Kapitalisme? lha butuh je…!!!

“Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Di mana pun ada yang mulia dan jahat. Di mana pun ada malaikat dan iblis. Di mana pun ada iblis bermuka malaikat, dan malaikat bermuka iblis. Dan satu yang tetap, Nak, abadi : yang kolonial, dia selalu iblis.”

¤ (Pramodya Ananta Toer – Mama, 83) ¤

Kalo tentang kapitalisme, entahlah, saya kok berhenti sejenak untuk merenung dan ingin tahu lebih jauh, ada apa, kenapa dan kata tanya lain yang mengikutinya. Tentang quote diatas, mudah-mudahan masih berhubungan, dan apalagi soal judul, yang seolah-olah saya ini merasa nyaman sebagai bangsa terjajah, menikmati hembusan nafas sebagai yang tertindas dengan bangganya.

Enaknya njongos, njoni dengan perusahaan asing menjadikan pertentangan, dengan menggadaikan segala idealisme kepentingan untuk membuncitkan perut, ternyata kehidupan bergantung dari tetes demi tetes sampah kapitalis.

Bukannya saya tidak setuju dengan ekonomi global, dengan pasar bebas, tapi setidaknya kita mempunyai bargaining yang menguntungkan. Bukan terus menerus berada dibawah, ah.. saya kurang bagus mendiskripsikannya buat anda.

Herannya tak semua dari kawan menyadarinya, semua seolah berlomba menggendutkan perut istri dan anak mereka, setor muka bahkan agama demi posisi untuk melanjutkan nafas berikutnya. Tampaknya ini yang harus dipertaruhkan untuk menang.

 

“Kau pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu.”

¤ (Pramodya Ananta Toer – Jean Marais, 55) ¤

 

 

 

30 Responses to “Kapitalisme? lha butuh je…!!!”


  1. 2 vino August 8, 2007 at 1:02 pm

    jangankan bangsa luar, wali-wali yang kita hormati juga,
    menjajah kita, tega nian. kadang pinter aja kurang. hehe

  2. 3 sagung males login August 8, 2007 at 2:31 pm

    Apa sih yang dipikirkan pemerintah kita??
    Ngurusi (menjaga) kursi biar ga diserobot orang, sampe lupa masalah yang kayak gituan.

    sumpek saya.. sumpek.

  3. 4 ayahshiva August 8, 2007 at 3:23 pm

    kolonial gak selalu dari luar, tapi dari dalam negeri pun banyak

  4. 5 Sugeng Rianto August 8, 2007 at 7:02 pm

    Kalau saya mah 1/2 kapitalis dan 1/2 sosialis.
    lho bukannya ajaran agama yang kebetulan saya anut juga begitu toh?!😆

  5. 6 Sugeng Rianto August 8, 2007 at 7:07 pm

    He..he..he…Ternyata Cak peyek penggemar pramudya juga toh!.😉

  6. 7 imcw August 8, 2007 at 10:40 pm

    manusia merupakan makhluk sosial, kita saling membutuhkan antar sesama…keindahan akan tercapai bila hubungan ini terjalin seimbang…kekacauan terjadi bila salah satu merasa diuntungkan dan salah satu merasa dirugikan…

  7. 8 bangaiptop August 9, 2007 at 1:23 am

    Hehe, hebat. Saduran kekinian tetralogi Bumi Manusia jadi postingan yang baik.

    Mengenai bargaining yang baik. Itu sungguh susah apabila ketakutan akan pudarnya kekuasaan sudah menguasai, Cak Peyek. Minimal dari koran kita tahu, bahwa ada keputusan penting yang berubah mendadak mengenai nasib raksasa minyak di Cepu dan Gresik secara tiba-tiba, ketika Presiden Bush datang ke RI. Hehe… Bargaining RI kadang-kadang memang amat payah, Cak.

    Tapi kalau bersatu, pasti titik tawarnya jadi lebih tinggi.

    Jelas itu hanyalah pendapat pribadi saya, sangat bisa disanggah dan diperdebatkan tentunya. Wong, subjektif sekali.

  8. 9 anggara August 9, 2007 at 9:15 am

    kapitalisme itu harus ada supaya sosialisme berkembang, kalau nggak ada hidup ini statis cak🙂

  9. 10 alex August 9, 2007 at 10:28 am

    Saya nentang kapitalis, tapi melihat gimana kehidupan kita sendiri dikungkung kapitalisme – mulai dari ‘internasionalisasi’ perusahaan nasional sampe waralaba sejenis McDonald yang masuk hingga ke penjuru kota kabupaten – jadinya… apa ya? Pesimis mungkin?

    Lha… ini saja saya masi pake IBM ThinkPad yang bukan produksi Cibaduyut tentunya…😦

  10. 11 Kurt Z August 9, 2007 at 10:19 pm

    kapitalis penting loh cak, asal tidak di negeri ini. tapi di negeri sana saja… atau kalau mau lunak, ikuti cara sosialisme gaya pesantren. sendal milik santri di asrama itu halal bagi siapa saja… heheh🙂 makanan bestelan dari orang tua, itu halal buat penghuni kamar di satu asrama… apakah itu artinya kapitalisme hilang cak?

  11. 12 deKing August 9, 2007 at 11:22 pm

    Kapitalis kan bisa digunakan sebagai penyeimbang juga

  12. 13 venus August 10, 2007 at 9:18 am

    ya ya ya, saya ngerti, cak. kita semua emang udah telanjur terperangkap di dalam sistem ini kan?

    CAK PEYEK FOR PRESIDENT!! yuuhuuuuuuuu…..

  13. 14 Joerig™ August 10, 2007 at 9:34 am

    Demokrasi identik dengan kapitalisme …

  14. 15 Kang Adhi August 10, 2007 at 11:18 am

    boleh pinjam koleksi Pramnya Cak? Makasih masih njenguk blog saya cak, yang baru aktif lagi.

  15. 16 peyek August 10, 2007 at 7:14 pm

    @ Anang
    😆

    @ vino
    wah ada tho londo blankonan

    @ sagung males login
    iya, njaga kursi sambil tiduran

    @ ayahshiva
    bener mas!

    @ Sugeng Rianto
    jadi separo-separo?

    @ imcw
    lha dok, kapitalis merugikan ndak dok? apa kita yang butuh keberadaan mereka?

    @ bangaiptop
    setuju bang!, lha wong kita sendiri sulit bersatu kang!

    @ anggara
    yup selalu ada hitam dan putih

    @ alex
    bukankah posisi tawar yang harus diperbaiki?

    @ Kurt Z
    entahlah kang, yang jelas selama tidak ada yg dirugikan why not? katanya

    @ deKing
    asal nggak parah kan mas?

    @ venus
    terperangkap dan ke-enakan mbok!

    @ Joerig™
    hehehe.. iya juga sih teh,
    kita digunduli habis sama orang-orang kita sendiri

    @ Kang Adhi
    makasih balik kang!

  16. 17 alex August 10, 2007 at 10:09 pm

    Benar kang… posisi tawar yang harus diperbaiki. Couldn’t agree more🙂

    cuma… waktu semua sudah pada apatis, ada saatnya diam untuk berhenti sejenak dan memulai dari hal2 paling kecil. Katakan saja, mengajak pemasyarakatan makanan rakyat khas dalam negeri lagi…

    *just my gocap*

  17. 18 Hanichi Kudou August 11, 2007 at 10:39 am

    Dukunglah pokoknya.. Nggih mboten Kang..!!! Libas Kapitalisme, sadarkan Umat, tegakkan Islam sebagai solusi.. Allahukabar..!!

    [hanif al-falimbani, detik-detik pemberangkatan menuju Konferensi Khilafah Internasional 2007, Yogyakarta, 11 Agustus 2007, 10.am]

  18. 19 Yari NK August 11, 2007 at 1:33 pm

    Kapitalisme jangan selalu disamakan sama Amerika atau Eropa atau Jepang. Amerika, Eropa atau Jepang adalah kapitalis, tapi kapitalis belum tentu Amerika, Eropa atau Jepang. Konsep kapitalis sendiri jauh lebih tua dari negara Amerika bahkan jauh lebih tua dari istilah kapitalisnya sendiri. Tiap negara atau komunitas tidak ada yang 100% kapitalis atau 100% sosialis, semuanya terletak di antara kedua titik ekstrim tersebut, hanya kadarnya saja yang berbeda-beda.
    Sebenarnya konsep kapitalis tidak terlalu buruk, yang wajib kita waspadai adalah konsep liberalisme yang tentu saja sangat berbeda (dan tak ada hubungannya) dengan konsep kapitalisme.

  19. 20 passya.net August 11, 2007 at 7:08 pm

    jangan suka menyalahkan kapitalis, kita yang harus membentengi diri. jangan hanya bersembunyi di balik slogan2, simbol2 ketidakberdayaan. kita yang harus ikut perubahan atau perubahan yang akan menggilas kita?

  20. 21 arest August 12, 2007 at 12:13 am

    seperti nya respon diatas lebih masuk akal, bukankah kita merdeka untuk itu? (serius mode ON, halahhh…)

  21. 22 Evy August 12, 2007 at 6:44 am

    lhaaaa disini apa2 mbayar jeee…. lewat toll mbayar, sekolah mbayar, padahal pajak juga mbayar… keknya lebih kapitalis dr negara kapitalis… halah

  22. 23 peyek August 12, 2007 at 10:28 am

    @ alex
    mestinya mereka yang punya kewenangan untuk menawar yang melaksanakannya kan?

    @ Yari NK
    ya.. sayapun tidak menolak perubahan kan?

    @ passya.net
    bener , setuju… tapi gimana kalo para badut negeri ini juga ikut melemahkan dari dalam?

    @ arest
    merdeka untuk siap dijajah?

    @ Evy
    iya mbak, tapi tetep wae, nggak ada pelayanan bagus, mbayar tati tetep mahal

  23. 25 imcw August 15, 2007 at 5:58 pm

    kebanyakan memang ‘mencari aman’ mas…

  24. 26 Magister of Chaos August 22, 2007 at 8:19 pm

    Wehehe… Setuju berat!! Mari kita rapatkan barisan dan BERGERAK!

  25. 27 peyek August 22, 2007 at 9:41 pm

    @ ndarualqaz
    Siaaappp…!!!

    @ imcw
    iya, lha parahnya, semua ngambil jalan itu, cari slamet sendiri-sendiri

    @ Magister of Chaos
    Wueh… Siap Buoss!!!

  26. 28 kawansyam September 9, 2007 at 10:57 pm

    Mmm… kopikentalisme, hehehe…
    Keindahan cuman ada di komik!

  27. 29 aan87 September 18, 2007 at 1:10 pm

    saya benci kapitalis yang akan menyuburkan hukum rimba dengan jurang antara si kaya dan si miskin.tapi saya bukan sosialis yang secara saklek menyamaratakan tiap orang, padahal kita pasti punya fungsi, peran, hak dan kewajiban yang saling mengisi antara orang lain. saya lebih suka yang serba seimbang. rakyat diberi kebebasan sepenuhnya yang bertanggung jawab tanpa mengganggu kebebasan orang lain.hilangkan segala bentuk monopoli ekonomi terutama pada sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak, koyoto:minyak, sembako, tarip tol dan transportasi.


  1. 1 Kapitalis Pinggir Kali « My Little Homeland Trackback on June 11, 2008 at 10:08 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: