PNS

Jika ia didefinisi sebagai pegawai negara, sudah sepatutnya ia tunduk dan melayani pemilik negara, yakni rakyat, sebaliknya, jika ia adalah pegawai pemerintah, mereka hanyalah abdi bagi atasannya

Saya tak hendak menyoal etos kerja, karena jika saya menyodorkan pilihan kata seperti berikut ini, santai, gila hormat, upeti, uang lelah dan seterusnya, saya yakin, saya akan memiliki teman jauh lebih banyak dibanding dengan audiens yang memilih kata bernada positive dan penuh antusiasme, itu jika audiensnya diluar mereka dan mempunyai sedikit keberanian untuk sejenak memilih dengan jujur.

Kenapa perilaku sebagian pegawai itu sudah menjadi sedemikian bobroknya?, anda tak perlu susah mencari jawaban atas pertanyaan seperti itu, karena jawabannya sudah sedemikian mengakrabi dan dekat di telinga kita semua, sedang proses, reformasi birokrasi sedan berjalan, tak semudah membalikkan telapak tangan, dan beberapa gudang kalimat lain yang kesemuanya akan bernada sama jika niat ditabuh.

Terakhir dalam postingan kali ini, saya tak hendak sepenuhnya menyematkan keburukan itu pada mereka, meskipun mengenai hal ini sedang saya usahakan dalam tulisan yang lain, saya dan sampeyan, ya, anda, masyarakat kita, bukankah ikut andil terciptanya budaya seperti itu?, meskipun teman saya yang duduk disebelah ini akan selalu membela masyarakat dengan berkata, “diberi, yang menurut mereka seikhlasnya saja masih enggan melayani dengan baik, apalagi jika ikhlas itu dalam pengertian mereka terlalu rendah untuk uang lelah, bisa sampeyan bayangkan mas, jika sama sekali enggak!”.

Saya tak hendak membayangkan seperti apa layanan pegawai pemerintah yang seharusnya hanya sebagai regulator negara itu, karena pengingat akan buruknya layanan abdi negara itu datang lebih dulu daripada tulisan ini sebagai sebuah bentuk peringatan, seperti Louis Kraar dalam Indonesia on the move, pengamat ekonomi asia selatan itu mengatakan, bahwa Indonesia tinggal menunggu waktu menjadi negara halaman belakang (back yard) bagi negara-negara Asia lainnya jika tidak segera diperbaiki budaya lembek bekerja. Senada dengan Lous Kraar, ada telaah Gunnar Myrdal, dan Gresik masih menjadi bagian dari Indonesia bukan?.

Catatan : Tulisan ini terinspirasi dari kabar jauh blokir pertemanan.

3 Responses to “PNS”


  1. 1 areztdotcomfyiscoop October 10, 2012 at 7:34 am

    Mohon ijin listing nggersikdotcom ke fyi yah mas tq😀

  2. 2 2PAI October 23, 2012 at 12:53 pm

    Gue seorang Pegawai negeri (Masih ptt hehee :-p ). gue juga menyayangkan sikap para PNS yang terkadang bekerjanya seolah nggak ikhlas dan maksimal. Mungkin kita perlu belajar keikhlasan dan juga penerimaan.
    Numpang promo.
    Jangan Lupa!!! KONSER J-ROCKS tgl 27 OKTOBER 2012
    Infonya di sini :http://rumahrifai.wordpress.com/2012/10/23/konser-j-rocks-oktober-2012-di-jawa-timur/

  3. 3 ISMAIL February 13, 2014 at 5:22 am

    Assalamu’alaikum wr wb…
    Dalam surat ini saya ingin berbagi sebagai rasa cinta saya kepada GRESIK dan masyarakatnya. Ternyata ada PEMUDA dari GRESIK yang mendunia sampai JERMAN.
    Saya ingin bersurat dan mungkin bisa dimuat dan menjadi inspirasi bagi kita semua pada umumnya dan PEMUDA dan REMAJA gresik pada khususnya. Membaca blog berikut ini, blog resmi dari ITS : http://www.its.ac.id/berita/13139/en, ingatan saya kembali ke masa 2007an. Saat itu saya kenal dengan seorang pemuda yang luarbiasa, namanya FITRULLAH di daerah Kebomas Gresik. Dia memiliki pribadi yang luar biasa, tulus ikhlas untuk membantu masyarakat, mulai petinggi Gresik, Sekda, dll sampai tukang becak, gelandangan dsb melalui kemampuan beliau yang luarbiasa dalam hal pengobatan, akupressur. Bahkan sayapun pernah diobatinya. Mata saya yang sering sakit, dengan sekali diterapi oleh Beliau langsung menjadi cerah dan esoknya keluar serbuk-serbuk halus seperti pasir. Kemudian setelah berikhtiar kemana-mana untuk mendapat momongan, atas ridho Allah melalui Beliau, setelah diterapi selama 1 bulanan, saya dan keluarga dikarunia momongan dan sekarang sudah 2 putra saya. Setelah pertemuan yang singkat itu, tiba-tiba dia menghilang. Dan tanggal 7 Februari 2014 kemarin saya baca di media ITS bahwa ada Pemuda dari Gresik bernama Fitrullah, lulusan ITS dan memang Beliau juga lulusan ITS, telah menciptakan herbal yang luarbiasa sampai menembus dunia pengobatan JERMAN dan sekarang posisinya di SEKAR KEDATON, GIRI, GRESIK. Apakah memang pemuda dalam media ITS itu memang Beliau ya? Semoga memang Beliau dan kalau melihat rekam jejaknya memang Beliau. Alhamdulillah semoga Sukses Selalu untuk Beliau dan ingin saya menemui Beliau.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: