Kartu Merah Untuk Dinas Itu

Ini hanya sebatas pendapat pribadi saya tentang kesempatan kerja dan terciptanya kesempatan kerja, yang mestinya pemerintah itu memegang peranan aktif untuk membuka dan memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi pencari kerja. Kalo itu daerah, ya tentunya untuk pencari kerja daerah setempat, bukankah solusi itu tidak hanya dari atas ke bawah.

“pemerintah itu cuman memfasilitasi mas!” itu pembelaan dari salah satu percakapan saya dengan orang pemerintah omong doang paling vokal di waroeng kopi. Ah memfasilitasi atau mengambil kesempatan itu dua hal yang berbeda, bagaimana tidak, kalo bursa kerja dengan tiket masuk Rp 50.000,- rupiah. Bisa dibayangkan jumlah yang penasaran cari peluang kerja lewat bursa kerja, tentu membludak kan?, lha sesudahnya tentu hitung-hitungan untung rugi, apalagi kalo ternyata event tersebut dilaksanakan kerjasama dengan pihak ketiga.

Lha kalo dinas yang memperkerjakan banyak orang bejubel itu pekerjaannya hanya mencatat berapa jumlah pengangguran tiap tahun, berapa yang tersalurkan, pasang tempel lowongan jadi TKI dipapan pengumuman mereka, buwat apa?. Kasus PHK yang tak memihak buruh aja mereka mandul.

Bukankah idealnya mereka memikirkan bagaimana supaya investasi masuk ke daerah, sehingga jumlah angkatan kerja terserap, hak mereka terlindungi, dan investasi terjamin?, Rutinitas apa sih yang mereka kerjakan dari tahun ke tahun? cuman bikin kartu kunig? ah sesekali perlu juga kita beri kartu merah buwat dinas pembuat kartu kuning ini.

23 Responses to “Kartu Merah Untuk Dinas Itu”


  1. 1 Anang July 31, 2007 at 10:13 pm

    kaya wasit aja pake kartu kuning kartu merah 😀

  2. 2 deking August 1, 2007 at 5:33 am

    kalo bursa kerja dengan tiket masuk Rp 50.000,- rupiah.

    Bukankah bursa kerja lebih diperuntukkan untuk mereka2 yang (maaf) belum mendapatkan pekerjaan. Lha kok sudah disuruh membayar, punya pekerjaan saja belum kok sudah disuruh membayar untuk mendapatkan informasi.

    Bukankah idealnya mereka memikirkan bagaimana supaya investasi masuk ke daerah, sehingga jumlah angkatan kerja terserap, hak mereka terlindungi, dan investasi terjamin?

    Setuju Cak. Tetapi kenyataan yang ada sepertinya pemerintah malahan agak mempersulit terwujudnya hal tsb karena untuk mendirikan suatu CV (misalnya) maka dijamin birokrasi super ruwet dan harus selalu membayar “tiket masuk” di setiap pintu.

  3. 3 klikharry August 1, 2007 at 7:15 am

    kartu merah?
    mesti keluar lapangan
    kalo gitu mesti keluar dari dinas dong…he..he…

  4. 4 anggara August 1, 2007 at 8:55 am

    Ini memang penyakit lama pak, pemerintah memfasilitasinya sambil mencari keuntungan

  5. 5 Yari NK August 1, 2007 at 1:31 pm

    Lhaaaa… orang2 berfikiran sederhana seperti itu ya mana pernah mikir investasi ke daerahnya. Orang-orang seperti itu sih mikirnya cuma ‘investasi’ ke kantong pribadi aja! Iya kan?😀

  6. 6 abahapis August 1, 2007 at 2:26 pm

    Masuknya doang Rp. 50.000,- belum beli formulir, bikin kartu kuning, poto kopi…. Walah…

  7. 7 ayahshiva August 1, 2007 at 4:26 pm

    diskors berapa pertandingan tuh😀

  8. 8 macanang August 1, 2007 at 6:12 pm

    pernah nyari kartu kuning, susah2 nyari malah gak pernah tak pakai.. hehe😀

  9. 9 peyek August 1, 2007 at 8:45 pm

    @ Anang
    lha sesekali kan ndak papa tho mas, hehehehe

    @ deking
    lha ya mas mereka ndak pake logika matematika kali mas, hehehe

    @ klikharry
    boro-boro mau keluar lapangan mas

    @ anggara
    kapan “keuntungan” itu hilang dari otak mereka ya mas

    @ Yari NK
    mikir kantong pribadi nggak mikir kantong anak cucu

    @ abahapis
    lha itu, padahal nyari kerja buat ngisi kantong, lha malah ngisi kantong mereka duluan

    @ ayahshiva
    gimana kalo satu musim keturunan, hehehehe

    @ macanang
    hahaha lha kartu kuning nggak ada jaminan keterima kerja kadang malah dikerjain

  10. 10 telmark August 1, 2007 at 11:28 pm

    kalau kartu kuning, bahkan merah tdk mempan lagi cak ? kasih kartu hitam aja ya ? hehehe… 🙂
    ijin nge-tb.

  11. 11 indra kh August 2, 2007 at 8:12 am

    Inilah yang aneh. Orang nyari kerja tuh buat nyari duit. Kok malah diobyekin dimintain duit buat masuk arena bursa kerja. Udah gitu walau sudah bayar juga belum tentu dapet lagi kerjaannya. Waduuhh waduuh….

  12. 12 danutirta August 2, 2007 at 2:30 pm

    Kartu Remi aja rek….
    Biar gobannya buat modal ha ha ha
    Kan biar dibilang pemerintah memerangi pengangguran..

  13. 13 peyek August 2, 2007 at 10:24 pm

    @ telmark
    bener mas, nggak pernah ngerasa

    @ indra kh
    jadinya yang dapat duit ya yang sudah dapat kerjaan

    @ danutirta
    mengurangi pengangguran sambil nyekek sekalian

  14. 14 n0vri August 3, 2007 at 1:33 pm

    cak, aku pernah nulis di Media Indonesia, birokrasi kita itu namanya udah ganti jadi bureaucrazy. Lha wong sebagian besar birokrat kita itu metalitasnya kurop🙂

  15. 15 vend August 3, 2007 at 4:21 pm

    susahnya cari kerja😥
    masuk PTN susah,
    kuliahnya juga susah,
    trus buat lulus juga susah,
    habis lulus, trus wisuda, eh, kok cari kerja juga susah😥
    -moga2 besok klo lulus ndak susah2 dapet kerja yang bagus-

  16. 16 santribuntet August 3, 2007 at 7:32 pm

    kartu merah???? ga bisa mas wong “wasitnya” banyak yang kena “kartu merah” oleh persatuan KPK… lihat saja di daerah2 itu mulai banyak wasit2nya yang di “pesantrenkan”😆

  17. 17 sagung August 3, 2007 at 8:46 pm

    Eh,…. lima puluh ribu rupiah tuh udah dijamin pasti dapet kerja nggak?

  18. 18 ndarualqaz August 4, 2007 at 7:36 pm

    arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.

    pusing kalo kalo mikirin pemerintah kita…..

    arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.

  19. 19 venus August 6, 2007 at 8:28 am

    iyoooo..kartu merah ae wis! kesuwen!😀

  20. 20 Majalah " Dewa Dewi " August 6, 2007 at 2:10 pm

    Kartu merahnya, sekali ato dua kali ?

  21. 21 kurtubi August 6, 2007 at 4:55 pm

    cak peyek, bukankah skarang zamannya kacamata terbuat dari uang. makanya melihat apa saja diplototin pake dunit.. duuh duit dikiranya bisa menghilangkan selilit, padahal jika merasa sedikit bikin kebintit-bintit…🙂

  22. 22 peyek August 8, 2007 at 11:10 am

    @ n0vri
    wah jadi sulit cari yang mentalnya bagus

    @ vend
    semoga!

    @ santribuntet
    huhahaha iya juga cak!

    @ sagung
    belum tentu kan?

    @ ndarualqaz
    iya mas jadi judeg

    @ venus
    maju mundur mbok!

    @ Majalah ” Dewa Dewi “
    nggak ngaruh, berkali-kali aja tetep budheg!

    @ kurtubi
    bener mas, lha kalo semua sudah gitu apa nggak repot?


  1. 1 Telmark. Trackback on August 1, 2007 at 11:28 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: