Sebelum Acara Biasa

Kita memang berada dalam koridor peradaban manusia, dan kita tengah menyaksikan bagaimana eksploitasi itu dilakukan terhadap orang-orang yang sudah ditaklukan oleh penguasa yang diberi keistimewaan untuk mengunyah rakyatnya sendiri.
Bukankah konstitusi itu dibuat untuk menjadikan mereka sebagai anjing penjaga bagi rakyat, bukan malah menjadi serigala.
“Agh.. ngomong soal itu lagi ya?, males.. ruwet … mbulet, sampean memang ngomong thok!”
Dan kemudian kita saling ngudud, menikati kopi panas masing-masing dan seketika diam sesaat, karena itulah yang biasa kita lakukan bersama.

17 Responses to “Sebelum Acara Biasa”


  1. 1 Tumes_semuT March 18, 2008 at 10:38 pm

    kapan mas aku di ajak ngudud karo ngopi? hehehe

  2. 2 gresikmusic March 18, 2008 at 10:43 pm

    seandainya pemimpin dikasih keistimewaan like Kiai,like wali,
    wali kan punya rasa yg biasanya dikasi feel tajam lhaa kok ini ga bs denger suara rakyat yaaa?

    SAKTI ORA?

    KIAI UDU?

    apa dah lupa cara tanya ke Tuhan apa yg dipingini orang dibawahnya?
    ato hrs buka buku lagi ya….

  3. 3 realylife March 18, 2008 at 11:30 pm

    iya . mending yang biasa , sederhana dan nda jlimet

  4. 4 imcw March 18, 2008 at 11:38 pm

    Yap. Ngomongin itu memang bikin suntuk.🙂

  5. 5 quelopi March 19, 2008 at 7:19 am

    parahnya…..

    ngemeng-ngemeng kenapa tidak dirombak aja struktur kepemimpinannya langsung yah?

  6. 6 leah March 19, 2008 at 8:59 am

    mo jadi anjing ato srigala tapi tetep ono wulu to mas hihihi

  7. 7 kw March 19, 2008 at 3:31 pm

    dengan begitu ngopi jadi rame kan mas🙂

  8. 8 gempur March 19, 2008 at 7:41 pm

    yup, nyiapin klembak menyan dulu.. hehehehehehe, soale kopine wes cumepak!!!!

  9. 9 AdityaWirawan March 19, 2008 at 7:52 pm

    Ngudud -> udah lama ga denger kata2 ini.

  10. 10 agus rest March 19, 2008 at 11:02 pm

    ohh…intinya di ngopi dan ngudut tohh:mrgreen:

  11. 11 iphan March 20, 2008 at 12:47 am

    ngopi dimana…? kok saya ndak diajak? hehehe

  12. 12 NdaruAlqaz March 21, 2008 at 1:58 am

    coba kalo penguasa itu sebelum jadi penguasa terbiasa buat ngopi sama rakyatnya, ngrokok rokok marjinal tanpa merk, pasti mereka jadi pemimpin yang top…

    sooo, pilih kang Peyek jadi pemimpin…
    *bletak… dilempar kamtib

  13. 13 indra kh March 21, 2008 at 2:23 pm

    minum kopi sambil makan duren, pasti lebih menetramkan😀

  14. 14 daengfattah March 21, 2008 at 3:17 pm

    Makanya bertindak. Mulai dari diri sendiri. Loh kayak aa gym tho🙂

  15. 16 mybenjeng March 21, 2008 at 11:18 pm

    ini ngomong opo toh? kok ruwet mbulet…
    aku melu ngopi ae tapi gak ngudud…🙂

  16. 17 deteksi March 22, 2008 at 2:30 pm

    hukum rimba…………….

    yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin…

    lha yang di tengah2 jadi bingung, ndak ngetan, ndak ngulon🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: