Archive for January, 2008

Sejarah

seperti halnya petatah petitih para arif dan bijaksana “Sejarah itu milik para pemenang dan para penguasa, bukan kaum pecundang” dan realita yang tak terbantahkan telah menunjukkan kepada kita semua. Lihatlah sejarah dalam taraf apapun, sejarah dunia, ataupun yang hanya bersifat lokal.
Maklum, bukankah para pemenang dan penguasa itu sudah terbiasa berbuat demikian? bahkan mereka (kaum penguasa) itu mampu menulis sejarahnya sampai pada batu nisannya sendiri.
Unsur subjektifitas adalah hal lumrah, demikian halnya dengan arogansi serta manipulasi sejarah, maka tak heran, kaum pecundang dan yang kalah akan terhempas di dalam nilai keburukan dan kekurangan yang terdalam.
Beruntung bagi Kaum blogger, tak perlu khawatir, toh sampean dan saya akan menulis sejarah kita di blog masing-masing, paling tidak sebagai bantahan atas arogansi dari penentu sejarah, maka tulislah dengan hati nurani.
nambah : buat seseorang yang kemarin sudah bikin account wordpress.

Eko Kussa Putra

eko“Saya tidak sedang memuji sampean” begitu berkali-kali saya mengatakan kepadanya, hanya untuk membuatnya yakin dan percaya, bahwa saya memang tidak sedang memuji karya musiknya.

Semua berawal ketika pertama kali saya disodori sebuah kepingan cd yang berisi demo bandnya, saya nggak tahu termasuk genre apa ketiga belas lagu-lagunya itu, karena saya ini ndesit ndak tahu musik, enak ditelinga ya sudah, tapi semua lagu dan liriknya memang enak ditelinga, “enaknya enak, riangnya riang” begitu kata saya sewaktu nongkrong bareng.

Saya begitu kaget, ternyata diam-diam ketenangannya itu sungguh menghayutkan, mungkin pengalaman dari pergulatan batin yang panjang, menghadapi setiap terpaan nafas kehidupan yang semakin berat, meskipun banyak lagu di demonya itu yang lebih cenderung bicara tentang cinta, tema lama, tapi bagaimana dia mengemasnya dalam lagu “jadikan AKU, yang sungguh sangat membawa kita ke perjalanan yang jauh.

Hasutan Klenik-klenik Sufisme yang sempat diterjuni menghempaskannya dalam pergulatan ruhani, dengarkan saja bagaimana aransemen instrumen dalam salah satu lagunya yang bertitel “saran HU”, ya… Hu dalam Allah Hu, serasa dalam lautan Dzikir 70.000 ribu kali.

Continue reading ‘Eko Kussa Putra’

LA Beach!

gateDari Pantai Delegan yang mengecewakan saya melanjutkan ke Lamongan, dengan tujuan Wisata Bahari Lamongan yang dulu terkenal dengan tanjung Kodok, Pemkab Gresik harus belajar dari tetangga kita itu, bagaimana mengelola pariwisata yang bener, nyaman dan layak kunjung, salut buat Pemkab Lamongan.
Continue reading ‘LA Beach!’

Pantai Delegan, Wisata Gresik Setengah Hati

Delegan 1Saya gampang saja terpengaruh dengan omongan teman, katanya Pantai Delegan yang berada di wilayah Panceng, arah Lamongan lewat Utara itu Indah dan layak di kunjungi, tapi maaf!, saya nggak terkesan ketika berada disana, Embuh kenapa.

Mungkin dari beberapa skrinsut ini, nampak jelas kurang seriusnya pihak terkait dalam memberikan layanan kepada wisatawan lokal yang berkunjung kesana, sarana minim, alami yo ndak!, lebih terkesan dipaksakan sebagai wisata pantai yang layak kunjung.

Continue reading ‘Pantai Delegan, Wisata Gresik Setengah Hati’

Grissee Tempo Doeloe

grisseGrissee Tempoe Doeloe, Awalnya cuman iseng, ketika kemarin ngobrol ngalor-ngidul dengan seorang teman tentang buku ini, yang katanya menghabiskan dana sebesar 1,3 milyard rupiah, ada indikasi mark up, tapi ini hal yang biasa, toh akhirnya isu itu cuma menguap begitu saja, ini sejauh yang saya ketahui, cmiiw.

Harga yang tidak sebanding dengan buku yang ada ditangan saya ketika itu, semua sudah lepas, mbrondholi dan sangat tidak nyaman untuk dibolak balik, saya mendapatinya di perpustakaan umum Kabupaten Gresik, yang nylempit dan sumpek, dengan koleksi buku yang sangat minim dan ruangan yang kurang comfortable menurut saya.

Continue reading ‘Grissee Tempo Doeloe’

Hujan dan Awal Tahun

Saya malah tahu dari keponakan saya pada suatu sore, saat hujan turun dengan derasnya, tepat di hari pertama 2008, “kenapa orang-orang pada takut sama hujan ya?”

Wah saya bingung mau jawab apa, sampai dia nyeletuk sendiri, “apa karena hujan datangnya keroyokan ya”, “agh iya”, sahut saya dengan cepat untuk mengakhiri pertanyaannya yang ngerecel itu.

Terbayang gimana kalo hujan datangnya sendiri dan satu-satu.

Saya ndak kepikiran soal pertanyaan keponakan, tapi kepikiran akan kehilangan koneksi internet sepanjang tahun ini, hehehehe… yo wis lah.

Selamat beraktifitas kembali!

postingan ndak penting awal tahun


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 138,963 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</