Archive for September, 2010

Pelayanan PLN


Dirut PLN, Dahlan Iskan, boleh saja menjadi raja koran, boleh jadi ia hebat karena menaikkan oplah secara menakjubkan ketika harian itu jatuh terpuruk, sederet panjang cerita kesuksesannya dapat mudah kita temui, itu harian koran, dan saya tahu, Dahlan iskan pun sadar, ia tengah gigih dengan idealismenya “PLN harus berubah”, dan saya yakin, Dahlan Iskan pun sadar sesadar-sadarnya, kini ia tengah merubah orang-orang di Pabrik setrum byar pet yang terlanjur terkesan “keterlaluan!”.

Tak mungkin tangan-tangan Dahlan iskan yang merubah nomor layanan yang tak bisa dihubungi, tentu saja pegawai PLN level kesekian, yang diatas sedang gencar-gencarnya, tapi yang dibawah terlanjur budaya, hasilnya masih sama, ini sepele, mungkin menurut sampeyan demikian, tapi tidak bagi mereka yang sedang memerlukan pelayanan, itu belum soal pabrik setrum jawa timur yang tengah melawan suap, bisa jadi perang dengan suap adalah perang yang dilakuan dengan byar pet tak pernah pet byar.

Advertisements

DiDem

Didem!, didem-demi, atau boleh jadi didekemi

Saya tak menemukan arti yang tepat untuk kata itu, terkesan seperti nilap, menghilangkan sesuatu dengan kesadaran, atau sebuah tindak korupsi yang bisa jadi terlanjur kita maklumi.

Sekira saya tidak salah ingat, saya menemukan kata itu di sebuah harian, dan ia memberikan arti singkat kata didem itu sebagai “diambil alih kepemilikannya”, tentu saja harian itu memuat soal mobil dinas mantan Bupati dan Wakil bupat Gresik itu, cerita lama tapi tak lagi baru.

Yang menarik adalah bagaimana perilaku saling lempar tanggung orang-orang yang mestinya melayani masyarakat, sepertinya, mereka adalah orang-orang yang benar-benar sangat terlatih untuk itu, dan satu lagi,  soal anggaran mobil dinas, ijinkan saya menguti kalimat wakil ketua DPRD Gresik yang saya dapat masih dari sumber yang sama, “Memang kabarnya seperti itu. Sebab, dari pembahasan awal tadi, belum diketahui. Tidak tahu lagi kalau anggarannya disusulkan”. Simaklah kalimat bertumpuk antara tahu dan tidak tahu dalam waktu yang hampir bersamaan, maka benarlah apa yang pernah disampaikan pemerhati bahasa itu, yang pernah menulis tentang politikus yang merusak bahasa.

Jika mantan pejabat doyan ngedem, doyan mengambil alih kepemilikan yang semestinya menjadi kepemilikan masyarakatnya, bukan alih-alih mengembalikan dan mengambil alih kepemilikan, maka akan mudah untuk dipahami, seberapa besar dan barangkali saja tak terhitung, seberapa banyak yang bukan hak milik telah didem oleh mereka selama ini.


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,870 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</