Ketahuilah Batas!

Banyak sudah dhawuh yang sudah beliau haturkan, dan saya hanya perlu mengingatnya kembali, apalagi kalau tidak soal ketertarikan ulama kita itu pada politik praktis dan kekuasaan.
“Ingatlah!, jika seorang ulama ikut dalam politik praktis, maka dia tidak seberapa bisa dipercaya, bukan tidak dapat dipercaya, tapi kadar kepercayaan itu sudah turun”, begitu beliau menyampaikannya dalam bahasa yang njawani di suatu kesempatan acara diminggu pagi itu.
Boleh setuju boleh tidak, dan tentu sampean boleh berpendapat berbeda, sudah banyak analisa dan tulisan yang lebih mendalam yang dapat kita jumpai mengenai hal ini, mulai dari terpecahnya ummat, saling menghalalkan dan mengkafirkan, dan yang lebih parah saling melempar dalil-dalil demi kepentingan masing-masing, saya tidak akan memperbincangkan panjang lebar disini.
Sungguh, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada para alim ulama, sebaiknya pesan dari hadratussyaikh itu bisa dijadikan pertimbangan sebelum mengambil segala tindakan.

Ps : hanyalah bentuk kekhawatiran saya atas rame-rame pilkada!

27 Responses to “Ketahuilah Batas!”


  1. 1 hanggadamai March 8, 2008 at 11:08 pm

    entah atas motivasi apa mereka terjun di dunia politik…
    alangkah baiknya ulama tidak turun dalam politik praktis.

  2. 2 agus rest March 8, 2008 at 11:37 pm

    emang susah yah cak untuk istiqomah🙂 , btw yg njenengan maksud Hadratussyaikh itu Gus Rori khan? *maaf-maaf aja klo kelintu nggih🙄 *

  3. 3 Sawali Tuhusetya March 8, 2008 at 11:39 pm

    yups, saya ikutan sami’na wa’atha’na sama dhawuh hadratussyaikh, sebab ulama bagi saya harus tetep bisa menjadi panutan umat dari warna baju politik apa pun.

  4. 4 Totok Sugianto March 9, 2008 at 1:25 am

    kalaupun mereka tidak terlibat politik praktis, tetapi ikut merestui saja itu gimana? bukankah itu juga sama dengan terlibat dalam politik praktis juga? bingung juga saya😛

  5. 5 aRuL March 9, 2008 at 2:16 am

    iyah mas saya setuju banget dengan ini…
    mo gimana lagi seperti itu mungkin politik menggiurkan…

  6. 6 Nongkrong March 9, 2008 at 2:45 am

    Kyai juga politikus. Mengelola Pesantren membutuhkan imaji politik yang kuat. Tapi sayang, politikus sedikit yang kyai. terseret stigma, akhirnya berkopyah dan bersarung. Sayang semuanya hambar pada akhirnya. semoga pesantren yang didirikan agar bisa masuk lembaga tertentu tetap dimuliakan oleh tuhan,,,,

    salam

  7. 7 dukunesse March 9, 2008 at 4:02 am

    idealnya memang seperti itu cak

  8. 8 BlogDokter March 9, 2008 at 8:24 am

    Ulama mestinya berdiri diatas semua golongan bukan mengemis untuk kekuasaan.

  9. 9 gempur March 9, 2008 at 5:57 pm

    wah, ikut prihatin cak atas apa yang menimpa ulama sekarang, tapi, kalo seperti Rasul gak papa khan? la wong rosul juga berpolitik, meski jauh dari yang sekarang..?

  10. 10 danalingga March 9, 2008 at 7:50 pm

    Pak Gempur, kan rasul sudah tidak ada lagi.

  11. 11 echo23 March 9, 2008 at 9:14 pm

    kapan nih mo ambil bab jodoh buat posting?

  12. 12 icHaaWe March 9, 2008 at 9:42 pm

    di mesir sini…ulama dan politiker berbaur jd satu…saling mendukung satu sama lain.
    para politiker tdk ada yg berani korupsi…bukan karena takut penjara… tapi takut dengan Allah… kapan yah petinggi2 Indonesia begitu sucinya???

  13. 13 gresikmusic March 9, 2008 at 9:44 pm

    Aku bingung kalo kenyataan sekarang adalah tertulis ato teramal aleh yg dahulu..contoh tertulis dan terjadi skrng (anda semua pasti tau apa yg aku maksud).

    mengapa jika itu sudah tertulis dalam tulisan,teramal dalam ucapan yg dpt dipertanggung jawabkan kok malah di………

    padalah kalo sudah terjadi terkadang orang akan berkata:
    bukankah kejadian itu sudah tertulis dalam kitab ato
    bukankah nabi sudah berkata..

