Archive for September, 2007

Sapari…..Sapari itu

Tak selamanya fakir itu merasa dirinya benar-benar miskin, tak selamanya juga mereka berharap uluran tangan kita, tak selamanya tangan mereka selalu dibawah.

Justru yang lebih miskin, fakir, kikir bin sukir itu adalah para pemimpin, simak saja acara mereka yang bertajuk Safari Ramadhan Menjalin Silaturahmi, entah ditempat sampeyan namanya apa, yang jelas Islami seru! (baca:Islami Sekali)

Apa? fakir? lihat saja, hanya sekedar memenuhi santapan buka puasa dan mengisi perut-perut penguasa yang berpuasa itu harus dengan uang rakyat. keliling dari desa ke desa lain, kecamatan yang satu ke kekecamatan lain selama ramadhan penuh.

Siapa yang nanggung? berapa nilainya? darimana uang untuk menyiapkan menu yang tidak sederhana itu, kita semua tahu atau kita semua sudah memakluminya?

“halah… ikhlas kan saja yek!”

Advertisements

Sekedar Menyemangati Diri

Lebih afdhol kalo sesuatu itu ada sumbernya, apalagi hal-hal seperti ini, tidak untuk dipertentangkan, hanya sekedar menyemangati saja, terlebih buat diri saya sendiri yang mulai enggan untuk melakoni dengan menyiapkan segudang alasan. ah sayapun mendapatkannya dari archive email beberapa tahun yang lalu, lupa juga dapat dari siapa.

Seorang Ulama besar Sayid Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawi, yang hidup di abad ke 13 H. menjelaskan keistimewaan malam-malam Ramadhan mulai dari awal hingga akhir yang terurai dalam kitab Durratun Nashihin. Sebagaimana beliau mencantumkan hadis yang bersumber dari Ali bin Abi Thalib ra.: Nabi Saw

Continue reading ‘Sekedar Menyemangati Diri’

Masjid, Kejar Tayang?

Saya ndak keberatan jika para panitia pembangunan masjid itu minta bantuan dana dengan cara menyodorkan kotak amal dan memberikan pembatas di jalanan umum, ya meskipun ada saja yang merasa terganggu. saya menyadari bahwa tidak semua keragaman itu bisa tertampung.

Semua kelihatan jadi mendesak dan mendekati deadline ketika pembangunan belum jadi, dan Ramadhan segera tiba. Dana besarpun harus segera tersedia.

Usulan untuk mendapat dana besar bisa jadi rame, dari mulai menaikkan iuran swadaya masyarakat bulanan itu, acara bazar, bikin proposal ke dermawan, dan tentu ke perusahaan sekitar.

Continue reading ‘Masjid, Kejar Tayang?’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 139,870 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</