Archive for April, 2008

Poesponegoro & Sedikit Tentang Gresik

Sejenak berwisata religi di Kawasan makam Bupati Pertama Gresik, Kyai Ngabehi Tumenggung Pusponegoro (1669-1732).

GapuraTak banyak catatan sejarah yang bisa ditemukan, inipun saya teringat kembali setelah mendengar seseorang yang sudah terlanjur disebut pakar sejarah Gresik itu dalam sebuah acara, sedikit menyinggung tentang Poesponegoro, Maulana Malik Ibrahim, Raden Paku dan banyak soal tentang Ahmadiyah. đź’ˇ

Gresik memang memegang peranan percaturan sejarah dalam penyebaran agama Islam di Nusantara, hal ini lantaran masuknya Syekh Maulana Malik Ibrahim bersama Fatimah binti Maimun dan peranan besar seorang janda kaya raya Nyai Ageng Pinatih, yang mengasuh “Jaka Samudra” yang kelak berjuluk Raden Paku dan mempunyai nama lain prabu “Satmoto” dan Muhammad Ainul Yaqien ra itu. Gresik? sebelah mana ya?

Advertisements

Keluhan

jamput!, Kenapa kerjaan semakin hari kok semakin rumit dan tidak ada habisnya, lha orang kayak kita kapan bisa kerja santai mas, mestinya tambah usia kerjaan itu bukannya semakin ringan?, kapan saatnya kita menikmati hasil kerja kita itu mas?”.

Saya bukan orang yang berkemampuan untuk menjawab, apalagi saya ini bukan pemilik pabrik, mungkin saja akan berhenti sendiri setelah cacing perut yang kita pelihara selama bertahun-tahun itu pada males nggiling lagi.

“Lah apa kita mau seterusnya begini mas?”, waduh, sayapun ndak tahu kapan saya begini terus, ndak pernah tersinari matahari pagi dan ndak pernah melihat yang namanya sunset, entah, sekarang tenggelam di barat atau sudah berubah arah, sudah ah jangan menambahi keluhan saya dengan keluhan sampean mas, lebih baik kita kerjasama saja, sampean mengerjakan kerjaan sampean dengan sabar dan kerjaan saya sampean yang mengerjakan dengan sabar pula, biar ndak bosen, gimana mas?.

Hancurit!, lah wong kita ini sama-sama buruh from seven to five!

Adakah Yang Salah?

march

Saya suka melihat mereka beraktifitas, ini hanya salah satu contoh saja, tetapi kesukaan saya itu terasa hambar ketika aktifitas mereka ditujukan hanya untuk mnyambut kedatangan rombongan pejabat dari Jakarta hanya untuk meresmikan sesuatu didaerah.

Tidak ada yang salah, event untuk tampil dan unjuk kebolehan memang terbatas bagi yang tinggal didaerah kecil, tapi sisipan, tumpangan, dan entah apa istilahnya, itu yang menjadi pertanyaan, bukankah didalamnya mengandung ajaran?

Dengan dalih sambutan dan untuk memberikan penghormatan kepada pejabat, tanpa terasa ajaran itu akan tertanam dalam benak mereka, artinya, pejabat itu harus dihormati dan disambut dengan meriah.

Salahkan jika pejabat datang tanpa sambutan? agh… iya, saya memang ndak paham ceremonial begituan.

BT Community! (Baloeng Toewo)

Kesibukan dan rutinitas semakin memenjara, dan urusan hidup sehat terasa semakin sulit.

Adalah komunitas para calon manula yang demen banget dengan olahraga sepeda gunung yang rute-2 nya sangat menantang.

Itu yang saya dapat dari sana.

Entah siapa yang mengurus blog komunitas itu, apakah kesibukan dan rutinitas calon menula juga telah membunuh blog komunitas itu? karena update pun semakin jarang akhir-akhir ini disana, betapa repotnya calon manula untuk jadi sehat, agh… dasar Boyok Toewo!

Perseteruan

Dari sini, apa yang menarik ketika dua kubu saling berhadapan, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang dirugikan, adakah yang akan tampil sebagai penengah seperti layaknya cerita-cerita kepahlawanan, atau malah berakhir dengan siapa yang menang dan siapa yang akan dipermalukan.

Saya jadi ingat, seseorang pernah mengatakan sewaktu riuhnya partai-partai yang seolah menjajikan kearah perubahan yang di idamkan, seakan-akan pilihan kesana adalah satu-satunya jalan menuju pencapaian bagi pemeluk religius terbesar itu, “ingat!, ini adalah keriuhan sesaat, layaknya mainan, boleh saja mereka mengistilahkan pesta demokrasi, pilih saja sesuka hati, setelah itu segeralah kembali, kemana kita setelah ini”.

Sampai muncullah istilah partai Islam gurem, analogi tentang ayam dan telur, sampai apa yang keluar dari brutu ayam itu.

Ternyata ajaran tentang keadilan, kebenaran yang hakiki terhenti cuman disini, lalu dimanakah sampah ukhuwah dan moral yang telah diajarkan, sudahkan dia benar-benar berada pada sudut yang tak lagi bisa dijamah & diagungkan.

“Ah.. halah, ayo ngopi wae! menonton, bagaimana mereka saling lempar anak panah & bukankah itu jauh mengasyikkan”, yo wis lah!.

Laat Maar Saajefen, Ik Toh Ferlegen!

Bahasa Pecuk
Bahasa pĂ©cuk, yang artinya dalam bahasa Grissee tempo dulu “Babahno nggapleki, eson kan isin seru!” atau dalam bahasa manusianya “biarin aja ngeselin, aku kan malu sekali”.

Sejenak wisata sejarah ke jaman Grissee Tempo Doeloe, Bahasa pécuk dengan sejarah kehadirannya itu membuat bangga, ngakak, dan memang pernah menjadi bagian sejarah Grissee itu. kaum Mestizo-lah yang memperkenalkannya.

Ini secuil puisi dalam bahasa pécuk yang bisa saya tulis kembali dari buku Grisse tempo doeloe itu.

Passar Sidajoe

Grissee, Pasar Sidajoe, pasar jajan.

Aan gekomen met dokar, kutsir en jaran
(datang dengan dokar, kusir dan jaran)

Nasi krawu, Pudak, sate kambing dan ayam.
Begembira, berjalan waktu malam
terang bulan musim hujan

Mijn vrouw gekoch nieuwe kutang
(istri saya membeli kutang)

De kinderen blij met hun jajan
(anak-anak gembira dengan jajan mereka)

Pa senang met grote kutang
(ayah senang dengan kutang besar)

All em all betul senang
(semuanya betul senang)

Ah niet ah, meisje toh niet swemmen met jongen
(ah enggak ah, mosok anak perempuan mau berenang dengan arek lanang!)

hahahaha…. Salah kaprah atau tidak, dat is niet erg!, gak po-po untuk mengakui keberadaannya…. 🙂


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 140,224 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</