Archive for July, 2009

Kampungpolitan

“Hi cak!, ini Gresik, kampungpolitan, bukan metropolitan atau megapolitan”.

Itu, saya mendengarnya pertama kali dari seorang teman kita sendiri, Blitzkrieg, dan entah kenapa ingatan kita semua langsung terlempar pada sepak terjangmu kemarin, karena ketidak-betahanmu tinggal di kota Gresik, dengan panas yang cukup nendang.

Suatu kali kau bilang hidup dan rutinitasmu di kota ini cukup membosankan, tapi tak cukup kuat membuatmu bunuh diri, lalu kau nomaden, berpindah dari satu kota ke kota lain, berpetualang perempuan, dan lagi-lagi itupun nampaknya belum membuatmu cukup puas, entah apa yang sebenarnya kau cari, kepuasan pribadi atau kau memang sedang memperjuangkan sesuatu.

Kenapa tanpa kabar, tentunya kau punya sederet pembenaran atas perilakumu itu, dan satu lagi, tanpa pesan, yang menyedihkan buat kami adalah tanpa secuil warisan. Kecuali warisan proyek yang tak terselesaikan itu.

Gresik, kota ini, tak akan memberimu apa-apa kecuali kejengahan dan kepongahan semata, karena itulah mungkin kami memaklumi segala perilakumu, dan itu adalah privilege pribadi. Kami bisa begitu senang dan menikmati dengan nongkrong-nonkrong di warung kopi dengan secangkir kopi tubruk panas, gorengan panas, oborlan nggak jelas dan berpuluh batang rokok, tapi tidak dengan dirimu. Kehidupan malam, pelesir ke luar kota, membuang sedikit tekanan hidup katamu.

Sampai disini, mungkin kita beda, lantas siapa lagi yang mampu dan bersedia mengubahnya?.

Identitas

Tak ada hubungannya dengan filsafat Identitasnya Hegel, tapi ia berteriak sekedar untuk mendapat pengakuan atau sebentuk apresiasi bahwa ia lebih dari yang lain, dan karena kelebihannya itu, ia minta yang lain untuk tunduk, setidaknya manut.

Saya menganggapnya biasa saja, ketika seseorang bangga dengan mainan pertamanya, ia merasa sudah menjadi “yang lebih” dengan kemampuan yang pas-pasan, sebetulnya hal itu bukanlah soal, tapi ketika ia mulai menjelek-jelekkan yang lain dan mengatakan yang lain bodoh dan tak tahu seperti yang ia ketahui, barulah hal itu menjadi soal, sedikit membuat kesal dan risih dengan teriakan-teriakannya itu.

Tapi bagaimanapun, yang tahu dan memahami keadaan memang harus mengerti dan memaklumi, seperti itulah tingkahnya, ia akan selalu berteriak kesana- kemari untuk mengatakan dirinya yang “lebih” dan minta dianggap “berkemampuan”. dan hal itu menjadi terkesan lucu dan mengundang tawa ketika ia ternyata sungguh-sungguh belum mampu menunjukkan apa-apa.

Posting singkat, lantaran pesan-pesan singkat itu.

Condrodipo

Entah bagaimana suatu makam tiba-tiba bisa dikeramatkan.

condrodipo

Saya tak tahu, apa yang menyebabkan sebuah tempat itu bisa dikeramatkan, lantaran sejarah karena ia adalah penerus keturunan dari seorang penggede, sekedar cerita serupa fabel, apalagi jika sebelumnya ia dianggap sebagai sesuatu yang biasa, dan hanya sekedar makam kamitua.

Continue reading ‘Condrodipo’

Gedung Nasional

gni gresik

Siapa yang tidak tahu Gedung Nasional Indonesia, dan orang-orang lebih sering meringkasnya dengan sebutan GNI itu, Letaknya tepat di sudut jalan perempatan antara jalan Panglima Sudirman Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jl Malik Ibrahim dan Jalan Pahlawan Gresik. Cukup strategis untuk sebuah gedung milik pemerintah, dan mungkin kebanggan kota sebagai bagian yang bersejarah.

Melihat di pintu masuk utama, dan tepat diatasnya terdapat sebuah prasasti yang meletakkan batu pertama pembangunan gedung itu, ia adalah R, Soekarso, Bupati Kabupaten Surabaya pada 17 Agustus 1960.

Cukup lama untuk sebuah bangunan gedung yang masih telihat kokoh dengan arsitektur sederhana itu, mengingatkan saya pada Gedung Balai Pemuda di Surabaya, sama persis letaknya yang berada di pojokan, beda Balai Pemuda Surabaya beda pula Gedung Nasional Gresik itu, dari fasilitas apalagi fungsinya.

Sepertinya, ia adalah warisan sejarah yang terkesan diperah untuk keperluan komersial daripada kepentingan lain, dan jarang-jarang untuk kepentingan sejenis pameran pendidikan, dengan fasilitas yang “pokoke onok!”. Semoga, ia menjadi lebih diperhatikan dan terawat dengan baik, tidak berubah menjadi bangunan yang angker, ketika ia tak lagi laku untuk kepentingan komersial.


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 138,963 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</