Archive for December, 2009

Bukan Oran

Gresik bukanlah Oran, tapi diskripsi tentang kota Oran itu terdengar mirip, atau Gresik adalah sebuah reinkarnasi dari Oran yang murung dibelahan Aljazair itu.

Oran, sebuah kota tanpa burung merpati, pepohonan ataupun taman dan halaman, sebuah kota tanpa ekspresi. Matahari membakar rumah-rumah yang kering dan musim hujan merupakan musim banjir yang rajin berkunjung. Penduduknya mengikuti alur rutinitas, pekerja keras dan acapkali memperkaya diri, karena yang terpenting bagi masyarakat kota itu adalah mencari keuntungan dan selebihnya adalah kesenangan, sebuah kota tanpa keindahan, bersemu dalam keseganan.

Continue reading ‘Bukan Oran’

Advertisements

A-Be-Ce

Khoiri, 58 Tahun, pemilik warkop Cak Rie, di media jawa pos yang pelit tautan itu bilang, “Gresik memang miskin hiburan, tempat nongkrongpun sedikit”, Miskin hiburan, begitu dia bilang, ada sarkasme disana, di sela-sela himpitan kota yang kian sesak dengan warung-warung kopi, ia mencoba memberi yang lain kepada publik yang luas dan beragam dengan sedikit bonus serta iming-iming yang lain.

Di hari-hari seperti ini, jika yang pribadi mencoba memberikan jenis kenyamanan yang berbeda secara gratis kepada yang banyak, lalu kemana yang mestinya sudah menjadi kodrat memberikan pelayanan yang nyaman untuk publik itu berada, dan seperti sebuah pertanyaan klasik sedikit menelisik, apa yang mereka pikirkan dari hari yang telah berganti bulan dan bulan berganti tahun, serta tahun yang telah berganti periode.

Continue reading ‘A-Be-Ce’

Chu

Panggil saja saya “Chu”, lebih singkat, tak merepotkan, karena saya mempunyai nama panjang yang agak  ribet disebutkan, terlebih bagi lidah yang tak terbiasa mengucap kata-kata dari negeri gurun pasir itu. Karena ia tinggal di nggersik, aseli blogger nggersik, dan seperti biasa, iapun mendapat panggilan sepadan, “cak chu”, chu bukan che yang dibaca Ernesto, dan setidaknya seperti arek nggersik yang lain, sedikit shakespearisme, “Chu” adalah panggilan, seperti arest(arek resek), ciplis, i’o, o’on, sogol, maka “Chu” bisa sejajar dengannya.

Tapi “Chu” yang ini sedikit mirip dengan “Che” yang dibaca “Guevara” dibelahan bumi lain, tentu saya punya alasan singkat, cepat, dan ringkas dalam mengambil kesimpulan ini, sederhana saja, karena saya telah membaca tulisannya di sebuah tabloid yang tak lagi terbit sebagai pembuka tabloid lokal berbau pembela kekerasan dalam rumah tangga. Dan “chu” seperti halnya “che” yang disana, setidaknya adalah seperti Bhisma.

Continue reading ‘Chu’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,870 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</