    AKU BINGUNG yg benar masalah itu harus terjadi ato harus dihindari…

    SALAAM (ini adalah sapaan penghuni SURGA (tertulis dalam kitab)..)

  14. 14 rimba March 9, 2008 at 10:44 pm

    sing jenenge kyai kuwe ya mukur ngurusi umat pie carane urip sing apik sesuai karo tuntunan. nek politik ora usah lah….melas umate. salm kenal wong gresik!

  15. 15 zal March 9, 2008 at 11:11 pm

    ::saya kira, jika kita aja tau, kalau ulama seharusnya tidak berada pada posisi umaro, maka beliau yg digelar sebagai ulama, lebih tahu hukumnya…,
    mengapa mereka terjun dalam politik praktis…, jangan-jangan kita yang salah menyebut mereka “ulama”, sedang mereka…, bisa jadi tujuan perpenampilan ulamanya sebagai strategi untuk menjadi orang politik, bukankah banyak jalan menuju roma😆

  16. 16 venus March 10, 2008 at 7:27 am

    iya ya, makin lama makin gimanaaaa gitu rasanya ngeliat banyak ulama berbondong2 (halah!) masuk ke wilayah politik praktis (halah maneh!)

    *kemeruh mode: ON*

  17. 17 mybenjeng March 10, 2008 at 10:33 am

    ulama itu kan rahmat untuk seluruh alam.
    kalau salah satu cara adalah dengan berpolitik, ya monggo-monggo saja.
    Sunan Giri itu raja di kota Gresik lho mas, bukan sekadar ulama kan?
    *sok tau gue, maaf*

    BTW, selamat berkompetisi buat Cagub Jatim 2008.

  18. 18 joyo March 10, 2008 at 11:32 am

    politik itu selingkuhannya kekuasaan, klo ulama berkuasa maka langsung nggak langsung, mereka adalah selingkuhannya politik
    *halah ngomong apa to aku ini, ngeloyor*

  19. 19 Nyonya Farid March 10, 2008 at 2:27 pm

    sayangnya, posisi puncak dan seabrek janji indah sudah menanti disana…🙄

    jadi, siapa yang ndak tertarik? ada kans, kenapa nggak diambil?

    mungkin seperti itu ya Cak?

  20. 20 quelopi March 10, 2008 at 2:56 pm

    namanya juga……

    ah susah ngomonginnya

    *dodot pindah rumah menjadi quelopi*

  21. 21 indra1082 March 11, 2008 at 10:20 am

    Semoga Ulama Yang Terjun ke Dunia Politik selalu Ingat Allah SWT, dan Ingat MATI

  22. 22 ndarualqaz March 11, 2008 at 5:54 pm

    Saat paling tidak saya sukai adalah saat menjelang pemilu, pilkada dll.

    Soalnya akan banyak sekali wajah-wajah ndak ngganteng sama sekali bertebarab di sepanjang jalan.

    Wajah mereka merusak pemandangan, banner2 mereka dipaku di pohon, merusak pohon, setiap kali ada kampanye, ratusan motor berkeliling kota, nambah polusi…

  23. 23 ndarualqaz March 11, 2008 at 5:54 pm

    Saat paling tidak saya sukai adalah saat menjelang pemilu, pilkada dll.

    Soalnya akan banyak sekali wajah-wajah ndak ngganteng sama sekali bertebarab di sepanjang jalan.

    Wajah mereka merusak pemandangan, banner2 mereka dipaku di pohon, merusak pohon, setiap kali ada kampanye, ratusan motor berkeliling kota, nambah polusi…

    *PREEEETTTT*

  24. 24 icozya March 11, 2008 at 6:14 pm

    kalau saya sih setuju aja kalau ada ulama yang nyemplung ke kancah politik praktis, asalkan beliau itu tidak dijadikan sebagai sekedar nama saja, sedangkan motor penggerak dan garda depannya tetap makhluk-makhluk politik yang busuk itu. Hasilnya ada banyak kompromi dan kontrak politik disana

    embuh lah
    dunia politik terlalu tinggi buat saya

  25. 25 gempur March 11, 2008 at 7:34 pm

    maaf numpang iklan:

    bangsa ini sudah mulai sangat keterlaluan dan kelewatan. Negara semakmur ini masih menyimpan kelaparan berujung kematian.

    Stop Kelaparan dan Gizi Buruk!

  26. 26 stey March 12, 2008 at 5:23 pm

    saya ga suka politik dan ga bisa ngomongin politik. Tapi menurut saya mereka seperti itu karena menurut mereka, mereka punya potensi jadi wakil rakyat kali yah?secara umat juga udah banyak kan?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: