“Islam, Nggak Perlu Diperjuangkan”

Ya agaknya saya sependapat, entah untuk nanti! toh saya juga butuh pencerahan dan berbagi dengan anda, termasuk dengan judul posting ini.

Kenapa ndak perlu diperjuangkan?, bagi saya pribadi sepertinya terlalu muluk. Yang perlu diperjuangkan itu orang-orangnya, orang-orang yang mengaku dirinya Islam, bukan Islamnya, Islam itu nggak perlu diperjuangkan lagi, bukankah Islam sudah sempurna? nggak perlu juga saya melengkapi pernyataan terakhir ini dengan beberapa skrinsut hadist.

Banyak sudah kejadian dan pelajaran yang seharusnya membuat kita sadar, bukan Islam yang nggak bener tapi oknum dan manusia yang mengaku Islam. Apalagi yang pegang veto pokoknya™

Anda sudah dapat clue-nya kan? jadi tak penting buat saya untuk memperpanjang posting ini. Nah gimana dengan anda sendiri?

38 Responses to ““Islam, Nggak Perlu Diperjuangkan””


  1. 1 Luthfi June 11, 2007 at 7:56 pm

    orang china kalo didoktrin kayak di atas itu *sambil nunjuk postingan* juga gak bakalan rajin kerja mas
    *ngeloyor lemes*

  2. 2 peyek June 11, 2007 at 9:43 pm

    diperpanjang mas!, setuju!, terus kalo urusan isi perut pasti bakalan jungkir balik nggak ada malesnya, bukan maksudnya sekuler lho, khan tetep ada perjuangannya tuh, buat nyelamatkan diri dan keluarga kan sudah cukup sampai titik penghabisan?

  3. 3 deking June 12, 2007 at 2:49 am

    Saya pernah baca kalimat bagus dr preface sebuah buku (lupa judulnya), tetapi karena tertarik dengan kalimat itu maka kalimat tsb saya simpan di HP.
    Kalimat tsb adalah:

    “Kebenaran tidak perlu diperjuangkan sebab sesungguhnya, kebenaran tidak butuh pengakuan. Apalagi kesepakatan…
    TTanpa pengakuan dan kesepakatan pun ia adalah tetap sebuah kebenaran.”

    By Huttaqi

  4. 4 peyek June 12, 2007 at 8:42 am

    @ deking
    Ehm… bener-bener menenangkan dan mendalam mas!

  5. 5 harysmk3 June 12, 2007 at 11:19 am

    salam kenal….
    Mas, agar Islam menjadi agama yang “Rahmatan Lil ‘alamin”, sy pikir perlu diperjuangkan, tp kalu sbg ajaran yg menuntun kita dlm ibadah ya.. nda perlu krn sdh sempurna lho.
    bukankah terjadinya perang Badar, Uhud, Khandaq dll sbg bukti bahwa Islam mmg diperjuangkan.

  6. 6 anggara June 12, 2007 at 12:50 pm

    weleh2 tergantung sudut pandangnya, kalau yang melihatnya sebagai sesuatu yang ideologis, maka patut diperjuangkan. Menurutku yang diperjuangkan bukan bajunya tetapi nilai2nya dan itu sangat paralel dengan nilai universal dari negara hukum demokrasi, HAM, dan kedaulatan rakyat. Dalam konteks ini maka saya akan memperjuangkan “Islam” dalam pengetian values

  7. 7 ndarualqaz June 12, 2007 at 6:00 pm

    ehm…ehm….ehm…. perisapan ngomong serius

    islam tidak perlu diperjuangkan, tapi yang perlu diperjuangkan adalah nilai-nilainya. karena dengan memperjuangkan nilai-nilai islam lah kita sebenarnya sekaligus memperjuangkan islam itu sendiri.

    dan jika kita berkata tentang islam, saya kepikirian (sempet), sebenarnya apakah islam itu sih, dan sesuai kemampuan utek saya ini, saya pikir islam itu bukankah sebuah kesatuan dari berbagai hal diantaranya hukum, panduan, panutan, ideologi dan lain sebagainya, dan memang selumrahnya bukan apabila kita perjuangkan berbagai hal tersebut, bukan untuk menunjukkan bahwa kita yang paling benar, tapi kita berusaha menjadi benar ……….

    walah mumet aku, wong iseng koyo aku kok ngomong serius, malah dadine gak nyambung blazzzzzzz

  8. 8 santribuntet June 12, 2007 at 6:32 pm

    Islam betul tak perlu diperjuangan…. tinggal bagaimana melaksanakan ajaran agama itu menjadi membumi bukan melangit terus… begitu tidak cak, maksudnya?

    kata deking tentang kebenaran yang tak perlu diperjuangkan kalau saya ingat ungkapan dari Cak Nur..
    katanya: “Dalam ajaran Islam yang mendalam, Kebenaran itu bagusnya disembunyikan” mungkin contohnya sedekah. Ia bagus tapi bagusnya disembunyikan… begitulah Islam tidak perlu pamer…🙂

  9. 9 seventeenosix June 12, 2007 at 9:25 pm

    Saya sih setuju banget sama ” deking ” . Apapun itu ,Allah sudah menjamin kemurnian Alquran. Dan sudah teruji . Yang tidak murni adalah perjuangan itu sendiri. Ada apa dibalik semua perjuangan atas nama agama ? Syariah ? dengan melanggar hukum islam sendiri ? Nilai ? Nilai yang mana ?
    Yang perlu dibina adalah sampai dimana kita menjalankan perintah Alquran dan menjauhi larangannya , lalu berserah diri kepada Yang Maha Kuasa.Karena masih ada yang jauh lebih berwenang dan mengetahui segalanya …. Allah SWT.

  10. 10 peyek June 12, 2007 at 9:54 pm

    @ harysmk3
    dari dulu sudah rahmatan lil alamin tho!, sedikit saya tambahkan untuk memperjelas, maksud saya lebih kepada kondisi sekarang, dimana orang berteriak demi Islam demi perjuangan Islam dengan cara-cara mereka yang ndak terpuji, lha apanya lagi yang perlu diperjuangkan? nah perang itu terjadi dulu, sekarang?

    @ anggara
    Ehm … bagaimana Islam sebagai ideologis patut diperjuangkan? kalo content kandungan nilai universal OK saya setuju dengan anda, berarti mulai dari individu, tidak dengan arogansi dan fatwa yang menurutnya benar, tersebar dan menyesatkan, apalagi anarkhi.

    @ ndarualqaz
    Yup!, ternyata kalo serius boleh juga mas, setuju setuju,

    karena dengan memperjuangkan nilai-nilai islam lah kita sebenarnya sekaligus memperjuangkan islam itu sendiri

    @ santribuntet
    wah ini jawaban manusia nyantri yang OK, jelas, lugas, bukan santri biasa, bukan salafy yang perlu teriak-teriak dan butuh pengakuan tentang salafnya, jadi ingat tentang sedikit dawuh Hadratussyaikh “saya lebih suka tharikat itu tidak terkenal seperti jajanan murah di pasar”

    @ seventeenosix
    Ehem …panjang, Ok, Siiip, mantaf!, ijin nyuplik yang terakhir

    Karena masih ada yang jauh lebih berwenang dan mengetahui segalanya …. Allah SWT.

  11. 11 Evy June 13, 2007 at 5:20 am

    Islam bukan perlu diperjuangkan tapi perlu di sharing, karena kita khan ga maumasuk surga sendiri too…ajak2 dong… ntar sepi di sana, menikmati 70 ribu bidadari sendirian bosen juga khan cak… lama2..

  12. 12 Master Li June 13, 2007 at 12:48 pm

    Saya setuju sama Pak Kurt. Nggak perlu teriak-teriak, kesannya angkuh banget. Umat beragama yang baik adalah yang bersahaja, bukan?🙂

  13. 13 peyek June 13, 2007 at 10:48 pm

    @ Evy
    hahaha urusan menikmati apa nggak enak dinikmati sendiri mbak? hehehe

    @ Master Li
    wah bener-bener reinkarnasi nih gun, apa pengaruh 2 bulan?

  14. 14 9racehime June 14, 2007 at 7:56 am

    stuju sama mbak evy!
    itu bagian dari dakwah jadinya kan??
    ya sih,,, slm ini agama cuma di jadiin dalih “oknum2 tak bertanggung jwb” untuk nglakuin sesuatu yg menguntungkan mereka,,,
    basmi aja tuh org2 begitu,,bukannya mbagusin nama agamanya, tapi malah bikin nama agama tsb jelek gara2 kerlakuan mrk yang mengatasnamakan agama itu,,,

  15. 15 riza June 14, 2007 at 9:22 am

    jika Islam adalah kebenaran, maka yang bertentangan dengan Islam adalah kesalahan/kebohongan. Sedangkan kebohongan yang diucapkan berulang2 akan terkesan menjadi benar. Sehingga saat ini umat Islam banyak yang bingung membedakan mana yang benar. Islam atau yg bertentangan dengan Islam. Sehingga saya pikir Islam harus diperjuangkan karena iman tidak cukup di hati, tapi juga di amal. Kalau anda cinta pada seseorang, tentu ga rela kalau orang tersebut difitnah atau dijelek2kan bukan?

    @anggara & ndarualqaz

    menurut saya, memperjuangkan Islam itu sama saja dengan melaksanakan aturan Islam. Jika yang diperjuangkan cukup nilai2 Islam (iman, jujur, adil, dll), berarti tidak perlu sholat, zakat, puasa, yang penting iman dalam hati, eling sama Pencipta. Lalu apa bedanya dengan orang yang tidak beragama? Orang atheis pun menganggap jujur dan adil adalah nilai yg baik bukan?

  16. 16 anggara June 14, 2007 at 9:44 am

    @ Riza
    Nilai-nilai Islam tidak bisa dipahami sesempit itu seperti iman, jujur, dan adil. Tetapi lebih luas, Ingat terhadap Tuhan juga tidak hanya dibatasi hanya pada saat Sholat saja, tetapi ketika memegang amanah jabatan. Saya bukan orang yang memahami tentang Islam dengan baik sebagaimana banyak rekan2 blogger lainnya. Mungkin anda lebih paham tentang apa yang dimaksud Islam dan nilai-nilai Islam.
    Akan tetapi memperjuangkan Islam akan sangat berbeda artinya dengan memperjuangkan nilai-nilai Islam yang lebih universal dan mudah dipahami oleh orang kebanyakan.

  17. 17 n0vri June 14, 2007 at 2:06 pm

    Memperjuangkan Islam? Betul Cak, ndak usah…
    Islam telah telah sempurna = setuju.
    “Hari ini telah Aku sempurnakan Islam sebagai agamamu…” [QS 5;3]

    *masih setengah mati memperjuangkan diri sendiri supaya bisa lebih Islami*

  18. 18 Heri Setiawan June 14, 2007 at 4:38 pm

    Maksudnya “Nggak Perlu Diperjuangkan” itu apa sih..?

    Pemurtadan merajalela, dibiarkan..?
    Fitnah terhadap Islam dimana-mana, dibiarkan..?

    Mungkin maksud “Islam sudah Sempurna” itu adalah dalam masalah IBADAH… Islam sudah sempurna jadi tidak perlu ada penambahan IBADAH yang neko-neko, cukup apa2 yang sudah diajarkan saja…

    Bagi saya, perjuangan menegakkan syariat itu tetap harus ada… Dunia ini milik Allah jadi peraturan yang paling pantas berlaku didunia ini ya peraturan Allah…

    Apakah kita masih mengaku sebagai abdi Allah?

  19. 19 peyek June 14, 2007 at 11:23 pm

    @ 9racehime
    Nggak perlu dibasmi dengan menghalalkan darah saudara sendiri mbak, sabar…sabar paling tidak kita bisa membedakan kan? mana oknum bertanggung jawab dan mana yang tidak

    @ riza
    bertentangan atau tidak, masih relatif kan? tergantung bagaimana seseorang menafsirkannya kan?, gimana? ketika kita nggak rela, gimana cara memperjuangkannya nih, melibas habis yang berseberangan?

    tidak ada yang implisit dan eksplisit mengatakan tidak perlu sholat, zakat dan lain-lainnya. Apa anda beranggapan non atheis telah melakukannya nilai jujur dan keadilan? tidak juga kan?

    @ anggara

    Ingat terhadap Tuhan juga tidak hanya dibatasi hanya pada saat Sholat saja, tetapi ketika memegang amanah jabatan

    setuju bung! jadi nggak perlu teriak dan mengatakan secara lugas “semua demi Islam”

    @ n0vri

    masih setengah mati memperjuangkan diri sendiri supaya bisa lebih Islami

    Nah …the real struggle!

    @ Heri Setiawan

    Maksudnya “Nggak Perlu Diperjuangkan” itu apa sih..?

    Akankah anda mendatangi tempat yang dikatakan tempat maksiat itu dengan membawa pentungan? dan teriak “Allahu Akbar” sambil menghancurkan segalanya? dan anda akan mengatakan demi tegaknya syariat islam?

    Perlukah partai politik itu mengatasnamakan Islam hanya demi merebut kursi dengan dalih menegakkan syariat Islam? kenyataannya sekarang? ngeri lagi jika mereka harus bertanggung jawab kelak di hadapan Allah kan?

    Siapa yang korup nih? Siapa hakim yang membebaskan koruptor itu? Siapa jaksa yang mengajukan dakwaan aja nggak becus administrasi? Siapa aparat yang beking? siapa nih orang mengunyah hutan bak sayuran? orang yang mengaku Islam kah? padahal mereka mengatakan demi Islam mereka berjuang di kursi-kursi itu.

    Lantas, mana yang diperjuangkan dan berjuang? Islam atau orang yang mengaku Islam, berjuang memperbaiki diri seperti ajaran Islam, maka perjuangan akan Islam akan terpancar dengan sendirinya bukan?

    bukankah Perjuangan paling hebat adalah terhadap hawa nafsu kita sendiri? orang-orang disekitar perlu kita lindungi dari kejahatan kita sendiri bukan? tentu, anda lebih bisa menjelaskan daripada saya.

    “Demi Islam”, segala cara bermakna jihad! gimana?

  20. 20 cakmoki June 15, 2007 at 12:46 am

    huahaha, cak peyek mbuka forum terbuka.
    Saya jadi teringat sebuah ungkapan yang cukup membumi sebagai frame tata nilai.
    ” Perjuangkan kemiskinan dengan kasab dan tidak korupsi, perjuangkan kebodohan dengan belajar ilmu yang manfaat dan istiqomah, ….”

  21. 21 venus June 15, 2007 at 7:55 am

    setuju, cak.islam udah sempurna. manusia2nya aja yang perlu disuntik serum-entah-apa supaya sadar, agama kita bukan agama yang serem, sangar dan nakutin. Tuhan kita bukan Tuhan yang galak dan sukanya nakut2in ummatnya. halah omong opo seh aku iki, caaakkk?? *turun dari mimbar sambil tersipu-sipu*

  22. 22 Heri Setiawan June 15, 2007 at 8:58 am

    @peyek,
    Karena itulah saya menanyakan makna “diperjuangkan” itu seperti apa mas…

    Memperbaiki diri itu harus, tapi apakah harus berdiam diri menanti “keajaiban..?

    Bagaimana dengan ini:
    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” Ali Imran 104.

    Trus “jihad” itu apa sih..? kok dihubungkan dengan pengrusakan..?
    Trus apa pula hubungan partai politik yang mengatasnamakan Islam..?

  23. 23 aribowo June 15, 2007 at 1:43 pm

    kalo menurut aku apa yang pantas diperjuangkan adalah niat dan tujuan dari perjuangan itu, kalo niat dan tujuan hanya untuk kepentingan seseorang atau bahkan sekelompok orang, tentunya itu bukan lah prjuangan yang harus di perjuangkan. iya gak?

  24. 24 peyek June 15, 2007 at 11:20 pm

    @ cakmoki
    hehehe iya cak sekalian buka-bukaan
    setuju dengan frame anda nih cak!

    @ venus
    he’eh mbok! wah ngilmu dimana tuh mbok!

    @ Heri Setiawan

    Memperbaiki diri itu harus, tapi apakah harus berdiam diri menanti “keajaiban..?

    ya ndak tho mas!, tentu anda lebih bisa memperjelas akan hal ini.

    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” Ali Imran 104

    ehem… ndak ada keraguan sedikitpun bagi saya akan hal ini, saling mengingatkan dari hati seperti Rasul mengingatkan dengan lembutnya tutur kata beliau, terasa lebih indah kan?

    Tentu tidak dengan serta merta mengatakan “demi Islam dan tegaknya syariat” bubarkan mereka, hancurkan mereka karena telah murtad, usir mereka karena berseberangan, singkirkan karena ketersesatan mereka, begitu?

    Tidakkah terbersit dalam benak mereka, jika Rasul hadir ditengah-tengah kita, akankah Rasul akan mengatakan dan mengambil kebijakan seperti mereka?, seolah olah penerbit fatwa-fatwa yang demikian itu sudah jelas ahli surga dan sumber kebenaran, heran!

    Trus “jihad” itu apa sih..? kok dihubungkan dengan pengrusakan..?

    Mari kita bertanya sama saudara-saudara kita di FPI dan yang sepaham dengan saudara-saudara kita itu, kenapa mereka merusak meja bilyard, menghancurkan botol-botol miras, melempari pengusaha dan tempat fast food itu dan seterusnya, lebih lanjut bisa dibaca disini, tidakkah mereka menyadari pengusaha itu juga Islam, nah!, lebih parah lagi, siapa yang mengambil kebijakan sampai-sampai botol-botol dan teman-temannya itu bisa diatas meja? pejabat yang mengaku Islam bukan? pejabat yang dulu teriak “demi tegaknya syariat Islam dan saya memperjuangkan Islam, dan anda tahu sayapun dari partai yang Islam, jika anda mengaku orang Islam, tidak ada keraguan untuk memilih saya” tentu anda sudah dapat terusan dari yang sedikit ini kan?

    Trus apa pula hubungan partai politik yang mengatasnamakan Islam..?

    Sedikit terjawab diatas, selanjutnya, mereka adalah contoh bahwa bukan Islam yang perlu diperjuangkan tapi pribadi-pribadi yang mengaku Islam, menjadi peimimpin yang Islami, jujur, adil, bijaksana dan seterusnya seperti ajaran Islam, maka semua orang akan menyadari bahwa pemimpin dari partai ini telah berjuang demi ke Islamannya meskipun dia berangkat dari partai gurem berbau sampah tanpa embel-emebel Islam sekalipun. dan perjuangannya terhadap Islam akan nampak dari lembutnya tutur kata, kesabaran dan kehati-hatiannya dalam mengambil segala kebijakan bukan?

    @ aribowo
    akibatnya tawuran dengan kelompok lain kan mas? setuju dengan anda mas

  25. 25 anas June 15, 2007 at 11:51 pm

    Yah apa saja yang jelas marilah kita berjuang untuk tetap berdiri tegak dalam keislaman. Islam is ur way of life, Islam is lifestyle.

  26. 26 Sugeng Rianto June 17, 2007 at 7:18 am

    Well, this posting is the same topic with joesatch’s posting he..he..he… Dekonstruksi terhadap simbolisme agama.
    Kang, mari kita tunjukan kepada dunia bahwa islam yang kita anut adalah rahmatan lil alamin. mari kita semua jangan terjebak dalam simbol2 keagamaan dan melupakan makna/roh dibalik simbol2 tersebut. Banyak kita saksikan masy. kita menjalankan kewajiban sholatnya tetapi masih berbuat keji dan nungkar. Sebuah ironi…

  27. 27 telmark June 17, 2007 at 8:20 am

    ngapain diperjuangkan ? cape dehhh…
    kayak FPI misalnya ? hehehe….🙂
    posting yg bagus, mas peyek.

  28. 28 imcw June 17, 2007 at 9:10 pm

    betul…yang perlu diperjuangkan adalah manusianya agar bisa hidup lebih layak…

  29. 29 Suluh June 18, 2007 at 9:54 am

    Postingannya Pendek tapi KOmentarnya Puanjang amat… AH ide ataupun orang juga sering kali salah kok… saya pikir perbaikan terus-menurus lewat feedback loop yang bisa membantu kehidupan kita secara lebih rasional… OOT gak saya… kata Popper sih lewat rekayasa bongkar pasang😀

  30. 30 Kurt June 19, 2007 at 4:28 pm

    bu dokter nih, @Evy masih teringat aja ama “anu” yang 70rb.
    heheeh… kalau diteriakin terus ntar benar gak jadi 70rb loh heehee🙂

  31. 31 kampret nyasar! June 19, 2007 at 8:28 pm

    Semuanya sudah dijelaskan kok, makin kedepan ini akanmakin banyak kampret2 yang mengaku memperjuangkan tapi kelakuannyamalah sebaliknya. Sebagai soerang muslim yang baik itu mudah kok – ada qur’an dan hadits ya panduannya dari sana.. nggak berarti menterjemahkan se-enaknya dewe😀

  32. 32 mascatur June 20, 2007 at 8:42 am

    melaksanakan ajaran islam untuk diri sendiri adalah perjuangan ,karena hrs berjuang menghadapi kecenderungan dunia yang berlawanan dengan ajaran islam ,seperti sabda nabi peperangan yang paling besar adalah melawan hawa nafsu itu juga perjuangan ,kita juga hrs memperjuangkann kebenaran bukabkah ada perintah “sampaikanlah walau satu ayat”

  33. 33 peyek June 20, 2007 at 8:37 pm

    @ anas
    Setuju mas

    @ Sugeng Rianto
    sama kayak joe? hehehe… punya joe jauh lebih komplit daripada posting ini mas, baidewei setuju dengan anda

    @ telmark
    Terima kasih mas, tulisan anda jauh lebih bagus

    @ imcw
    ya setuju dengan anda mas

    @ Suluh

    kata Popper sih lewat rekayasa bongkar pasang

    ah bikin penasaran mas, bisa diperpanjang?

    @ Kurt
    dok jawab dong dok!

    @ kampret nyasar!
    betul mas, wah anda lebih bisa menjelaskan daripada saya

    @ mascatur
    ini apalagi, lebih jelas dan bisa diterima kan?

  34. 34 joesatch June 21, 2007 at 11:23 pm

    lho, mirip tulisanku yang dagelan itu. setuju, oom!

  35. 35 Neo Forty-Nine June 24, 2007 at 5:32 pm

    Gimana dengan tulisan saya yang ini?

  36. 36 Cahaya Islam June 24, 2007 at 7:16 pm

    Perjuangan menuntut pengorbanan, demi Islam. Setuju ?

  37. 37 AnangYp July 14, 2007 at 5:49 am

    Oo maksudnya itu tho pak, mungkin memperjuangkan diri kita masing-masing biar bener-bener ‘masuk’ islam.. dan kalau mampu mbantu orang lain memperjuangkan dirinya ‘masuk’ islam. yah, mungkin itulah yang saya tangkep…

    salam kenal dan numpang mampir

  38. 38 B Ali August 25, 2007 at 1:00 am

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.

    Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?

    Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

    Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: