Archive for December, 2011

Jeneng

Jeneng (baca: nama), kata teman saya suatu ketika, adalah sebuah pertanda bahwa kekuasaan itu ditancapkan sejak semula, seperti nama itu disematkan dari orang tua anda ke sampean, dan juga seperti sampeyan memberikan nama kepada anak anda, dengan mencari referensi sana sini, dengan bertanya kepada seseorang yang anda percayai bahwa calon nama anak anda itu akan memberikan berkah, dan seperti juga petuah religius, sebagai orang tua, sampeyan berkewajiban memberikan nama yang baik untuk anak-anak sampeyanm meski pada kemudian anda terkadang bertanya-tanya, apa sesungguhnya arti nama yang diberikan orang tua untuk sampeyan itu.

Untuk sebuah jeneng yang berubah, sebuah nama yang tidak konsisten, nama yang dipadatkan, atau demi sebuah jeneng yang dicari-carikan arti, sebuah jeneng dengan serentetan makna, dari Persegres Gresik ke Gresik United, dan kemudian kembali ke Persegres Gresik, saya usil dan bertanya, apa arti sebuah nama bagi sampeyan, apakah seperti kata Shakespeare lewat dialog Romeo Montague dan Juliet Capulet, What’s in a name? That which we call a rose.

Untuk memastikan perubahan jeneng itu baik, sesekali kita perlu mencoba bertanya kepada Ki Joko Bodho hanya dengan melakukan sms dengan format REG JENENG.

Penghargaan, Sebuah catatan

Setidaknya sampeyan boleh berbangga jika Gresik mendapatkan penghargaan sebagai Innovation Leadership Award 2011, sebuah penghargaan Kementerian Riset dan Teknologi untuk pemimpin paling innovatif skala Nasional, dan untuk bidang yang lain, seperti di bidang Pekerjaan Umum, Gresik keluar sebagai juara I nasional Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi. Sedangkan penghargaan satu lagi, juara I UKM Award yang diraih salah seorang pelaku UKM Gresik binaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik.

Jika sederet penghargaan adalah sebentuk apresiasi atas sebuah keberhasilan dan Innovation Leadership Award 2011 adalah jawaban atas slogan Gresik lebih baik, maka atas sebuah keberhasilan apa sederet penghargaan itu diberikan. Jika penghargaan-penghargaan itu diberikan sehubungan dengan dibangunnya Sarana Wahana Rekreasi di Tlogodendo, pembangunan Gapura selamat datang di Segoromadu, bendung gerak Sembayat dan percepatan Lapter di Bawean, bukankah hal-hal tersebut masih dalam proses pembangunan?. Jika hal itu benar, maka apa yang berada dalam tahap perencanaan seperti rencana Pembangunan Sarana Olahraga di Gunung Lengis dan Pembangunan Graha Pemuda dan Olahraga Kanjeng Sepuh di Sidayu terlalu dini untuk bisa dinilai dan dianggap sebagai sebuah inovasi keberhasilan. Maksud saya, ia masih berada dalam rentang angan-angan (perencanaan).

Tentu, kita butuh apresiasi atas upaya-upaya besar yang telah dilakukan pemerintahan daerah Gresik dari otoritas pemerintahan diatasnya, apapun nama dan bentuk penghargaannya, karena penghargaan memberikan energi untuk terus ber-kreasi dan ber-inovasi dalam kerangka mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Segala penghargaan seharusnya adalah sebuah apresiasi tanpa mengesampingkan persoalan-persoalan penting dan mendesak kebutuhan pokok masyarakatnya, persoalan pelayanan air bersih di Gresik adalah salah diantara yang banyak.

Terakhir,  untuk mempersingkat, menurut teori kebutuhan Abraham Maslow, sebuah penghargaan barangkali adalah sebuah bentuk aktualisasi diri masyarakat sepanjang kebutuhan yang mendasar itu terpenuhi dengan baik terlebih dahulu. Dan teori itu terpapar dalam bentuk sebuah hierarki, ia disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial.

Dikutip dari berbagai sumber :


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 138,963 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</