A-Be-Ce

Khoiri, 58 Tahun, pemilik warkop Cak Rie, di media jawa pos yang pelit tautan itu bilang, “Gresik memang miskin hiburan, tempat nongkrongpun sedikit”, Miskin hiburan, begitu dia bilang, ada sarkasme disana, di sela-sela himpitan kota yang kian sesak dengan warung-warung kopi, ia mencoba memberi yang lain kepada publik yang luas dan beragam dengan sedikit bonus serta iming-iming yang lain.

Di hari-hari seperti ini, jika yang pribadi mencoba memberikan jenis kenyamanan yang berbeda secara gratis kepada yang banyak, lalu kemana yang mestinya sudah menjadi kodrat memberikan pelayanan yang nyaman untuk publik itu berada, dan seperti sebuah pertanyaan klasik sedikit menelisik, apa yang mereka pikirkan dari hari yang telah berganti bulan dan bulan berganti tahun, serta tahun yang telah berganti periode.

“Pil” mungkin menjadi jawabannya, dan jawaban ini mungkin dipungkiri, tapi yang nampak berukuran ekstra besar disepanjang jalan, disetiap tikungan dan disudut tiap perempatan tak akan kuasa menggelengkan kepala, wajah-wajah tanpa ekspresi miskin misi, begitu kata seseorang, yang mencoba menyodorkan diri, menawarkan kesejahteraan masyarakat kota masa depan, di tengah kealpaan kolektif mengajak penghuni kota sejenak melupakan segala gundah gelisah, dan “pil” yang kemarin terasa belum hilang rasa pahitnya.

Ah… lupakan “pil” yang sudah menjadi budaya lima tahunan, kembali ngopi di waroeng cak rie, dengan fasilitas tv kabel dan internetan tanpa kabel. Khoiri 58 tahun itu lebih lanjut berkata, “gresik adalah kota cangkruk”, tak berniat menguatkan argumentasinya yang terlanjur disepakati banyak orang, sebagai pewaris sah dan meyakinkan sebuah budaya cangkruk, saya yang semenjak sekolah dulu lebih suka nongkrong di waroeng cak rie dari pada mengakrabi buku-buku pelajaran sependapat dengannya. Bangga mewarisi budaya cangkruk daripada budaya nge”pil” lima tahunan, setidaknya sedikit lebih membanggakan sebaga warga kota ini.

Jika yang telah dikodratkan untuk memberi layanan yang nyaman itu tak mampu menghadirkan harapan, dan mereka terus sibuk serta mencoba menampakkan diri dengan cara memadati trotar, memprasastikan diri di batang pohon sepanjang jalan, lengkap dengan senyuman yang diyakini memikat yang digantung berderet dengan iklan dan baliho lain di perempatan, kemana kami yang ditinggal harapan berkeluh kesedihan selain nyangkruk di warung kopi?, seorang teman, blogger nggersik juga, pernah bilang, “hidup di Gresik seperti lalat dalam gundukan sampah”,  entah apa maksudnya, apa yang saya tangkap dari lalat di gundukan sampah bisa jadi berbeda dengan lalat yang berada dalam gundukan sampah sampean, amati saja lalat tangkapan sampean itu secara khusyuk dan masing-masing, semoga kita mendapati kesadaran, atau, iseng saja, sampean malah membandingkanya dengan baliho di perempatan itu.😀

Kami terlanjur A-Be-Ce (Awan Bengi Cangkruk) dengan secangkir kopi, berbatang Tuhan sembilan centi-nya Taufik Ismail, Raga kami memang nongkrong dan metingkrang, tapi maaf, pikiran kami ada di Jerman.:mrgreen:

1 Response to “A-Be-Ce”


  1. 1 venus December 28, 2009 at 12:10 pm

    jyaaaah….suka endingnya.

    Kami terlanjur A-Be-Ce (Awan Bengi Cangkruk) dengan secangkir kopi, berbatang Tuhan sembilan centi-nya Taufik Ismail, Raga kami memang nongkrong dan metingkrang, tapi maaf, pikiran kami ada di Jerman.

    kereeeen, hehehe… happy new year, ton!😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: