Sudut Pandang Lain

Adalah adil dan berkesan objektif, jika ada yang melihat Gresik dari sudut yang lain.

Jika sampeyan merasa bosan dengan setiap tulisan remeh yang ada disini lantaran setiap kali postingan terkesan bernada pesimis tentang Gresik, ada baiknya kita mendengar apa kata mereka yang baru tinggal di kota Gresik yang sudah terlanjur menjadi kota tak ramah dengan penghuninya ini.

Bukanlah soal siapa mereka, tapi setidaknya dari sana kita tahu, dan seharusnya melahirkan sebentuk kesadaran, bahwa mereka yang semestinya melayani dengan ramah itu tak lagi peduli dan sudah tak perlu malu-malu untuk benar-benar tak lagi peduli.

Sedikit kisah dari seorang teman yang ingin sekedar mendapat gambaran pariwisata Gresik dari dinas Pariwisata Gresik itu adalah sedikit narasi, demikianlah cara mereka melayani kepada masyarakat yang butuh informasi tentang Gresik, kunjungan online miskin informasi dan kunjungan offline setali tiga uang. Berikut saya kutip sebagian kekesalan tanpa mengurangi makna ketidak ramahan pelayanan masyarakat disini, di Gresik, dimana kita tak akan kemana-mana di bawah orang-orang seperti ini.

terus terang sy mau liat potensi gresik dari segi wisatanya juga. Dan sampailah mata saya kepada pulau eksotis Bawean.

ngumpulin info, tanya2 dan sudah booking tiket. cuma, menurut pengalaman yg sudah2, beli peta di sembarang tempat kadang justru menjerumuskan. Makanya sy lebih manteb unt cari peta Bawean ini ke dinpar ( dinas pariwisata )drpd beli di toko . asumsi awal saya, karena saya mau dapat peta yg bener2 tepat terlebih lagi unt wisatanya. Dinpar Jogja punya peta jogja ( wisata ).

ehh, saya kok menilai seolah2 saya ini sedang cari gara2 dgn mengajukan pertanyaan tersbut. ‘ Apakah sy bisa dapat peta Bawean dr sini berhub kami ini kelompok guide Jogja, maka kami ingin mendapatkan destinasi yg benar2 tepat. kalau ada sy pun bersedia beli ‘.

Jawabannya lumayan ketus. ‘ lohh, ini kan kantor, ndak ada kantor njual peta. lagipula kalau mau peta ya beli saja di gramedia atau toko2. ‘

Kesimpulan saya adalah
1. Tidak ada penguasaan materi pada ibu2 yg menjawab pertanyaan saya tadi tentang pariwisata

2. Pasti dia jarang travelling ( dengan pola terkonsep dan penanggung jawab perjalanan )

3. Kalau memang tidak berkompeten, seharusnya ibu itu lebih rendah hati unt melemparkan pertanyaan saya kepada yg lebih menguasai atau menyilakan saya datang di lain hari.

Maaf Cak,
saya benar2 kecewa dan sakit hati..

GUIDE sebagai pelaku pariwisata memiliki peranan penting dalam mempromosikan kawasan wisata. Saya punya niat baik unt mengembangkan gresik, untuk nantinya dapat saya tawarkan kepada para guide profesional di jogja ttg GRESIK.

Bagaimana?, sampeyan boleh menyangsikan kisah itu, tapi bolehlah saya berbeda, tanpa saya berkunjung dan pergi ke dinas-dinas seperti itu di Gresik, seperti kisah teman saya itu, saya sudah bisa merasakan, bahwa saya akan mendapat perlakuan yang kurang lebih akan sama.

pay, demi nggersik yang sehat!

5 Responses to “Sudut Pandang Lain”


  1. 1 cakpii August 6, 2010 at 12:10 am

    wis tau dolen nang dinas-dinas… podo koyok ngono….

  2. 2 Choi August 9, 2010 at 4:47 pm

    gak gelem takok aku disek cak-cak. nang dinas yo koyo ngono,nek lunyu yo ngene?

  3. 3 indra kh August 18, 2010 at 12:09 am

    Akhirnya kesampaian juga berkunjung ke Gresik pada bulan lalu. Sayang belum banyak yang bisa saya jelajahi karena terbatasnya waktu. Saat itu yang saya ingat hanya tempat2 yang pernah Cak Peyek ulas di sini.

  4. 4 Tiyo Kamtiyono August 25, 2010 at 3:20 pm

    We lah, segitunya tho cak, gimana dengan dinas tempatku ya? Sebagian mungkin lebih kejam dari itu cak, walau dari luarnya keliatan bagus-bagus saja.🙂

    Jadi pengen ke gresik nih:mrgreen:

  5. 5 sukmo d April 19, 2011 at 3:37 pm

    saya juga mengalami hal yg mirik spt itu.. krn pkrjaan, saya skrg tinggal di gresik. suatu kali saya ingin brwisata ke bawean. krn bukan warga gresik, saya tdk tahu kapan jadwal berangkat kapal ke bawean. di sela2 pkerjaan saya putuskan tanya ke pelabuhan via telepon. waktu saya tanya jam berapa kapal ke bawean berangkat, operator di ujung telepon brkata dia tidak tahu. saya kemudian di-forward ke bagian usaha, dsana waktu ditanya juga tidak tahu. saya akhirnya di-ping-pong ke beberapa bagian dan jawabannya sama: tidak tahu. sampai akhirnya oleh salah satu bagian saya diberi saran untuk menelpon langsung ke perusahaan penyedia jasa transportasi.

    akhirnya saya bertanya nomor telepon perusahaan yang dimaksud, tapi lagi2 orang di ujung telepon menjawab tidak tahu.lha kalau pelabuhan saja tidak tahu, kita harus tanya ke siapa? apa pelabuhan tidak punya bagian Humas?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: