Sapari…..Sapari itu

Tak selamanya fakir itu merasa dirinya benar-benar miskin, tak selamanya juga mereka berharap uluran tangan kita, tak selamanya tangan mereka selalu dibawah.

Justru yang lebih miskin, fakir, kikir bin sukir itu adalah para pemimpin, simak saja acara mereka yang bertajuk Safari Ramadhan Menjalin Silaturahmi, entah ditempat sampeyan namanya apa, yang jelas Islami seru! (baca:Islami Sekali)

Apa? fakir? lihat saja, hanya sekedar memenuhi santapan buka puasa dan mengisi perut-perut penguasa yang berpuasa itu harus dengan uang rakyat. keliling dari desa ke desa lain, kecamatan yang satu ke kekecamatan lain selama ramadhan penuh.

Siapa yang nanggung? berapa nilainya? darimana uang untuk menyiapkan menu yang tidak sederhana itu, kita semua tahu atau kita semua sudah memakluminya?

“halah… ikhlas kan saja yek!”

47 Responses to “Sapari…..Sapari itu”


  1. 1 antobilang September 23, 2007 at 2:09 am

    hahahaha.
    Biasanya wong cilik yang kedatangan para pembesar itu yang harus menyediakan macam-macamnya cak!
    dari sisi rakyat kecil, mentalnya takut sama orang besar.
    dari sisi pembesar, mentalnya gak tau malu!
    Klop sudah.

  2. 2 agorsiloku September 23, 2007 at 3:45 am

    Kalau begitu, sori deh… saya tidak akan ikhlas, kecuali jika karenanya dosa-dosa kami dibebankan pada mereka…..

  3. 3 Anang September 23, 2007 at 3:59 am

    enak banget mereka itu

  4. 4 hoek September 23, 2007 at 6:16 am

    huff..uda make duid rakyad buad sapari, buka fuasanya juga pake makanan rakyad…..

  5. 5 alex September 23, 2007 at 11:37 am

    Safari Ramadhan…
    Yeah, right! Duli Paduka Tuanku yang bersafari, kawulamu jadi alas sendal kaki untuk berbuka puasamu…

    Dan kita masih saja menerima kebusukan mereka yang ditutupi istilah sejuk seperti: SAFARI RAMADHAN…

    *istighfar nahan esmosi*😈

  6. 6 asukowe September 23, 2007 at 6:49 pm

    Tamu itu Raja Bro, ingat itu….

  7. 7 alex September 23, 2007 at 7:51 pm

    Raja? Raja Neraka, maksudnya, bro? 😆

    Yah, mudah-mudahan mereka bisa menjadi raja di neraka mereka nanti👿

  8. 8 telmark September 23, 2007 at 8:38 pm

    pembesar yg tak tahu malu.
    pasti “kemaluan” mereka kecil2. (jgn dgn konotasi `mlenceng bacanya!!) 🙂

  9. 9 alex September 23, 2007 at 8:56 pm

    @ telmark
    Kalo mereka tahu malu mereka ndak akan lama idupnya, bro😆

    Masih kalah mental bansat2 orang di pemerintahan kita sama mental Bushido-nya Jepang yang bikin mereka rela hara-kiri demi harga diri.

    Abis dari kecil disuruh hafal lagu “Maju Tak Gentar” sih, ya udah… ndak gentar2 mereka:mrgreen:

  10. 10 deKing September 23, 2007 at 9:29 pm

    Hehehe ujung2nya masalah status yang diperjuangkan para pejabat itu juga ya:mrgreen:

  11. 11 mardun September 23, 2007 at 10:59 pm

    lihat sisi baiknya, yang dipake nanggung kan juga duit hasil korupsi to ?😛

  12. 12 Sawali Tuhusetya September 24, 2007 at 12:30 am

    Agaknya memang dah jadi kebiasaan tuh di negeri ini yang senang dengan upacara2. Sedikit2 upacara. Nah, ritual keagamaan pun ternyata juga diupacarakan,:mrgreen: Betul sekali memang duit rakyat hanya sekadar dihambur2kan untuk memuaskan kebuasan nafsu penguasa. Kapan ya penguasa negeri ini mampu melakukan perubahan?

  13. 13 ekowanz September 24, 2007 at 1:44 am

    bukannya itu salah yg nerima sapari?mbok kasih aj makanan seadanya yo beres to :p
    kebiasaan kt sih kl ada tamu dijamu,walau di dapur cm ada tempe hmpr basi, tapi demi nama baik dan demi gengsi dijamulah si tamu dgn duid entah dr mana tak perlu kita pikirkan :p hehe

  14. 14 Pacaran Islami September 24, 2007 at 8:12 am

    Biasanya yang dermawan justru orang yang miskin, ‘kan?

  15. 15 funkshit September 24, 2007 at 3:53 pm

    mereka mewakili rakyat makan yang enak enak.. rakyat nya kan ngga sempat

  16. 16 k* tutur September 24, 2007 at 7:00 pm

    biasa itu, para “miskiner” malu kalu ketahuan miskin
    dan sebaliknya “the haver” takut ketahuan kaya
    jadi…….
    *tanya kenava?*

  17. 17 indra kh September 24, 2007 at 10:52 pm

    Biaya penyambutannya saja mungkin sama dengan biaya untuk memperbaiki sejumlah sekolah rusak yang tinggal menunggu rubuh.

  18. 18 alex September 25, 2007 at 12:02 am

    @ indra kh
    Memiriskan hati Mas, kalo itu benar…😥

  19. 19 peyek September 25, 2007 at 10:45 pm

    @ antobilang
    jadi kita ikhlaskan aja mas!

    @ agorsiloku
    pada lari mereka bang kalo tahu begitu hehehehe… mungkin bisa impas ya!

    @ Anang
    makanya jadi kursinya jadi rebutan kan mas

    @ hoek
    bukannya dari ujung rambut sampai ujung kaki mas

    @ alex
    kalo jadi sendal pastilah dinjak terus

    @ asukowe
    weh… raja kurang ajar?

    @ alex
    Ehem…. mengena mas hehehe

    @ telmark
    tak tahu malu, tak tahu apa-apa mungkin juga tak tahu dosa kali mas

    @ deKing
    status dengan mencekik sodara mas!

    @ mardun
    bener juga mas

    @ Sawali Tuhusetya
    iya pak, pertanyaan klasiknya ka[an mereka berubah

    @ ekowanz
    kalo dikasih seadanya kedepannya dicuekin, sudah budaya kan?

    @ Pacaran Islami
    Em….

    @ funkshit
    karena nggak sempatnya, sampai mati kelaparan

    @ k* tutur
    yap…mestinya apa adanya

    @ indra kh
    sayangnya mereka nggak pernah mikir yang beginian, atau sudah tahu tapi terus aja dilestarikan mas

    @ alex
    yup…bener sekali mas…

  20. 20 macanang September 25, 2007 at 11:06 pm

    kebalik ya, harunya orang2 yang berjas sapari itu jadi tuan rumah orang2 kecil yang sapari

  21. 21 mommo September 26, 2007 at 12:59 am

    orang fakir gak nyolong duit, malah yang kaya raya enak-enakan. dunia terbalik??? tidak! tapi memang begitulah dunia.😀 hehe (sok tau)

  22. 22 Juliach September 26, 2007 at 3:26 am

    Ada juga yah orang kaya berhati miskin????

  23. 23 Yari NK September 26, 2007 at 5:25 am

    Ngasih duit nggak tu pejabat ketika berkunjung? Kalau cuma ngasih semanget aja sih…. mendingan nggak usah dateng… udah nggak ngasih duit ngerepotin pula (andaikan ngasih duit, duit yg diberikan juga ngga seimbang sama biaya yg dikeluarkan untuk menyambut sang pejabat!) Ah, bangsa ini emang udah terlalu banyak noraknya!:mrgreen:

  24. 24 perempuanNya September 26, 2007 at 7:24 am

    Kita pikir faedah dan mudharat safari itu yuk
    Lebih banyakan mana ya?

    Kita memakai dua kacamata yuk,
    yang satu bening yang satu hitam
    Hitung-hitung saja pengurus masjid dan masyarakat sekitar beramal, buat tabungan hari kemudian, ya ga si cak.

    Kalau kacamatanya hitam ya, auah gelap, semuanya jadi tak terlihat cak.

  25. 25 petroek™ September 26, 2007 at 10:24 am

    ambil hikmahnya aja, memberi makan kepada fakir miskin itu pahalanya besar lo, apalagi memberi makan kepada pejabat yang notabene miskin juga (MISKIN HATI !!!) pasti pahalanya lebih besar lagi.
    *kebayang sorga nih….*

  26. 26 arek sukorame September 26, 2007 at 11:40 am

    Sapari Ramadhan boleh2 aja, tapi alangkah baiknya jika yang sedang berkunjung (jika ini dianggap golongan mampu / anggota DPR dll) selalu membawa bingkisan untuk yang dikunjungi…

    Dadi koyo wong buwuh manten ae lah rek.. Jamuan makane regane Rp. 25rb per kepala tapi sing dijamu nyumbang (sembako dll) Rp. 100rb, khan enak pak lek..

  27. 27 add_ September 26, 2007 at 8:34 pm

    ehm…

    bagaimana kalau bapak-bapak itu diajakin buka bersama dengan kita di mejid-mejid kampus, lumayan gak ngeluarin banyak uang
    hemat, lebih mendekatkan, lebih mengakarabkan,

  28. 28 peyek September 27, 2007 at 10:54 pm

    @ macanang
    Ehm wacana baru, mestinya sesekali dibalik!

    @ mommo
    jadi? dimaklumi?

    @ Juliach
    berkeliaran, dan nggaya lagi!

    @ Yari NK
    Endonesah bang!

    @ perempuanNya
    yap boleh juga kacamatanya, berapaan? hehehehe…

    @ petroek™
    kalo dijelaskan dimuka, bisa makan nggak ya mereka

    @ arek sukorame
    lek!, iyo lek iyo, lek nggak yaopo?

    @ add_
    apa doyan yah? jika menu kampus disajikan!

  29. 29 ndarualqaz September 28, 2007 at 1:19 am

    wahahahaha, ternyata penyakit buka puasa gratis masih ajah jadi penyakit yang menghinggapi para pejabat kita

  30. 30 ndarualqaz September 28, 2007 at 1:20 am

    tapi kalo mahasiswa yang ngadain buka puasa bersama dengan dana dari kantong sendiri bukan termasuk penyakit diatas kan bang penyek…. herhehehehe

  31. 31 siawhietji September 28, 2007 at 4:09 am

    *menghela napas superberat*

    sampai kapan indonesia harus menunggu untuk dipimpin oleh penguasa yang bener=bener amanah yah…

  32. 33 anggara September 28, 2007 at 1:30 pm

    ada cerita lucu juga, ketika masih kerja di sebuah organisasi bantuan hukum, kita kasih bantuan hukum sama teman-teman buruh dan petani “yang katanya masuk kategori miskin dan buta hukum” tapi ternyata saya jauh lebih miskin dibanding mereka wakakakakakakak
    jadi kesimpulannya siapa tahu para pejabat itu lebih miskin dibanding orang miskin:mrgreen:

  33. 34 erander September 29, 2007 at 12:52 am

    Apa masih ada acara sapari jaman sekarang? .. rasa2nya itu sudah jadi masa lalu. Atau saya yang ga update berita tentang sapari ramadan ya? .. saya baca link postingan ini, berita tahun 2005. Kalo dulu .. yang paling populer itu sapari ramadannya pak Harmoko.

  34. 35 anas September 29, 2007 at 2:51 pm

    Salah kita juga, kadang kita begitu ingin untuk dekat dengan para bangsat pejabat dan berharap untuk bisa hidup enak dari mereka dengan mendekati dan melakukan apa yang kira-kira bisa membuat mereka senang.
    Ujungnya termasuk sapari kayak gini aja ‘kita yang kecil’ masih nggak bisa obyektif.

  35. 36 undercover September 29, 2007 at 5:06 pm

    Walah, kayaknya saya dah pernah ngomen di artikel ini deh! Kemana yak?
    *Bingung nyari2, sambil scroll up scroll down mouse*

    Namanya juga aji mumpung om… mumpung masih menjabat, kapan lagi mo dijamu sekaligus dielu-elukan? He…

  36. 37 ayahshiva September 29, 2007 at 11:28 pm

    mestinya kita-kita yang bayar tuh semua di ajak buka puasa bersama

  37. 38 guss October 1, 2007 at 11:04 am

    ah iya pho…. jangan-jangan karena kita iri nggak jadi pejabat !

  38. 40 khuclukz October 1, 2007 at 4:55 pm

    tak kirain sapari… sapari tu temannya kartolo CS😉
    MET PUASA mas!!!

  39. 41 Kurt October 1, 2007 at 9:30 pm

    Biasa cak, puasa ini moment tepat untuk mencuci harga/harta diri dengan harapan bisa dibilang pejabat suka berjabat tangan dengan si fakir… jadi benar yang fakir itu siapa yaa … heheh🙂

  40. 42 kangguru October 3, 2007 at 11:54 am

    siap siap potong kambing ada pejabat mo safari ke taman safari🙂

  41. 43 xwoman October 3, 2007 at 12:21 pm

    para penguasa kita perlu dikasihani tuch

  42. 44 venus October 3, 2007 at 7:13 pm

    gak komen. males ngomongin bapak2 itu. bikin nyesek ajah :p

  43. 45 peyek October 3, 2007 at 8:21 pm

    @ ndarualqaz
    lha…ya sedari dulu kan begitu…

    @ siawhietji
    mudah-mudahan nggak lama, gimana? 2009?

    @ aprikot
    yoi… git!

    @ anggara
    kalo dari tingkah mereka seperti itu, sepertinya iya mas!

    @ erander
    bener pak, peninggalan Harmoko, tapi sukses mengkader tuh pak!
    saya sih nggak tahu di lain tempat tapi di kampung saya, Gresik, masih terus tuh pak. bisa dibaca disini

    @ anas

    Salah kita juga, kadang kita begitu ingin untuk dekat dengan para bangsat pejabat dan berharap untuk bisa hidup enak dari mereka dengan mendekati dan melakukan apa yang kira-kira bisa membuat mereka senang.

    sepurane mas! hehehehe:mrgreen:

    @ undercover
    kalo dah pensiun, minta disikut?

    @ ayahshiva
    kalo pertimbangannya pahala, dapat nggak ya kita kalo kita traktir mereka

    @ guss
    iri? huhahahaha…. kasihan anak istri lah!

    @ Kang Kombor
    walah kang!

    @ khuclukz
    kalo bener, puenak lucu apalagi tambah blontang! ingat Keputih!

    @ Kurt
    perlu dikasih label kang, biar jelas! mana yang fakir

    @ kangguru
    hahahaha…. kalo kesana beneran, dah masuk kunci aja dari luar kang!

    @ xwoman
    ayo, segera bawah kotak sumbangan! hehehe

    @ venus
    ah mbok!, tahu.. tahu… Bapak itu mepet njenengan tho!


  1. 1 Blog Kang Kombor » 8 Kebiasaan Kang Kombor Trackback on October 1, 2007 at 2:06 pm
  2. 2 8 facts/habits tag « My Little Homeland Trackback on October 5, 2007 at 8:56 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,137 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: