Gresik, Sebuah Kota

Kota, seperti halnya kota-kota yang lain, saya rasa, akan memberikan sesuatu kepada siapa saja yang berdiam diatas buminya dan berteduh dibawah langitnya, kepada siapa saja yang tengah menginjak-nginjaknya, seperti terjalin adanya suatu hubungan yang entah dapat diekspresikan atau tidak, apa yang kita berikan ke bumi tentu kita akan menerima kembali dari bumi.

Terima kasih saya kepada seorang teman, Anak Zaman, yang kemarin telah menunjukkan ke saya, tentang secuil kesadaran, bahwa kekhawatiran dan kecemasan sebagai penghuni kota tidaklah mutlak kita saja yang merengkuhinya dan lalu membawanya ke dalam imajinasi kita masing-masing, tidak hanya kita sendiri yang terpanggang, tidak juga kita sendiri yang merasa was-was, selalu ada yang lain, ya… selalu ada yang lain.

Saat ini, merenungi kembali sebuah kota kecil Gresik, dengan menyimak sebuah puisi dari kumpulan sajak seorang penyair kelahiran Gresik, H.U. Mardi Luhung, seperti menelusuri masa lampau dan masa kini, seperti tengah menapak tilasi sebuah kota dengan segala problemnya yang kian tidak mudah.

Disini, ijinkan saya menuliskannya kembali untuk sampean.

Gresik XXIII

Beranda rumahku penuh dengan air, disitu
anak-anaku seperti duyung kecil, yang
berenang sambil kencing

dan sesekali membawa amsal tentang
kampung yang seluruh ketinggiannya terbakar
dan seluruh luasnya terbakar

kata anak-anaku: “Ayah lihat, lihatlah, mata kami
yang kini seperti cerobong!”
aku tak menjawab, tapi istriku yang sarapan

dengan kepala ikan yang masih megap
merapatkan pangkal kakinya, ia takut jika
sebagian rahimnya akan melahirkan lagi

anak-anak yang bermata cerobong
anak-anak duyung kecil yang berenang sambil
kencing, Lalu seseorang yang telah lama

berumah dibenakku maju dan mencoba mengisi
tangki mobilnya dengan arak. Mimpinya :
“Apa tak ada yang mabuk, selain aku?”

akh, aku pun mendengar suara mobilnya yang meracau
aku pun mendegar suara mesin mobilnya itu berangkat
merangsek ke belikatku lalu merajuk :

“Kamu tahu ketika sabda pertama diturunkan?”
ya, aku tahu, aku tahu, ada gigil di paru-paruku
dan aku tahu semesta yang berjalan limbung

semesta yang dikakinya penuh air, tempat
sekian anak-anak duyung kecil berenang sambil kencing
kemudian, selesai harapan, istrikupun membuang

sisa kepala ikan yang masih megap itu ke air
dan seperti jadilah-yang-awal-mula
kepala-ikan yang masih megap itu pun bergerak

dan bersliweran, lalu meloncat ke kebun-depan
menunggu para ahli nujum membikin lautan baru
dengan tafsirnya disana :

“Ayah, lihat, lihatlah, mata kami, lihatlah….. ”

(Gresik 2003)

13 Responses to “Gresik, Sebuah Kota”


  1. 1 sazka January 15, 2009 at 4:33 pm

    waa.. GRESIK!!

    mau dong kesana.. kayaknye seru nih.. akomodasiin ya.. khekhekhe..đŸ˜›

  2. 2 kishandono January 15, 2009 at 5:56 pm

    banyak yang unik di gresik…

  3. 3 herrybj January 15, 2009 at 9:20 pm

    yang saya tahu tentang gresik ya semen gresik hohohoh

  4. 4 dadan January 15, 2009 at 10:35 pm

    hidup cak ri! .. eh gresik !

  5. 5 easy January 16, 2009 at 12:45 pm

    huhuhu..
    baru satu kali aku ke gresik

  6. 6 L 34 H January 16, 2009 at 9:00 pm

    Jadi bangga pernah tinggal di gresik.

  7. 8 fajarpalaseraya January 16, 2009 at 10:17 pm

    tar mw ke gresik ah….

    Oia fajar lagi membuka blogwalking…gmana apakah kita bisa bertukarlink..apabila bisa ditunggu konfirmasinya

  8. 9 andi felani January 17, 2009 at 9:22 am

    belum pernah saya kesana, paling jauh hanya ke madiun saja

  9. 10 Rian Xavier January 17, 2009 at 11:54 am

    Kalo aku ke gresik biasanya beli bandeng.đŸ˜›

  10. 11 junjungpurba January 17, 2009 at 9:21 pm

    owh begeto, awalnya dulu tak pikir gresik itu pabrik semen…
    lho??@#$%^&*

  11. 12 de January 17, 2009 at 9:54 pm

    jik enak nang darjo hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,157 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: