Archive for January, 2012

Kebijakan

Awal mula prinsip kebijakan yang baik itu dapat dilihat bagaimana seorang kepala rumah tangga itu menerapkan kebijakan yang diambilnya untuk pemerintahan terkecil, pemerintahan di rumah-tangganya.

Dengan waktu yang tidak memungkinkan, saya tak ingin memperjelas dan memperpanjang mengenai hal ini, ringkasnya, saya hanya ingin bilang, jika ada pemimpin yang amburadul dalam mengambil kebijakan, sampeyan bisa menduga-duga dan membayangkan bagaimana amburadulnya kebijakan yang ia terapkan dalam kehidupan rumah tangganya. Oh ya, rumah tangga pemimpin sampeyan adalah ranah pribadi, daerah tak tersentuh dan ditutup rapat-rapat, untuk itu saya bisa jadi salah menilai.

Tapi penting untuk sampeyan ketahui, paragraf pembuka diatas terinspirasi oleh apa yang pernah dikatakan seorang British Statesman and Prime Minister yang hidup di era 1868-1894, William Ewart Gladstone, karena ini bukan British, tapi ini Gresik, karenanya saya mengubah sesuka-suka saya, dikarenakan ini adalah kebijakan di hari senin.

Pantai Delegan, Wisata Gresik Dahulu Dan Kini

Ini untuk sampeyan semua, yang dari sekian banyak komentar mempunyai pendapat berbeda mengenai wisata Gresik pantai Delegan, pertama kali saya menuliskannya di blog ini ber-almanak 9 Januari 2008, dan yang saya coba tampilkan untuk posting kali ini mengenai pantai Delegan Wisata Gresik adalah photo dan gambar-gambar terakhir pantai Delegan yang salah dua-nya saya ambil dari sini, tentu saja gambar dan photo terbaru dibandingkan dengan photo dan gambar yang saya ambil diseputaran 2008. Keseluruhan gambar diposting tulisan ini adalah hak sepenuhnya Penikmat Perjalanan & Wisata Indonesia itu, tanpa saya mohon ijin terlebih dahulu, dan semoga saja dijinkan.

Jika gambar dan photo menurut keyakinan kebanyakan orang akan jauh lebih bisa bicara daripada kata-kata, maka, sampeyan bisa dengan lebih teliti mengunjungi The Aroengbinang Travelog itu untuk setidaknya menilai sejauh mana pengembangan potensi wisata daerah oleh pemerintah Gresik selama 4(empat) tahun semenjak 2008 sampai dengan 2012. Selamat mencatat dan menikmati setiap perjalanan wisata sampeyan.

Salah Bicara

Ada orang-orang yang salah bicara, lebih tepatnya salah topik, saya ragu jika ini sebuah ketidak-sengajaan, karena kerap kali hal seperti ini justru dilakukan dengan sengaja oleh para pejabat, mengambil kesempatan yang tidak pada tempatnya, mereka para penguasa yang  memaksakan diri untuk menunjukkan banyak keberhasilan daripada mendengar keluhan, jika mereka berada di puncak jabatan tertinggi, maka kesempatan bicara atau sekedar sambutan singkat yang dberikan kepadanya  akan digunakan untuk menunjukkan bahwa setiap keberhasilan adalah berkat usahanya, jika wakil penguasa diberi kesempatan, apa yang maksimal ia bisa lakukan hanyalah memuja penguasa tertinggi saat itu.

Karena saya tak pernah jauh meninggalkan kota Gresik, maka kejadian salah bicara, salah topik, sikat habis setiap kesempatan abaikan setiap keluhan hanya terjadi disini, di Gresik, di kota yang konon penuh dengan harap terjadinya perbaikan, Gresik yang lebih baik.

Salah topik dan salah bicara tidak selalu akan salah sasaran, agaknya ini diketahui dengan benar oleh penguasa atau pejabat yang mewakili disetiap kesempatan memberikan sambutan, memanfaatkan keluguan dan ketidak-tahuan setiap yang hadir adalah peluang memancangkan ingatan, bahwa ini adalah berkat usaha keras mereka, tapi mereka lupa, hal-hal yang berlebihan akan membuka lebar-lebar setiap jengkal kegagalan dibalik klaim keberhasilan,  bagaimana bisa sebuah kemajuan pembangunan itu diukur dari besarnya nilai bantuan dari luar potensi daerah Gresik itu sendiri?.

Tulisan ini hanya sekedar catatan singkat saya ketika mendengar wakil penguasa itu memberikan sambutan sebagai yang mewakili Kepala Daerah Kabupaten Gresik disalah satu acara, jika ia bisa dengan mudah mengukur kemajuan Gresik hanya dengan besarnya bantuan dari luar potensi daerah Gresik, ijinkan saya mengukur seberapa dangkal kapasitas mantan petinggi salah satu dinas itu.

Gresik Kota Tua

Tak butuh banyak alasan untuk sekedar “suka”, ya, saya suka melihat ini, bisa jadi ini sebuah memorabilia yang berlebihan,  karena saya membayangkan Gresik sebagai kota tua, Gresik sebagai kota lama yang banyak tercatat dalam bertumpuk-tumpuk lembar sejarah tak melupakan peninggalan yang bisa dinikmati hingga masa kekinian, tapi sayang, ini bukan kota lama Gresik, ini sebuah kota lama tepi pantai di Algorta, Spanyol.

Nampaknya saya berada di tengah kawasan kota lama Gresik, di gang-gang sempit kawasan kampung Arab, atau daerah diseputaran jalan Setia Budi, atau tengah menyusuri jalan Basuki Rachmat Gresik sampai Jalan Nyi Ageng Arem Arem. Itu terjadi hanya sekarang, dan dikemudian hari, saya hanya bisa menikmatinya dengan cara yang ironi dan tragis, hanya dengan memandangi sebuah potret mati kawasan kota tua, jauh dibenua lain, potret-potret mereka yang mampu mempertahankan bangunan tua sebagai cagar budaya tanpa ketertinggalan di tengah modernitas.

Apa kabar perda cagar budaya Gresik?, apa kabar pemerhati budaya Gresik?, apakah ia hanya proses hearing dan akhirnya mandeg?,  apakah hanya dengan cara memindahkan dari meja birokrasi yang satu ke meja birokrasi yang lain kita mewariskannya?.

Masa Tua

Bagi sampeyan yang memilih Gresik sebagai kota pilihan terakhir untuk mengistirahatkan jiwa yang lelah dan tubuh yang semakin keropos digerus usia, ada baiknya sampeyan melakukan negosiasi ulang dengan niatan sampeyan tersebut. Alih-alih mendapat ketenangan, sampeyan malah jauh dibikin ribet dengan segala ketidakberdayaan di hari tua.

Jika Gresik sebagai kawasan industri itu tidak mengenal hari libur sebagai jeda dan sedikit sekali upaya menghijaukan kawasan lain, adakah sebuah jaminan dari langit bahwa udara yang kita masukkan paru-paru dengan susah payah itu adalah udara bersih yang sangat dibutuhkan tubuh diusia senja, ini belum persoalan air bersih yang secara nyata-nyata dibutuhkan, tapi tak jelas mana ujung mana pangkal, belum lagi soal harga-harga makanan pokok yang mahal, yang konon katanya jauh lebih mahal dari Surabaya, padahal Gresik hanyalah sebagai kota penyangga.

Bencana adalah soal lain selain persoalan yang saya sebutkan diatas, seperti banjir tahunan, yang dari rezim pendahulu sampai penguasa berikutnya, penyelesainnya hanya dengan saling menyalahkan dan bicara di koran, maka sampeyan layak memperhitungkan letak geografis wilayah yang akan sampeyan tinggali di hari tua itu, bebas banjir atau langganan banjir.

Terakhir, yang tak kalah jauh lebih pentingnya adalah sarana kesehatan. Untuk uang satu ini saya percaya, bahwa sampeyan sudah memperhitungkan dengan baik dan benar, dan tentu saja tidak mengabaikan hal lain yang sudah sangat sedikit saya sebut diatas.

Apa yang sampaikan ini bukanlah upaya untuk menghalang-halangi niat sampeyan yang sudah dipikirkan bertahun-tahun dengan menimbang segala hal baik dan buruk, ini hanya sekedar upaya mengingatkan, bagaimana menjadikan Gresik tak hanya sebagai kota Industri, tapi sebagai sebuah kota yang layak huni.

Tambak 1926

Alkisah, konon katanya, inilah potret tambak di Gresik, sebelum atau ketika 1926, entah darimana raksasa ensiklopedia dunia itu mendapatkan gambar tersebut, jangan-jangan mereka salah ambil gambar, tapi jika benar, bolehkah saya tahu dimana sesungguhnya lokasi dari gambar ini.

Tambak ditahun 1926 barangkali akan mudah ditemui, jadi apa tepatnya lokasi gambar itu sekarang ini, bangunan kokoh berpagar tinggi, atau bangunan dengan cerobong berasap hitam dengan penjagaan ketat satpam didepan pintu masuknya.

Mengamati lamat-lamat gambar diatas serasa saya sudah pergi rantau ratusan tahun lamanya, seperti kata orang-orang, pulang kampung dari tanah rantau pada akhirnya hanyalah pulang kembali pada kenangan.

Gresik Regional Kaskuser

“Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia”, demikian Ir. Soekarno pernah mengatakan dengan penuh semangat dan harapan

Seharian kemarin saya memang berniat bernostalgia dengan kaskus, forum portal yang tersohor dengan tag “The Largest Indonesian Community” itu, sejauh ingatan, di forum itulah saya pertama meregisterkan id saya, forum lokal yang sedemikian sangat ramai, tak hanya saat itu, dan sepertinya sampai saat ini, sebagai orang yang pertama kali masuk di forum, saya hanya sebatas membaca posting dan komentar beberapa member yang lain, terutama di forum buku, dan terutama lagi dengan thread download e-book beberapa novel yang mungkin saja diupload secara illegal dengan semangat berbagi.

Seiring waktu, perlahan saya semakin jarang mengunjungi kaskus, terkecuali ada kasus dengan buku yang menghebohkan, seperti kasus buku Gurita Cikeas dan beberapa kasus pelarangan yang berkaitan dengan buku-buku yang secara nasional cukup menghebohkan, saya mengunjungi kaskus dengan membawa dua pilihan, pertama, download saja ketika ada member yang merujuk ke salah satu link untuk download, dan buku tersebut tiba-tiba saja sulit didapatkan dari toko-toko buku, atau kedua, beli dengan membaca review terlebih dahulu dan yakin bahwa buku itu memang layak untuk dimiliki.

Kunjungan saya ke kaskus kemarin adalah kunjungan yang berbeda, saya mendapati Kaskus regional Gresik yang memang cukup berwarna, dan tidaklah mengherankan, karena dengan klak-klik singkat, saya tahu, dibalik forum kaskus regional Gresik itu ternyata di pandegani oleh beberapa anak muda yang kreatif, anak muda yang peduli dan ingin berbagi, berangkat dari semangat induk mereka yang besar, Kaskus. dan yang sejauh yang saya ketahui, dibalik nama besar Kaskus juga berdiri beberapa orang muda kreatif yang telah mampu menunjukkan diri, bahwa paradigma itu berubah, mereka adalah beberapa dari sekian banyak online entrepreneur sukses yang mengawalinya dari niat berbagi sesama.

Niat saling berbagi itu tidak hanya berada dalam obrolan thread remeh-temeh, tapi benar-benar mereka ujudkan dalam aksi berbagi nyata, silahkan mengunjungi hasil dokumentasi aksi-aksi mereka dari mulai bakti sosial sampai usaha keras memperkenalkan potensi wisata Gresik dengan photo-photo narsis ala anak muda. Tapi justru dengan ke-narsis-an merekalah membuat regional gresik itu menjadi hidup dan menampilkan sesuatu yang lain, aksi sosial dan berbagi yang biasanya nampak formal menjadi kelihatan santai dan mengasyikkan. Dan satu lagi, tulus tanpa tedeng aling-aling, jauh dari nuansa politis, yang kian hari kian nampak palsu dan menjemukan.

Sedemikian niat, sedemikian juga harapan, berdirinya komunitas Blogger Nggersik juga mempunyai niatan yang sama dengan kaskuser regional Gresik itu, tapi tak pernah terwujud karena kesibukan anggota yang lain dan berbagai alasan, tapi itu bukan persoalan, karena kita mesti menyadari, seperti pernyataan founding father yang saya kutip diatas, dipundak anak muda kreatif seperti merekalah Gresik masa depan itu dibebankan, di tangan-tangan trampil dan ide-ide besar merekalah Gresik dengan segenap harapan itu hendak diwujudkan. Semoga.


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 138,963 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</