Tiga Tahun Sudah

Tentu teman-teman saya di nggersik.com itu sepakat, dari warung kopi pojok itulah semua berawal-mula, warung kopi pojok kota kecil pinggiran, dan begitulah pertemuan yang tak pernah bisa ditentukan, dari ngeblog, email, komentar-komentar singkat, dan chatting serta janji-janji molor akhirnya kita dipertemukan.

Terasa semua berangkat dari sebuah kebetulan, ngobrol, ngopi, ngudut, corat-coret sederhana, sedikit idealisme dan keyakinan, lahirlah nggersik[dot]com sebagai pilihan, dan seperti seorang anak dengan mainan barunya, terlintas menjadikan nama itu sebagai agregator sederhana, merapatkan barisan dengan rapat-rapat larut malam, launching gremeng-gremeng, dan seperti tak ingin kehilangan momentum, tanpa komando dan semua mufakat, 19 mei 2008 tepat sehari sebelum kebangkitan diperingati secara nasional, kita mengabadikan hari itu sebagai hari kebangkitan blogger nggersik.

Entah dari mana sebuah permusyawaratan itu dianggap sebagai sebuah kebangkitan, barangkali karena keyakinan dan sedikit idealisme kala itu kita tak pernah menganggap ngopi dan ngobrol yang melahirkan kebangkitan bersama itu sebagai sesuatu yang ajaib, tapi selanjutnya kita musti menyadari, yang tak kita punyai adalah bagaimana merawat idealisme dan keyakinan itu sendiri.

Usia, perjalanan, jarak, dan pertarungan dengan kehidupan masing-masing akhirnya membuat kita menjadi manusia yang berbeda, tapi kita mahfum, dan akhirnya salah satu diantara kita mempertegas, “untuk menjadi hidup, cacing-cacing dalam pencernaan kita tak butuh idealisme, mereka butuh sesuatu yang pragmatis, sesuatu yang mengenyangkan”, tapi lagi-lagi ia benar, dengan segala konsekwensi yang harus ditanggung, apa yang semula kita yakini dan perjuangkan harus kita tinggalkan tanpa meninggalkan pertanyaan bagaimana ia kini, apakah semua baik-baik saja dan tetap berada sebagaimana mestinya.

Dulu, dengan semangat dan sebuah keyakinan, jarak yang memisahkan sedemikian jauh bisa terasa dekat lewat sebuah nama yang kita ritualkan menjadi nggersik[cot]com, sekarang, tak bisakah lewat secangkir kopi dan nggedabrus sedikit kemlinthi kita berharap sebuah pertemuan kembali, setelah tiga tahun sudah, tak perlu meriah, tak perlu serius, seperti biasa, sederhana saja, dengan bercangkir-cangkir kopi dan sesembahan sepuluh senti yang kita sesakkan dalam asbak.

Selamat berhari-jadi yang paling sunyi untuk nggersik[dot]com, apakah sekarang saatnya untuk kita bermusyawarah dan memindah-alihkan?, setidaknya, membuat pertambahan usia tak menjadikannya nampak semakin kisut dan mengkerut.

4 Responses to “Tiga Tahun Sudah”


  1. 1 DKPD May 22, 2011 at 10:11 pm

    bukan angkringan kan ya ?

  2. 2 DKPD May 22, 2011 at 10:12 pm

    salam dkpd🙂

  3. 3 Indra Gunawan June 7, 2011 at 1:42 pm

    emang udah tiga tahun mas Peyek…? Masih inget aja sampeyan..

  4. 4 dukunesse November 8, 2012 at 8:02 pm

    kalau sekarang sudah lewat empat tahun….

    kopi dan sesembahan sepuluh senti,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: