Sajak Kota

Jika sebuah kota butuh puisi untuk mengukuhkannya dalam serentetan kata melankolia, ijinkan saya mengutip sebuah puisi Aan Mansyur yang berjudul “Kota: Anak desa yang kurang ajar”, yang ia tulis diseputar 2007.

Saya memilih sajak Aan Manysur itu bukan tanpa alasan, saya rasa, ia sajak yang paling tepat untuk memberikan gambaran tentang kota-kota besar, kemiripan keserakahan sebuah kota besar menjadikan Gresik tak ubahnya sama kejam dengan kota-kota besar lainnya di negeri ini, ketidak-pedulian petinggi sebuah kota, industri yang menggila, dan masyarakat heteregon yang acuh terhadap masa depan kotanya sendiri. Akankah Gresik menjadi anak desa yang kurang ajar?.

KOTA: ANAK DESA YANG KURANG AJAR
2007

Kota adalah anak desa yang amat kurang ajar.
Tidak satu pun petuah yang dia mau dengar.
Dia kira bisa dewasa dengan membakar lembar
buku-buku tua dan hanya membaca surat kabar.

Kota menikah dengan orang asing lalu lahir
anak-anak yang setengah mati pandir dan kikir.
Dia mendirikan banyak bangunan tanpa pikir,
mall, hotel, bioskop, restoran dan lahan parkir.

Kota mengajak orangtuanya datang jadi pembantu
dengan mengirimkan hiburan-hiburan ke kampung
televisi tak pakai antena atau sinyal telepon genggam.
Katanya, semua itu sekadar bayaran atas hutangnya.

Kota menyuruh anak-anaknya pergi ke kampung
membangun villa dan membuka usaha tambang.
Orang-orang asing datang berwisata dan pulang
membawa bertruk-truk emas, minyak dan uang.

Kota sedang berpesta pora makan-minum sepuasnya
hingga mabuk di atas perut orangtuanya yang sabar.
Hanya begitu caranya menghibur diri sebab dia sadar
semakin hari semakin besar dan subur rasa sesalnya.


Sebagai penutup sajak tentang kota, Aan mansyur mengingatkan para perantau yang pulang kampung ke kota asalnya, sesungguhnya mereka hanya pulang ke kenangan, tidak ke kota yang asali saat jejak terakhir itu ditinggalkan, seperti dalam “Kota dalam Catatan Seorang perantau”, lalu serta merta kita akan bilang bahwa inilah kemajuan sebuah kota, atau sesungguhnya ia hanyalah tanda untuk mengubur dalam-dalam kenangan tentang sebuah kota.

KOTA DALAM CATATAN SEORANG PERANTAU
2007

Aku pulang menjenguk kota kelahiranku, namun
aku merasa merantau ke sebuah kota yang baru,
kota asing yang tak pernah kudatangi sebelumnya.

Kau tahu, dulu kota kelahiranku dibelit sungai dalam.
Matahari berwarna jingga hingga jam sembilan malam.
Matahari bangun lebih awal dengan iringan riang burung,
biasanya ketika doa-doa shalat subuh baru saja rampung.

Kini di kota ini hanya ada siang, tidak ada lagi malam.
Orang-orang tak suka tidur. Tidur sejam akan membuat
mereka tertinggal seratus malam. Dalam sejam kota ini
mampu berganti jadi kota-kota yang lain berulang kali.

Catatan ini tidak aku tuliskan karena kehilangan kota
kelahiranku itu. Tidak. Semata hanya ingin mengatakan
kepada semua orang agar merawat ingatan baik-baik
sebab perantau seperti aku hanya akan pulang ke kenangan.

4 Responses to “Sajak Kota”


  1. 1 syifa July 19, 2011 at 7:46 pm

    Komen apa yaa.. just blog walking…🙂

  2. 2 Muhammad Afif Effendi August 4, 2011 at 10:39 am

    Salam kenal cak… dari orang Gresik sendiri…🙂

  3. 3 cakpii August 31, 2011 at 12:53 am

    ayo bung, rebut kembali!!

    ceperan iklane rek hahahaha…..

  4. 4 koko October 4, 2011 at 4:18 pm

    Maju lagi, menulis lagi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,137 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: