Keluhan

jamput!, Kenapa kerjaan semakin hari kok semakin rumit dan tidak ada habisnya, lha orang kayak kita kapan bisa kerja santai mas, mestinya tambah usia kerjaan itu bukannya semakin ringan?, kapan saatnya kita menikmati hasil kerja kita itu mas?”.

Saya bukan orang yang berkemampuan untuk menjawab, apalagi saya ini bukan pemilik pabrik, mungkin saja akan berhenti sendiri setelah cacing perut yang kita pelihara selama bertahun-tahun itu pada males nggiling lagi.

“Lah apa kita mau seterusnya begini mas?”, waduh, sayapun ndak tahu kapan saya begini terus, ndak pernah tersinari matahari pagi dan ndak pernah melihat yang namanya sunset, entah, sekarang tenggelam di barat atau sudah berubah arah, sudah ah jangan menambahi keluhan saya dengan keluhan sampean mas, lebih baik kita kerjasama saja, sampean mengerjakan kerjaan sampean dengan sabar dan kerjaan saya sampean yang mengerjakan dengan sabar pula, biar ndak bosen, gimana mas?.

Hancurit!, lah wong kita ini sama-sama buruh from seven to five!

17 Responses to “Keluhan”


  1. 1 Anang April 23, 2008 at 5:51 am

    wah ak senang pisuhan terakir itu. hancurit wakawkwkwkwk teringat masa kecil dulu hehe. tenang pak. ada saatnya kelak jd bos ngerjain bawahannya haha

  2. 2 mybenjeng April 23, 2008 at 9:02 am

    dobol…
    dipisuhi terus aq…๐Ÿ™‚

  3. 3 funkshit April 23, 2008 at 11:38 am

    hancurit iku artine opo seh ??
    wah pisuhan anyar ki

  4. 4 indra kh April 23, 2008 at 2:50 pm

    Kadang suka muncul perasaan semacam itu, cak. Kok kerjaan gak berhenti2. Tapi mungkin akan lebih stress kalau gak ada kerjaan dan gak ada penghasilan.

  5. 5 theloebizz April 23, 2008 at 11:02 pm

    sesama bus kota dilarang menghina..
    hehehehehe
    maksudnye sesama pegawai yaaah saling mem-back up laaah..
    biar tetep semangat kerja..!๐Ÿ˜‰

  6. 6 Pyrrho April 24, 2008 at 12:55 pm

    ah, saya bukan seven to five workers, tapi eight to four workers.๐Ÿ™‚ tapi sesudah itu lembur sampai mampus…๐Ÿ™‚

    apalagi ditambah sedikit workaholic….

    *ngeluh juga*

  7. 7 aliyulwafa April 24, 2008 at 12:57 pm

    santai itu kalo sudah mapan. mapan menurut kang shobary di koran tempo berarti; meneng, turu, mandheg.

    jadi kalo ada orang yang sudah dianggap mapan dalam materi (pekerjaan) maka orang tersebut sudah tidak perlu lagi untuk bergulat dengan pekerjaan untuk mencari mater lagi, karena dia sudah berkecukupan, rezekinya sudah mentok, gak perlu duwit maneh, pendek kata dia sudah boleh ber”santai”.
    kalo anda belum mapan yaaa jangan berharap untuk bisa ber”santai”, karena hidup anda akan terus dibayangi kejaran materi (pekerjaan).

    atau kalau mau sombong-sombongan, kita adakan konvensi bahasa untuk mengganti arti dari kemapanan dengan arti “silahkan santai sebelum tanah kuburan menyumbat mulut anda”

    sepurane komentare, maklum nongkronge ndek warung kopi cak, dadi kebiasaan nggawe komentar ala warung kopi.

  8. 8 lovesomatic April 24, 2008 at 1:10 pm

    bukankah hidup adalah utk bekerja? cuma brgkali cara kita memandang sbuah pekerjaan; sbg rutinitas yg dipaksakan, atau sbg wadah kreatifitas. so, bekerjalah utk sebuah karya cipta *lali aq sopo seng omong:mrgreen: *

  9. 9 alex April 24, 2008 at 10:51 pm

    mungkin saja akan berhenti sendiri setelah cacing perut yang kita pelihara selama bertahun-tahun itu pada males nggiling lagi.

    Lha? Itu artinya mati kan ya?๐Ÿ˜†

    Disabar-sabarkan saja….
    *saran yg naif sambil tes avatar*
    ๐Ÿ™„

  10. 10 suci April 25, 2008 at 7:40 am

    yah gitu deh namanya pekerja

  11. 11 suci April 25, 2008 at 7:41 am

    kecuali kalo mempekerjakan orang, bisa bebas deh kita yang ngatur

  12. 13 Elys Welt April 25, 2008 at 1:44 pm

    ayo semangat !!๐Ÿ˜€

  13. 14 Rizki on benbego April 25, 2008 at 9:56 pm

    dah, pindah level aja. moso 7-5 terus? upgrade pake mouse๐Ÿ˜€

  14. 15 kangguru April 26, 2008 at 12:26 pm

    nikamatilah selagi bisa menikmati hehhe
    pagi itu indah lho

  15. 16 edratna April 28, 2008 at 2:30 pm

    Saya lebih memilih, sulit mengatur waktu karena banyak kerjaan, daripada kebanyakan waktu karena menganggur.

    Jenjang masa kerja makin lama, gaji makin besar, tanggung jawab makin berat…situai kompetitif dan situasi global membuat kita harus mencari terobosan baru, teknologi juga berubah terus, dan konsumen makin menuntut atas kualitas barang dan harga yang kompetitif.

    Yang penting adalah bagaimana kita membuat menjadi orang yang tangguh, tahan menghadapi stres…percayalah ada hadiah manis dibelakangnya

  16. 17 nita April 28, 2008 at 9:28 pm

    mending ah buruh seven to five….gimana kalo seven to eight pm kadang malah bisa seven to subuh…kekekekeke


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: