Archive for March, 2009

Gresik, Yang ke 522 dan Yang ke 35!

Pada akhirnya, usia adalah deretan angka-angka.

Gresik yang ke-552 dan pemkab yang ke 35, sebuah deret angka yang tak lagi kecil untuk usia sebuah kota, pertambahan usianya semakin mempertegas kepada siapa saja yang menghuni dan berdesakan diatasnya, kita tak kemana-mana, kita pun tak jua berbenah, apalagi bicara soal masa depan.

Usia, sudah semestinya menjadi perenungan mendalam bagi siapa saja yang berkenaan dengannya, apa yang sudah diberikan sebagai hubungan timbal balik atas kepercayaan yang telah diberikan, tuntutan atas diri sendiri telah habis tuntas tanpa menyisakan sebuah kepedulian dan tanggung jawab moral, ya, slogan religius cukup mengenyangkan kiranya.

Di usia yang terus bertambah, dimana manusia dipaksakan untuk bersicepat dengan waktu, sebuah suguhan lahirnya wajah baru yang mencoba-coba disodorkan. Pertambahan usia dengan kejutan lama yang tak melahirkan bentuk penghormatan, lebih tepatnya, hanya berganti wajah, itu saja, tak lebih.

Continue reading ‘Gresik, Yang ke 522 dan Yang ke 35!’

Band Indie Gresik

band-indie-gresikTerkadang perjuangan ke puncak itu jauh lebih indah daripada berada di puncak itu sendiri.

Anak muda memang penuh kejutan dibanding dengan kaum udzur, disamping energi yang lebih, tentu imajinasi kreatif yang jarang didapati pada kaum yang lebih tua, dan satu lagi adalah soal waktu, meskipun semua mendapat jatah yang sama, 24 jam dalam sehari.

Sound of Independence, begitu judul sebuah cd kompilasi sebuah komunitas musik di Gresik itu, ya, Gresik Band Community, komunitas anak muda pecinta musik yang penuh kejutan dan segudang kemandirian, meskipun cerita sampai keluarnya album kompilasi yang masih beredar lokal itu saya tak mengerahuinya dengan pasti.

Sesekali waktu saya bertanya, bukan sok memperhatikan, tapi lama tak terdengar acara offline yang sudah kadung di proklamirkan akan selalu eksis tiap 3(tiga) bulanan itu, seseorang diantara mereka menjawab dengan penuh antusias, “Sabar, tunggu kejutan kami berikutnya, bulan depan”, ya, dengan menduga-duga akan seperti apa acara itu, nampaknya saya mesti menunda rasa penasaran itu sampai bulan depan.

Kopi, Filosofi Nongkrong & Rapat Pertama

rapat-nggersik1Pernah suatu ketika saya membayangkan, Yunani, negeri dengan segudang filosof terkenal itu tak beda jauh dengan kota Gresik, jika saya dulu tidak salah baca dan tidak sedang lupa ingatan, di sana, banyak pemuda dan penduduk kota hanya nongkrong di kedai-kedai, ngobrol, dan berdebat tentang apa saja, saya membayangkan mereka ngobrol tentang persoalan-persoalan kemanusian, ketidak adilan, perang, dan masalah-masalah perekonomian tentu saja.

Perdebatan mereka bisa saja berlangsung sengit penuh konsentrasi, lantaran pekerjaan sehari-hari diserahkan pada budak-budak yang merka miliki, dan ini yang membedakan, mereka tidak terbebani soal ekonomi pribadi, sedangkan kita, mungkin obrolan ndak mutu, obrolan pelepas lelah dan obrolan ndak jelas ala warung kopi.

Continue reading ‘Kopi, Filosofi Nongkrong & Rapat Pertama’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 138,963 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</