Chu

Panggil saja saya “Chu”, lebih singkat, tak merepotkan, karena saya mempunyai nama panjang yang agak  ribet disebutkan, terlebih bagi lidah yang tak terbiasa mengucap kata-kata dari negeri gurun pasir itu. Karena ia tinggal di nggersik, aseli blogger nggersik, dan seperti biasa, iapun mendapat panggilan sepadan, “cak chu”, chu bukan che yang dibaca Ernesto, dan setidaknya seperti arek nggersik yang lain, sedikit shakespearisme, “Chu” adalah panggilan, seperti arest(arek resek), ciplis, i’o, o’on, sogol, maka “Chu” bisa sejajar dengannya.

Tapi “Chu” yang ini sedikit mirip dengan “Che” yang dibaca “Guevara” dibelahan bumi lain, tentu saya punya alasan singkat, cepat, dan ringkas dalam mengambil kesimpulan ini, sederhana saja, karena saya telah membaca tulisannya di sebuah tabloid yang tak lagi terbit sebagai pembuka tabloid lokal berbau pembela kekerasan dalam rumah tangga. Dan “chu” seperti halnya “che” yang disana, setidaknya adalah seperti Bhisma.

Dari kisah masa lalunya tentang bagaimana hidup di kota nggersik, ia tak segan berbagi, tentang bagaimana Gresik tempoe doeloe, dari be’ol di pantai sampai jajanan aseli kota ini yang kian hilang dari penjual dan semakin sulit didapat, cak chu seperti halnya juru masak, bisa jadi ia akan bersedia memberikan catatan bagaimana membuat jajanan yang semakin aus lantaran gerusan nafsu makan manusia sekarang yang kebarat-baratan.

Ngeblog mungkin baru saja ia tekuni beberapa bulan terakhir, tapi di dunia literasi ia mungkin bukan orang baru, karena suatu ketika ia pernah bilang, “berita di media jurnalisme koran itu adalah model kerucut terbalik”, padahal, kerucut tegak lurus saja sudah membuat saya mual memikirkannya. Di dunia radio dan penyiaran, aktivitasnya bisa jadi dibilang padat, lihat saja keakrabannya dengan beberapa radio dan penyiaran, baik di nggersik atau di Surabaya itu, seperti sudah tidak diragukan lagi. Jangan tanya soal bagaimana mengorganisir sebuah organisasi, dan “chu” yang ini semakin dekat dengan “che” yang disana.

Bagaimana ia berbagi aktivitasnya yang seabrek dari nongkrongi mbesali, nyambangi radio, berorganisasi, ngopi, dan  sesekali menularkan keahliannya di depan murid-muridnya itu, sayang ia tak punya blog yang sangat pribadi sebagai tempat berbagi, dan suatu ketika ia pernah berpesan kepada saya, “kelak, kau akan tahu dan bisa membedakan, mana idealisme dan mana kebutuhan”, dan sampai disini, Cak Chu bukanlah Che, dan saya memang tak sedang membandingkannya, saya tak berharap sama, karena “cak Chu” bukan “che” yang dilengkapi dan diapit dengan Ernesto dan Guevara.

4 Responses to “Chu”


  1. 1 aqil good December 6, 2009 at 11:29 am

    Onok-onok bae iki.
    Peyek yang seordo dengan krupuk, kripik atau opak merupakan kuliner yang cara makannya ekslusif. Menikmati peyek dan cs-nya hanya bisa dilakukan dengan cara telentang atau horizontal. Jangan pernah mencoba ngremus peyek dengan cara vertikal malah bisa melukai mulut.
    Karena itu bersahabat dekat dengan Cak Peyek harus dengan pendekatan horizontal karena kalo tidak, bukan hanya mulut yang bakal luka, bisa jadi argumen Andapun bakal retak.
    Mungkin Cak Peyek satu2-nya blogger nggersik yang paling asyik menyelam kedalaman dunia filsafat. Dan inilah yang membedakan tulisannya dari blogger2 lain.
    Saya sendiri harus membaca berulang-ulang untuk sekedar mencicipi asupan otak Cak Peyek. Celakanya justru paling sering nggak dong (gak mudeng). Semoga kita dihindarkan dari petaka ketidak mengertian pada Cak Peyek.
    Bacalah tulisannya, dalamilah pemikirannya, persepsikan pemikiran Anda dan akhirnya Anda bakal menemukan kata “nduk”.
    Selamat berkarya Cak Peyek

  2. 2 mybenjeng December 7, 2009 at 1:40 pm

    selamat berkarya ca chu

  3. 3 ziegrusak December 10, 2009 at 12:42 am

    siji maneh korbane peyek wuakakakaka…..

    ayo yek, ndelek korban selanjutnya hehehehe….

  4. 4 gresik band community December 29, 2009 at 10:59 am

    klo cak che pk topi klo cak chu pk kaca mata ya. renkarnasi semangat che guevara ya chu guersik🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: