Gresik Kota N-CheR

Jangan bilang Dari Gresik kalau belum tahu N-CheR, Apasih N-CheR?…. Siapasih N-CheR?….Kenapa sih N-CheR?… N-CheR adalah band, Personilnya ada Enchup, Chendol, Opie, Gendutz, Apiet, Karna N-CheR adalah Soundtraknya Masyarakat Gresik, Band ini membawa bahasa jawa original keseharian masyarakat Gresik

Jika musik adalah bahasa yang universal, dan jika N-Cher band benar-benar membawa bahasa jawa original keseharian masyarakat Gresik, maka N-Cher dengan segala ngakak yang kocak dan bahasa Gresik’an yang membumi tengah melawan sebuah kekuatan besar yang universal itu.

Saya bukan pemilik Gresik, tapi jika saya adalah orang yang memiliki Gresik, tanpa ragu saya akan setuju jika N-cher mengaku bahwa mereka adalah soundtracknya masyarakat Gresik, bukankah dalam bermusik tak harus selalu sesuai dengan apa yang laku dipasar, ia butuh karakter, ia butuh bentuk, dan jika musik melulu seperti pasar, barangkali ia akan bilang, musik sudah kayak preman pasar seperti dalam lirik lagu “atiku”.

Masih dalam lirik atiku, di Gresik, jangan harap akan menemui kopi latte, capucino atau hot caramel, sampeyan hanya akan menemui kopi tubruk di pinggiran jalan, kopi tubruk yang menjadikan canda keras dan pedas penuh sindirian menjadi mathuk dan gathuk. Di warung-warung kopi pinggiran itulah keakraban mencoba dibentuk.

Dalam “Bul Balibul” itu saya juga menjadi bisa jauh melihat, sebuah pengakuan jujur bahwa yang ke-Inggris-Inggrisan itu selamanya tak mudah dilakukan apalagi dimengerti, jika dengan bahasa asing sebuah pesan tak tersampaikan, maka pesan moralnya adalah “jangan dipaksakan”, selanjutnya adalah bagaimana bahasa Jawa Gresik keseharian itu dicocok-cocokkan agar ia tak kehilangan ritme dalam tangga nada-nada musik yang akan semakin jauh menjadi tak tertangkap, tanpa melepas yang kocak dan membikin kita tetap ngakak.

Lagi-lagi saya tidak sedang menilai bagaimana bermusik itu harus ditentukan, saya bukan pengamat, tapi lebih menjadi penikmat, apa yang lokal, apa yang original, apa yang mudah untuk dimengerti karena ia sehari-hari, musik dengan jawa original Gresik, kopi tubruk, dan semua guyonan warung kopi tak mutu, tapi inilah musik N-Cher yang hidup dan membumi, N-Cher band yang tak meninggalkan sehari-hari.

Sebagai akhir, N-Cher band meninggalkan sebuah pertanyaan yang syarat moral, “Warasan endi?”, ketika laku tindak kita sebagai manusia dan masyarakat Gresik semakin hari semakin gak kathok’an. Pak lurah dalam lirik Kokoq beluk ndangdut-an bisa menjadi salah satu contoh diantara sekian yang banyak.

nb: foto, link, dan downlod lagu adalah hak sepenuhnya N-Cher band, sekira saya tak salah sampeyan bisa mengunduhnya secara bebas dari sini, saya mendapatkan link itu dari seorang teman lewat sebuah jejaring sosial, awalnya penasaran selanjutnya ngakak sendirian.

1 Response to “Gresik Kota N-CheR”


  1. 1 ncherband June 12, 2011 at 5:41 am

    matur suwun kang pengeran sing mbales nek aku luput yo elingno yo kang suwun sanget


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,157 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: