Archive for August, 2007

Report

Mendengar saja sudah bikin mual, neg, lha gimana tidak, pekerjaan administrasi mbikin keseharian tak pernah lepas dari rutinitas bikin report. Dari mulai daily, weekly, monthly bahkan yearly atau se-ekstrem hourly misalnya.

Haruskah report itu dibikin dan dikado tiap hari kepada siapa saja yang membutuhkan? tak heran juga jika penduduk negeri ini sampai ke bulan tanpa susah-susah investasi teknologi tinggi dan kecerdasan, tumpuk saja kertas-kertas report itu, dan ujungnya akan sampai ke bulan.

Eh.. kecerdasan? maaf, tentu mereka yang kerjaanya administrasi dan tukang bikin report akan protes, “bikin report itu nggak gampang mas!”

Iya-iya termasuk report harian kita (tepatnya, saya) kepada Tuhan saya. Eh termasuk report juga kan?. yang kadang-kadang penuh revisi dan tip-ex sana sini.

Ndak report yang itu ndak report yang ini, kadang-kadang merepotkan juga. He :mrgreen:

Estafet Kemarahan

Judulnya sih Staff Meeting tapi entah kenapa kok bobotnya berubah tentang orang-orang top level menajemen yang suka marah-marah secara estafet itu. lha bagaimana tidak estafet, bibitnya mungkin berasal dari atasan yang marah sama bawahannya, para manager, lha manager ke supervisi dst, lha yang terakhir tibalah ke para jongos yang tak tahu mesti dilempar kemana lagi.

Bagi sebagian orang mungkin tongkat estafet itu akan dibawa lari pulang dan sebagian hanya bisa ngomel kadang dengan misuh-misuh sampai keringetan.

Saya jadi penasaran, kenapa mereka marah ketika ada sesuatu yang tidak beres, jadinya kok seperti kembali ke kanak-kanak lagi, mereka punya hak buat lempar apa saja yang ada dimeja, persis kayak anak-anak kita melempar semangkuk nasi dan piring serta menghamburka-hamburkan isinya ketika mereka enggan untuk makan.

Continue reading ‘Estafet Kemarahan’

Bank Nggak Nerima Lumpur

Saya tak pernah menulis tentang bagaimana kumpur itu telah membunuh sekian banyak penghidupan para korban disana, dan inipun mungkin sudah menjadi cerita yang basi, dan sayapun tidak punya kemampuan untuk menuliskannya, anda bisa mendapat dongeng itu disini dan lagi blogger senior itu sudah menceritakannya dengan sangat cerdas disini, disini, dan yang terbaru dan mungkin sudah tidak akan kita temukan lagi tulisannya, karena bagaimana judhegnya mengkritik mereka yang budheg.

Jangan hanya bisa menghujat, kasih solusi dong!, ah… tak cukupkah tim-tim yang notabene katanya qualified untuk menanganinya?

Continue reading ‘Bank Nggak Nerima Lumpur’

Kapitalisme? lha butuh je…!!!

“Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. Di mana pun ada yang mulia dan jahat. Di mana pun ada malaikat dan iblis. Di mana pun ada iblis bermuka malaikat, dan malaikat bermuka iblis. Dan satu yang tetap, Nak, abadi : yang kolonial, dia selalu iblis.”

¤ (Pramodya Ananta Toer – Mama, 83) ¤

Kalo tentang kapitalisme, entahlah, saya kok berhenti sejenak untuk merenung dan ingin tahu lebih jauh, ada apa, kenapa dan kata tanya lain yang mengikutinya. Tentang quote diatas, mudah-mudahan masih berhubungan, dan apalagi soal judul, yang seolah-olah saya ini merasa nyaman sebagai bangsa terjajah, menikmati hembusan nafas sebagai yang tertindas dengan bangganya.

Lanjutkan membaca Kapitalis dan jongos-jongosnya


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 138,963 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</