Bukan Oran

Gresik bukanlah Oran, tapi diskripsi tentang kota Oran itu terdengar mirip, atau Gresik adalah sebuah reinkarnasi dari Oran yang murung dibelahan Aljazair itu.

Oran, sebuah kota tanpa burung merpati, pepohonan ataupun taman dan halaman, sebuah kota tanpa ekspresi. Matahari membakar rumah-rumah yang kering dan musim hujan merupakan musim banjir yang rajin berkunjung. Penduduknya mengikuti alur rutinitas, pekerja keras dan acapkali memperkaya diri, karena yang terpenting bagi masyarakat kota itu adalah mencari keuntungan dan selebihnya adalah kesenangan, sebuah kota tanpa keindahan, bersemu dalam keseganan.

Begitulah Albert Camus mendiskripsikan Oran, perubahan banyak saya lakukan untuk sebuah penyesuaian tanpa mengurangi disksripsi tentang kota itu dan kemiripannya dengan keadaan Gresik yang sekarang. Saya tidak sedang berada di Oran yang terisolasi, yang tengah diserang wabah ganas, saya berada di Gresik dengan bentuk dan wabah yang mungkin berbeda atau sama persis dengan bentuknya yang lain.

Masih ada yang peduli, begitu kalimat optimis itu menjadi penyemangat, tak seperti Oran dengan penduduknya yang tengah jengah menjangkau masa depan dan mencoba bermesra diri dengan nostalgia. Di balik optimis ada yang gundah gelisah, seperti Dr Rieux mungkin, bentuk kegelisahan akan mewujud dengan cara dan kemampuannya masing-masing.

Satupersatu mereka menampakkan kegelisahannya, ditengah orang-orang selingkungan yang terjerat rutinitas status sosial dan kemapanan diri “you are what you have”. Perlahan, mereka yang gundah, dengan sentuhan kreatif lengkap dengan segudang ide-ide dan pemikiran, membayangkan sebuah kota idaman yang mudah-mudahan tidak karenadipaksakan segera terwujud dalam kenyataan, atau sebuah kota dengan nama Gresik dalam imajinasi. Semoga mereka yang murung dengan keadaan tanah mereka yang asali itu tidak cepat berpuas diri. Semoga.:mrgreen:

3 Responses to “Bukan Oran”


  1. 1 gresikbersih January 1, 2010 at 6:08 pm

    Kota idaman… kota ideal… hanya mimpi karena ga bakalan bisa menampung semua keinginan dan harapan semua penghuninya.
    Yang kita butuhkan adalah kompromi dengan keadaan, harmonisasi dengan perubahan dan selaras dengan kebutuhan.
    Mari kita mulai dengan (semoga) Pilkada Gresik 2010 yang bersih untuk menghasilkan Pemerintahan yang bersih

  2. 2 venus January 11, 2010 at 12:33 am

    tulisanmu hampir selalu tentang gresik ya? hihihi…

  3. 3 edratna January 14, 2010 at 6:39 am

    Bayanganku tentang kota Gresik, masih seperti sekitar lebih dari sepuluh tahun lalu, saat saya sering mendapat tugas ke kota Gresik.
    Minum legen dari buah aren, ikan bakar atau ikan asap sungguh nikmat. Dan sebagaimana kota pantai lainnya, kota Gresik sungguh nikmat, namun orang-orangnya masih saling kenal.
    Sudahkah Gresik mulai berubah?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,157 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: