhisma.

Continue reading ‘Chu’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,466 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</