Persimpangan !

Dulu, entah bagaimana dengan anda, katanya harus berani mengatakan kebenaran jika kita yakin betul bahwa itu adalah kebenaran, bahkan teriakkan dengan lantang, beranilah dalam kebenaran, jujurlah, dan akui serta minta maaf jika engkau salah, perbaikilah kesalahanmu dengan sungguh-sungguh.

Sekarang …..

Maaf bu, kok sekarang saya harus melibatkan diri dan terjebak konspirasi demi kelancaran kerjaan, kok saya malah diperingati dengan kata hati-hati ketika saya akan mengatakan kebenaran?, lha kok saya yang sudah setua ini malah ditakut-takuti tentang kehilangan pekerjaan?

Siapa yang akan dicat hitam? teman sediri bukan? ah suatu ketika bisa jadi saya yang akan dicat hitamkan oleh mereka? atau sekarang, sayalah yang telah dihitamkan.

Inikah rezeki? beginikah cara mereka menghidupi keluarga dan anak-anak mereka? inikah sekelurisme itu?

Demi urusan cari makan? demi gosip kantor murahan? atau demi selamatkan muka? haruskah saya diam?

24 Responses to “Persimpangan !”


  1. 1 mybenjeng July 3, 2007 at 11:26 pm

    ah, pilihan yang sulit…
    saya pilih atau deh…🙂

  2. 2 aribowo July 4, 2007 at 11:09 am

    saya juga sering tuh nemuin situasi seperti itu, tapi saya lebih baik pilih diam dan pura-pura gak tau aja

  3. 3 abahapis July 4, 2007 at 11:43 am

    Bisa saja “kebenaran” yang dulu dengan yang sekarang sudah beda. Kalo dulu katanya sih yang benar yang bakal menang, kalo sekarang mah, yang banyak yang menang, padahal yang banyak itu kan belum tentu benar, ta’iye?!

  4. 4 gita July 4, 2007 at 2:46 pm

    ngomong salah, ngga ngomong lebih salah, mending pura pura ga tahu. dunia kerja itu ga kalah kotornya ama politik kok*sok tahu*

  5. 5 dodski July 4, 2007 at 5:26 pm

    ga ada SB jadi nitip pesen di sini aja:

    komen ga ilang, mas. tapi masuk ke posting yg sebelumnya. panjenengan salah input kali yeh😀

  6. 6 oRiDo July 4, 2007 at 5:56 pm

    sama..
    kejadian juga nih sama aku..
    :((

    skarang.. sat ini juga.. aku masih pada posisi itu..
    and I HATE IT!!!

    clingakclinguk nyari kerja tempat laen..

  7. 7 telmark July 4, 2007 at 9:26 pm

    tentang arti kata “kebenaran”, manusia seringkali salah menafsirkannya. izin nge-tb mas peyek. 🙂

  8. 8 deking July 4, 2007 at 10:10 pm

    Dilema…
    Saya sependapat dengan Mas Telmark, intinya adalah definisi kebenaran.
    Definisi kebenaran versi norma hukum sangat mungkin saja berbeda dengan definisi kebenaran versi suatu komunitas tertentu, apalagi anti law community.
    Apakah kita memilih menjadi seorang tukang ronda yang membiarkan pencurian karena takut dikeroyok maling
    Atau malahan ikut2an menjadi seorang maling yang mencuri demi menghidupi keluarganya…
    Tapi jujur saja kalau saya melihat kapasitas diri saya saat ini kok sepertinya saya memilih menjadi seorang peronda yang pura2 tidak tahu.
    Jujur saja saya pribadi masih jauh dari kata mampu untuk menghentikan pencurian itu

  9. 9 arul July 5, 2007 at 12:28 am

    dinamika.. dinamika… akan selalu ada…

  10. 10 anggara July 5, 2007 at 8:56 am

    Pak, kalau saya sih, sepanjang itu prinsip akan saya katakan, dan Insya Allah, nggak akan ada masalah

  11. 11 imcw July 5, 2007 at 9:21 am

    terkadang kita harus berada di pilihan sulit yang tidak menguntungkan bila harus memilih satu…namun itu merupakan konsekuensi dari hidup yang kita jalani sebagai manusia…

  12. 12 Irwan July 5, 2007 at 1:25 pm

    Kebenaran itu memang terkadang pahit, ungkapkan saja jangan menentang kata hati nanti akan sakit hati.
    Jauhi hal2 yg bukan merupakan tanggung jawab anda.
    Biarkan mereka bertindak sekehendak mereka jika telah anda beritahu dengan baik2.
    Jika kita melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangan, jika tak mampu maka dengan lisan, jika tidak mampu maka dengan hati itulah selemah-lemahnya iman.
    Rezeki ditangan Allah SWT, bukan ditangan bos.
    Selamat ber-Jihad

  13. 13 anas July 6, 2007 at 12:06 am

    Memang teori tentang kebenaran dan prakteknya itu sangat jauh dari sama cak. tapi kalu tau itu adalah sesuatu yang salah kenapa nggak dibongkar saja ? Kalau tetap dibiarkan paling nanti akhirna perusahaan juga bangkrut dengan sendirinya. Lapor, cari yang baru, rezeki di tangan Allah, selamat berjuang cak, semoga kemudahan dan keberanian selalu bersama.

  14. 14 cakmoki July 6, 2007 at 1:00 am

    hadap kanan grak !!!
    pilih simpang kanan (gak korupsi) tanpa ragu, cak🙂
    kenapa harus diam?
    jangaaaaaan …

  15. 15 agusset July 6, 2007 at 3:48 pm

    kalau sudah terjebak emang susah jadinya, kaya cerita di sinetron-sinetron kan? jadi penuh keraguan dan konfliknya pun semakin berbusa-busa.

  16. 16 peyek July 6, 2007 at 10:13 pm

    @ mybenjeng
    Ehm😆

    @ aribowo
    apa nggak tambah sakit hati mas? hehehehe

    @ abahapis
    iye, lha jadi kebenaran itu alternatif?

    @ gita
    setuju git!

    @ dodski
    mungkin mas!

    @ oRiDo
    wah kalo ada info dishare ya..hehehehe

    @ telmark
    kadang memang begitu mas

    @ deking
    setuju mas, lha solusi terbaik tetep diam? sekali lagi jadi tambah ngeri kan mas?

    @ arul
    setuju, tapi apa harus disertai jatuhnya korban?

    @ anggara
    Ehm lagi mengumpulkan kekuatan mas

    @ imcw
    iya juga sih dok!

    @ Irwan
    terima kasih mas, sedikit meringankan beban

    @ anas
    terima kasih mas

    @ cakmoki
    jika kanan kiri dipenuhi orang kayak sampeyan cak, tentu semakin berani heheheh

    @ agusset
    wah bener mas, semakin jadi sumber busa

  17. 17 venus July 9, 2007 at 7:48 pm

    dillema? ah, life….

  18. 18 NuDe July 12, 2007 at 9:05 pm

    benar=betul, kebenaran=kebetulan???
    tanyakan ke hati dulu, InsyaAllah, semoga hati ini masih jernih untuk memutuskan yang terbaik. Setelah itu, ketegasan yang berbicara, hancurkan angkara!!! Sama kaya cakmoki, tak kancani ambil langkah ke kanan!!!

  19. 19 Sugeng Rianto July 13, 2007 at 4:38 pm

    Wah, dilema juga ya kang?! begitulah kehidupan, penuh warna (bukan sekedar hitam-putih). Bila kita bentangkan benang ujung ke ujung (letak hitam dan putih), maka kita lebih suka berada diantaranya. Kadang kala kita dikondisikan pada posisi yang serba sulit, tinggal kita pandai2 membawa diri dan bijaksana dalam mengambil sikap tapi bukan oportunis lho!.

  20. 20 peyek July 13, 2007 at 10:10 pm

    @ venus
    lha mbokya dinasehati tho mbok?!

    @ NuDe
    wah penyemangat !!!

    @ Sugeng Rianto
    setuju…setuju, kecenderungan biar aman

  21. 21 Domba Garut! July 13, 2007 at 10:36 pm

    Udah itung-itung dampak worst-case-scenarionya? udah buat back-up plan kalau memang rencananya mau dibuka blak-blak-an? kalau udah maju terus.. rejeki mah ngak kemana. Meski kadang udah pastibadai menghadang.. when the going gets tough – the tough gets going!😉

    Salam hangat dari negeri si bau kelek..

  22. 22 peyek July 19, 2007 at 9:49 pm

    @ Domba Garut!
    wah… terima kasih atas nasehatnya pak, bener tuh mas memang harus ada back up-plannya!


  1. 1 Telmark. Trackback on July 4, 2007 at 9:23 pm
  2. 2 On the Way to a Smile « ka mo shirenai shi, chigau ka mo Trackback on July 5, 2007 at 7:48 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,157 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: