Archive for June, 2008

Tatkala Plesetan Menjadi Panutan

Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani

Ing ngarso mumpung kuwoso, ing madyo ngelumpuke bondo,tut wuri ang grogoti

Catatan singkat tentang rame-rame berita di tipi, dan juga setelah berkunjung kesini. Saya mengambilnya dari forum sebelah, dan setidaknya, obyek yang dimaksud disini itu merupakan hasil dari pendidikan juga kan?. 😥

Semanggi

SemanggiBukan soal kasus yang tak kunjung ada titik terangnya itu, tapi ini soal makanan khas Suroboyo yang berasal dari tanaman semanggi yang dulu banyak dijumpai tumbuh disawah dengan bumbu telo, rem-peyek atau krupuk puli itu.

Mempunyai nama latin Hydrocotyle sibthorpiodes Lamk, soal kandungan kimia dan khasiat silahkan anda cari sendiri.

Penjual makanan semanggi semakin sulit dicari, mungkin tempat tumbuh semanggi banyak berubah jadi gedung dan perumahan, mengkhawatirkan. Dan lagi para penjual semanggi biasanya mbah-mbah yang sudah berusia uzur, dan dijual dengan keliling.

Continue reading ‘Semanggi’

Kapitalis Pinggir Kali

Sederhana saja, ia dilahirkan dengan nama Basuni, bukan nama asli, lahir disalah satu kota kecil di pelosok negeri, sedari kecil nyantri, mainanannya cuman di pinggir kali, tapi entah kenapa, setelah beranak bini, dia menjadi seorang kapitalis sejati, dengan bekerja disalah satu pabrik kumpeni, tak peduli tetangga kanan kiri, yang penting demi keuntungan pribadi, “kebutuhan hidup dinegeri ini” begitu katanya setiap kali jumpa dipagi hari.

“Duh.. selamat pagi jongos kapitalis!”, sudahkah kau hisap darah saudaramu sebagai sarapan pagimu hari ini.

ps: nama, setting, blog, hanya fiktif belaka!

Koruptor?

Tidak jujur dalam pekerjaan seperti korupsi dosanya lebih besar dari pada dosa pelacur selama 70 tahun, Namun sebaliknya, apabila dalam keseharian pegawai mau jujur dalam bekerja pahalanya melebihi pahala ibadah selama 70 tahun

Begitu kalimat dari jenis kyai itu, apa koruptor bisa ditakut-takuti dengan hal beginian? agh mungkin nggak jaman, tepatnya saya ndak tahu.

Bisa jadi, koruptor malah membeli umur dengan menunda-nunda kematian agar mereka mendapat kesempatan untuk sedikit insaf dan penyesalan.

Andai saja, umur bisa dijual di swalayan, tentu saya ndak bakal kebagian.

Sumbernya dari sini.

Heran

Majelis Dzikir

Keheranan saya tidak seperti keheranan bang Fertob, seperti ditulisannya yang ini.

Jarang memperhatikan dashboard wordpress, sempat sedikit heran juga, mosok tulisan saya yang ini menjadi tulisan yang top views, paling banyak dilihat diantara sekian banyak postingan pleca-plece diblog ini, sepertinya kok sangat Islami, padahal blog ini lebih banyak memuat hal remeh yang ndak penting.

Continue reading ‘Heran’

Gandhes Mas!

Ada teman mau ngeblog, bingung mau nulis apa, dia bilang “mas apa sudah ada blogger yang nulis soal pengeluaran hariannya?”

Saya bingung, tak tahu mau jawab apa “perasaan sih belum ada, apa sampean mau menulisnya? apa sampean mau nulis soal ongkos dapur sampean itu mas? berapa biaya istri sampean ke salon tiap bulan, berapa biaya pulsa istri sampean per bulan, berapa ongkos telpon gelap sampean, biaya cangkruk, kopi dan rokok tiap malem begadang itu, berapa biaya kursus musik sikecil, lah monggo saja, biar saya tahu, berapa pemasukan sampean tiap bulan ditengah naiknya harga-harga, nah… sisanya bisa tak pinjam dulu kan mas!

“Duh… Asyem, gandhes mas!” 😯


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,466 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</