Archive for November, 2009

Terbaik

Jika kata “terbaik” adalah sekedar pengakuan tanpa berjejer panjang ujian dan pembuktian, ia terdengar seperti gombalan.

Terbaik adalah membandingkan yang satu dengan lebih dari satu yang lain, apa yang menjadi ukuran terbaik, dan setidaknya ada garis tegas yang menjadi bahan perbandingan. Jika tidak, bukankah ia hanya slogan yang menyesatkan?.

Saya tak tahu bagaimana membandingkan, jika dalam teori menjual diri ini dibenarkan, saya rasa akan menjadi salah jika sebuah kepercayaan apalagi masa depan sebuah kota dengan harapan kolektif yang begitu beragam dipercayakan kepada segelintir kelompok yang siap menjual diri, apalagi ia di kerek (baca:ditarik) ke atas hanya berdasarkan sebuah kepatuhan temporer.

Tak ada aturan yang menertibkan, karena memang belum saatnya, bukanlah sebuah pelanggaran, tapi seorang teman bilang,  “ini hanya soal moral”. Lagi-lagi dengan kata “hanya”, terkesan ringan tanpa beban, dan dibalik semua kalimat “hanya soal moral” ada sebuah harapan pemakluman disana. Dengan mengambil kesimpulan cepat, apa ini berarti yang segelintir itu amoral?, simpan saja jawaban sampeyan itu, sampai saatnya yang menentukan.

Cuaca

Tak baik mengeluh soal cuaca, Gresik yang panas dengan hujan sesekali yang belum genap penuh untuk dikatakan hujan, gerimis ricik tak merata, tak mampu membasahi rerumputan yang mengering secara menyeluruh.

Entah kapan musim itu akan berganti, semakin tahun, musim kemarau terasa jauh lebih panjang dari musim penghujan yang acapkali membawa bencana banjir bagi sebagian kota-kota besar, dan Gresik entah kenapa sebab, banjir sudah menjadi bencana tahunan yang tak kunjung terselesaikan. Continue reading ‘Cuaca’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,466 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</