Iklan Diri dan Ketulusan

Apa yang menarik dari sederet peristiwa akhir-akhir ini?, apa yang menarik dari sederet pandang di perempatan dan setiap pojokan publik yang dianggap ramai akhir-akhir ini?. Tak perlu jeli dan dahi mengkerut untuk mencari-cari dan mengamatinya.

Iklan diri yang cukup besar, ekspresi datar dengan keramahan yang dipaksakan. Momen, begitu kata teman, tak perlu ditunggu, tapi momen perlu diciptakan, yang terjadi adalah ucapan dari kartu pos jaman jadul berubah jadi potret diri super gede di setiap tikungan dan pojokan jalan dengan ucapan dan momen lain yang dekat-dekatkan, beberapa buah iklan diri yang mencoba-coba muncul dari sela-sela kerumunan, diantara iklan sabun mandi dan jepitan iklan diskon besar-besaran dari sebuah mall perbelanjaan.

Ketulusan dan keikhlasan tentu adalah soal lain, ia hanya dalih dengan sederet pembenaran, dan yang benar itu adalah sejenis pengumuman pencalonan diri yang nampak di permukaan. ngêtok-ngêtoki, kebelet, atau mungkin ngidam seru kata orang nggersik. Dan akhirnya, rasa “malu” dan “sungkan”, begitu ujaran santun orang jawa telah di pinggirkan.

Dan jika mereka lupa, ini sekedar sepenggal kalimat pengingat, bukankah awal pencipataan langit dan bumi, gunung-gunung dan pepohonan serta hewan itu adalah enggan mengemban amanat?. Mungkin kita memang harus memaklumi, manusia memang suka merebut-rebut amanat, ia mengajukan diri, bahwa dirinyalah yang mampu mengemban amanat itu.

wallahu’alamu bishowab.

5 Responses to “Iklan Diri dan Ketulusan”


  1. 1 emulty October 11, 2009 at 11:56 pm

    kita bisa menaikan namun kita belum tentu bisa menurunkan..
    jare wong LSM kita kasi kesibukan aja biar ga nganggur..
    tp tentu mrk LSM(lupa sama m…….) yg lebih tau caranya..

  2. 2 venus October 12, 2009 at 12:54 am

    opo sih? soal apa? poster2 calon ini itu ya?😀

  3. 3 Omtri October 14, 2009 at 6:12 am

    neng kene yo uakeh iklan diri ngono iku. contone:
    Sekretaris Daerah Kabupaten P**i Sri Mer***omo mengucapkan Minal Aidzin Wal Faizin….

  4. 4 bukan facebook October 14, 2009 at 10:51 am

    padahal kalau tahu ‘nantinya’ dimintai tanggung jawab sama yang kuasa pasti ndak ada yang mau tuh…

  5. 5 indra kh October 18, 2009 at 10:57 am

    Terkait jabatan kah? Aneh memang sekarang ini, banyak orang yang mengajukan diri untuk bisa memangku sebuah jabatan, padahal tanggungjawabnya sudah begitu jelas beratnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: