Hanya Soal Suara

Konon katanya, suara itu terdengar, karena bergetarnya pita suara. Dan pita suara itu bergetar, karena adanya dorongan besar dari dalam, yakni dari hati sang pemilik suara.

Karenanya sering kita dengar kata-kata misuh-misuh, jorok & urakan, yang sering terucap sesama kita, tapi lihat saja yang di pisuhi, nyantai-nyantai saja, senyam senyum, eh kadang malah bungah,

Sebagai kosok balen, tak jarang pula kita mendengar, kata-katanya halus, kromo inggil, kejawen sekali, yang diucapkan dengan nada halus tapi tak jarang terasa nyelekit, nggak enak didengar, agh… omongannya menyakitkan katanya.

jangan diteruskan baca, karena ini penuh dengan pisuhan murahan yang nggak mutu, “jian***!, mata-mu! nang ndi wae.. tak pikir modyar kowe neng kono!” dan kadang seperti ini “Jamput!, tak pikir wis matek, lha saiki wis telung ndino-mu”, itu yang diucapkan teman ketika lama tak bertemu dan tak saling memberi kabar, yang dipisuhi malah cengar cengir, mungkin karena dia tahu kalo yang mendorong kataitu keluar adalah rasa kangen, jadilah kata-kata misuh itu bisa diterima dihati.

Tak jarang pula kita mendengar keluhan “agh… wong iku nggaple’i omongane nylekit”. meskipun halus tutur kata, tapi yang mendorong dari dalam sudah nggak baik, jadinya ya nggak bisa diterima dengan baik.

Mudah-mudahan postingan ini nggak nylekit bagi sampean semua!

 

ps : pengen menterjemahkan dalam bahasa yang lebih manusia, tapi kok nggak pas, mau mbantu? atau malah mau misuh?

40 Responses to “Hanya Soal Suara”


  1. 1 Kurt October 28, 2007 at 2:01 pm

    Wadau… nylekit bagaimana, wong ngerti juga ora. hehehe🙂
    mas dah lama gak mampir ke kebun sampean.. sekalian salaman deh kita berhalah-bihalah… heheh🙂

  2. 2 kurtubi October 28, 2007 at 2:16 pm

    waah vertamax lagi…🙂 *jingkrak*

  3. 3 ziegrusak October 28, 2007 at 2:54 pm

    misuh-misuh itu udah bagian dari budaya wong cilik (baca: kuli) nek ga ngono ga marem rek!!!
    hahahaha…ya opo kapan ngopi maneh?? aku neng cak ri ketemu agus, nelpon awakmu ga iso-iso wueks..

  4. 4 Totoks October 28, 2007 at 6:45 pm

    Semuanya tergantung bagaimana menyuarakannya… kalau lagi mangkel bagi yang mendengar misuh itu serasah menyakitkan dan menyinggung perasaan, Lain lagi kalau suasana bercanda, ya yg mendengar cengar-cengir saja.

  5. 5 iman brotoseno October 28, 2007 at 6:52 pm

    pengungkapan ekspresi seperti itu , adalah bahasa yang egaliter..

  6. 6 antobilang October 28, 2007 at 7:32 pm

    tahun 2009 sebentar lagi!
    akan banyak yang cari suara *halah*

  7. 7 ayahshiva October 28, 2007 at 8:16 pm

    tapi kalo kurang satu suara bisa bisa gak jadi pejabat lo
    gak nyambung

  8. 8 venus October 28, 2007 at 11:13 pm

    trus maksudmu opo, cak peyek?
    halah, setelah tau nama asli dan tampak luarmu, aku kok jadi rikuh manggil ‘peyek’ ya? hahaha….

  9. 9 anas October 28, 2007 at 11:16 pm

    mau mbantu? atau malah mau misuh?

    bingung cak😀
    kayaknya tuh pertanyaan musti ditanya sumbernya dari rasa yang gimana🙂😉

  10. 10 alle October 28, 2007 at 11:28 pm

    misuh aja cak,..
    biar lego gt,…😉

  11. 11 Mrs.Fortynine October 29, 2007 at 3:35 am

    Nuwun sewu Cak…

    Dalem badhe nderek misuh maring mriki…

    jiancuooocok tenan Cak Peyek kaliyan Kang Zami!😆

  12. 12 Mrs.Fortynine October 29, 2007 at 3:35 am

    kayaknya bukan hanya soal suara…
    tapi soal intonasi…
    😆

  13. 13 DE October 29, 2007 at 6:07 am

    sesungguhnya tinda dan ucap kekerasan justru menandakan kelemahan ybs (halah)

  14. 14 aprikot October 29, 2007 at 7:41 am

    ih lg mangkel sama sapa sich? hayooo

  15. 15 andi October 29, 2007 at 11:17 am

    terkadang, misuh itu lebih nikmat daripada orgasme.

    salam kenal

  16. 16 funkshit October 29, 2007 at 12:49 pm

    hajilak.. isine mung pisuhan tho.. uasyemmm ik

  17. 17 joell October 29, 2007 at 3:26 pm

    walah saya sering banget ngeluarin berbagai macam kata2 pisuhan kaya gitu, gak sehari-hari, maupun diblog juga…salam kenal mas peyek…

  18. 18 GRaK October 29, 2007 at 4:40 pm

    itu bahasa manusia juga

  19. 19 zam October 29, 2007 at 10:05 pm

    masih ingat, bilang “bajingan..” sambil meringis..

    jamput.. hajinguk, hajindal! kampret!! jirut!

    piye nek di-list ae, cak?

    support lokal pisuhan!

    gyahahahaahha

  20. 20 zam October 29, 2007 at 10:07 pm

    @ Siwi:

    juamput!! maksudmu opo?? jirut!! kadal njengking, kecoak nungging!!

    maksudmu opo??

    kene, tak suwek-suwek cuangkemmu iku!!

  21. 21 lovesomatic October 30, 2007 at 1:09 am

    mayan ole kosakata anyar cak….hp ne piye? sido ganti tha? :d

  22. 22 deKing October 30, 2007 at 5:08 am

    Yang paling repot adalah pemilihan suara yang sepertinya justru tidak mengeluarkan suara…yaitu pemungutan suara alias pemilu.
    Suara yang diterjemahkan dalam bentuk coblosan di selembar kertas ternyata lebih merepotkan:mrgreen:

  23. 23 kangguru October 31, 2007 at 12:31 am

    bantuin misuhnya aja ach

  24. 24 kurtubi October 31, 2007 at 8:27 am

    tapi eksen kejawaan milik mu itu mas mirip dengna tetangga²ku orang Jawa asyik banget ngomongnya.

    BTw, dikalangan masyarakat Cirebon bagian tertentu (halah) komunikasi dengan bahasa yang agak rada-rada kasar, itu justru “sopan” dalam tradisi baturan:
    “kirik sira mendi bae?”
    “kunyuk, di telpon ora dijawab”

  25. 25 Mrs.Fortynine October 31, 2007 at 2:27 pm

    zam
    29th Okt 2007 di 10:07 pm

    @ Siwi:

    juamput!! maksudmu opo?? jirut!! kadal njengking, kecoak nungging!!

    maksudmu opo??

    kene, tak suwek-suwek cuangkemmu iku!!

    lho lho lho…

    kalian berdua ncen cocok kok…
    jiancuocok!😆

    ps. Zam…kowe seneng sing njengking2 se?

  26. 26 unai November 1, 2007 at 10:03 am

    😛..isine kok misuh misuh dab

  27. 27 april November 1, 2007 at 12:15 pm

    hehehehe tapi misuh itu perlu :d

  28. 28 Kang Kombor November 1, 2007 at 3:58 pm

    Wedhus, wis suwe ra mampir kene. Jebul drijine rung tugel, sih keno nggo ngetik.

  29. 29 hermansaksono November 2, 2007 at 8:48 am

    Tapi mas, suara butuh udara biar bisa terdengar orang lain. Makanya orang gak seratus persen boleh misuh sepuasnya, karena kita masih berbagi udara yang menghantarkan suara itu tadi.

  30. 30 fitri mohan November 2, 2007 at 9:05 am

    tapi saya suka kangen sama temen saya yang kerjanya misuh-misuh. mungkin karena saya tahu kalau dia sudah dekat sekali dengan orang, maka dia misuh-misuh sembarangan. kalau merasa jauh dan nggak dianggep temen, biasanya malah sopan sekali.

  31. 31 watuitem November 2, 2007 at 9:16 am

    Nunut misuh mas,

    Jamput sampeyan, anakku sik siji dikiro wes papat….

  32. 32 fahmi! November 4, 2007 at 4:22 am

    hahahaa… kalian orang orang galia memang gila, demi jupiter!

  33. 34 ekowanz November 5, 2007 at 4:05 pm

    weh isi komenne ming pisuh2an ik😮

  34. 35 andi bagus November 5, 2007 at 4:15 pm

    wekekekek…di barat dan di timur misuh ada yah..sapa yah yg nyiptain ?hehehe

  35. 36 myheart November 5, 2007 at 7:56 pm

    misuh misuh terus=cepet tua

  36. 38 syafriadi November 6, 2007 at 11:33 am

    nggak nyelekit kok
    cuma…

  37. 39 khuclukz November 6, 2007 at 3:58 pm

    waduh.. aku gak iso misuh piye kie…
    *macak alim* —- *kabur*

  38. 40 mardun November 9, 2007 at 2:10 am

    mungkin lebih tepatnya yang berpengaruh itu intonasinya cak😀

    jadi apapun omongannya, kalau intonasinya menyebalkan ya tetep bikin orang marah😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,157 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: