Mencatat Janji

Karena pelajaran akan janji itu berubah setiap hari, maka berjanji tidak selamanya menuntut untuk dipenuhi.

Ini bukan sebuah janji antar pribadi, tapi janji pejabat yang terlanjur dimuat dimedia, di baliho jalan, di selebaran koran yang terbit sebelum kita sempat membuka mata untuk menyeruput kopi pagi. Kita mungkin telah kenyang atau merasa dikenyangkan dengan janji-janji berbentuk slogan penyemangat dan serta merta mendukung, terkadang kita juga meyakinkan kepada yang lain, “inilah janji yang pasti ketika ia menjadi”, aneh tapi tidak baru dalam dunia yang semakin sempit.

Terjadi janji yang tercatat koran pagi, tapi siapa yang peduli, ketika yang mengucapkan tanpa beban dengan keyakinan tak akan ada yang menagih janji keesokan hari, tak perlu pura-pura, terang benderang sekalipun kita memang tak peduli, “ah…saya lupa berapa denda jika proyek itu tak selesai tepat waktu, saya juga lupa, berapa nilai kontrak”, Bapak tenang-tenang saja pak, kami maklum, mungkin Bapak sudah tua dan pikun, atau, sedikit saya penasaran, jangan-jangan, selama ini kerjaan Bapak hanya melamun.

Kita, rakyat yang Bapak pimpin, sedikit kemalangan, bangga dibarengi kealpaan kolektif tentang janji dan kesejahteraan akan membaik di kemudian hari, antara sadar dan tidak sadar, kami tahu janji dan harapan adalah pengikat kehidupan, tetapi fana dan kehampaan adalah fakta nyata didepan mata, dan Bapak bisa bersyukur karenanya.

Penyesalan memang tiada guna, tetapi kami tahu bagaimana rasanya dilupakan, dan tanpa jera kami terus mengulanginya. Kami tahu janji, kami mencatat janji Bapak yang berada dalam pohon tinggi menjulang, dan Bapak merasa nyaman disana, dan kami akan membatasi semua janji dalam catatan, itu lebih baik, karena sumpah kami jengah.

3 Responses to “Mencatat Janji”


  1. 1 Singal January 17, 2010 at 5:52 pm

    Memang lidah tak bertulang..tak terbatas kata kata..seribu janji…dst.

  2. 2 almascatie January 17, 2010 at 10:13 pm

    yang berjanji dan dijanjikan sama2 udah malas saling urus kayaknya😀

  3. 3 indra kh January 19, 2010 at 3:26 pm

    konon hanya merpati yang tak pernah ingkar janji


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,137 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: