Bayar Uang Rakyat Dengan Prestasi

Judul ini saya ambil sewaktu saya mengirim email ke seseorang yang alamat emailnya saya temukan di forum Gresik United, sepak bola daerah divisi I yang menyedot APBD. Memang awalnya sih dari kejengkelan lihat permainan mereka itu, Eigh uang rakyat lho!, karena itu sedikit-sedikit saya yang rakyat juga punya hak buat bicara kan?

Berapa jumlah yang terkuras? ah entahlah saya juga ndak tahu, tanya mereka tuh! yang katanya punya situs resmi yang updatenya seminggu sekali atau seenak sendiri. Apa sekarang menguras uang rakyat model beginian yang laku? soalnya rakyat nggak akan terasa. Dan memberitakan besar biaya untuk ini adalah aib?

Ngomong situs resmi, bisa dilihat disini, nah huik! apa pendapat anda? tahan dulu, bener donk kata mbak dokter “lha rakyatmu bodo cak!”, huahahaha maklum mbak terlena dengan janji surga Bapak’e arek-arek .

Cukup panjang jika saya memulainya dari bagaimana saya bisa terlibat email-email manis sedikit kritik bersama mereka, ehm bukannya ngawur tapi terserah mereka, jika itu dibilang ngawur, biar saja telinga mereka panas, biar jantungnya berpacu, biar otaknya dibasahi sama kotor…. stop..stop…..ah sudahlah saya sudah melampiaskannya meskipun itu baru sebagian kecil lewat email saya ke mereka.

Saya yang cuman penonton bola, yang nggak ngerti strategi dan teknik permainan bola yg baik, sering menyaksikan pertandingan mereka di stadion itu, bagaimana permainan bola mereka yang menurut saya sama sekali nggak enak buat ditonton, ini mungkin terlalu subjektif, maaf sayapun nggak membandingkan mereka dengan tontonan bola layaknya di liga-liga di eropa. Tapi jika dibanding dengan tim sepakbola anak kampung kok nggak ada beda. Perbandingan sederhana bukan?

Nah yang bikin sedikit saya heran, forum dan situs yg katanya resmi itu, sama sekali nggak ada ruang buat mengungkapkan pendapat, saran atau masukkan kepada pelatih atau pengurus, jadi yang muncul hanyalah kata-kata yang menurut mereka baik dan enak didengar, padahal ada thread uneg-uneg disana. lha buat apa coba!. Bukankah forum itu sebagai jembatan antara rakyat yang mendanai atau supporter yang bayar tiket dengan pengurus? Supaya aspirasi itu didengar?. ah entahlah!

39 Responses to “Bayar Uang Rakyat Dengan Prestasi”


  1. 1 cK May 9, 2007 at 11:52 pm

    PERTAMAX!!!
    Forum oh forum…

  2. 3 deking May 10, 2007 at 1:00 am

    Sssttt…Cak, itu kan kalau masalah sepakbola
    Bagaimana dengan masalah uang rakyat yang digunakan untuk membiayai studi banding dan juga nyaris untuk beli laptop untuk sidang umum? APakah mereka juga harus membayar semuanya dengan prestasi? Lalu prestasi semacam apa yang seharusnya mereka persembahkan?😀

  3. 4 cakmoki May 10, 2007 at 2:23 am

    Persegres yo Cak ? Sama dengan Persisam, apbd tersedot ngurusi bal-balan, prestasi paling-paling piagam devisi I. Konon kalo gak dikasih anggaran mereka ngamuk.
    Kapan iso koyok luar negeri, walaupun devisi rendah tapi bisa membiayai dirinya sendiri.

  4. 5 junthit May 10, 2007 at 3:35 am

    situs resminya mungkin cuma buat gaya-gaya saja cak ,
    nanti kalau bikin proposal kan ada alamat web-nya , wow keren..

  5. 6 aribowo May 10, 2007 at 12:22 pm

    itulah wong endonesia, gak mau mandiri, selalu punya paradigma kalo masih di kasih ngapain repot2 cari.

  6. 7 kangguru May 10, 2007 at 1:07 pm

    lha sepak bola kan lebih baik untuk menghibur rakyat ya wajar dong kalo pake uang rakyat, dari pada ketoprak di senayan itu tuh, ngak bagus itu

  7. 8 alle May 10, 2007 at 3:06 pm

    hehehe,. itu baru situs klub sepak bola,. klo situs pemerintahan kan lebih parah! udah make uang rakyat yg besar, gak pernah diapdet, gak bisa berkomunikasi dst..dst..

  8. 11 deedhoet May 10, 2007 at 5:20 pm

    “Kompetisi sepakbola terbesar di dunia, yaitu Liga Indonesia (Ligina) akan bergulir mulai 3 Februari 2007 untuk Divisi Utama dan Maret 2007 untuk Divisi I. Kompetisi Ligina diikuti 36 klub divisi utama dan 40 klub divisi I. Sayangnya dari 76 klub hanya 4 klub yang benar-benar professional, karena memiliki sumber pendanaan yang mandiri seperti Arema, PKT, Pelita Jaya dan Semen Padang. Lainnya masih “mengemis” pada dana APBD.

    Untuk klub divisi utama rata-rata mengemis dana APBD sebesar Rp 11-25 miliar per tahun. Untuk klub divisi I rata-rata mengemis dana APBD sebesar Rp 4-12 miliar per tahun. Dana untuk klub sepakbola di banyak daerah bahkan lebih besar dibanding besaran anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan, karena menyerap 50 persen dari PAD.

    Jika ditotal dana APBD yang terserap untuk Klub Ligina setahun hampir mencapai Rp 600 miliar. Sebuah dana yang amat besar dan jauh di atas rata-rata dana APBD kabupaten, misalnya, Kotamadya Salatiga, Jateng yang per tahunnya hanya Rp 200 miliar.

    Lantas apakah di balik pemborosan dana APBD untuk klub sepakbola itu ada prestasi sepakbola nasional di kancah internasional?

    Jawabannya pasti tidak. Alokasi anggaran APBD untuk klub sepakbola konon terserap untuk membayar gaji dan kontrak pemain. Rata-rata pemain divisi utama memiliki nilai kontrak mencapai Rp 200 juta hingga Rp 1,2 miliar per tahun. Pemain divisi I nilai kontrak mencapai 50 juta-250 juta per tahun.

    Untuk itu, saat ini hanya ada satu kata untuk menghentikan kemubaziran ini: hentikan kucuran dana APBD untuk sepakbola. Dana tersebut bisa dialihkan untuk kesejahteraan sosial dan cabang olahraga lain yang mampu membawa harum nama bangsa di kancah internasional.”

    http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=165676

    Edun ajah boss, gaji sebulan pemain sepak bola sampe 100 jt sebulan. Pemain divisi I aja, gaji minimal sampe 4 jt/bl😦 Eh, kontrak itu = gaji kan?
    50% dari PAD boss, bubarkan ajah tuh klub sepak bola kalo sampe gitu. Prestasinya cuma bikin kantong tipis..

  9. 12 antobilang May 10, 2007 at 7:12 pm

    oho…persepakbolaan nasional memang masih menjadi sapi2 perah bagi oknum2 penghisap uang…

  10. 13 Kang Kombor May 10, 2007 at 8:54 pm

    Loh… kok situsnya nggak bisa dibuka? Apa memang beneran ada situsnya?

  11. 14 peyek May 10, 2007 at 10:08 pm

    @ cK
    iya forum sialan tuh! hihihihi

    @ Anang
    kapan jadi pertama? hehehehe

    @ deking
    nah mestinya kita kan yang menentukan prestasi apa yg seharusnya mereka berikan lewat wakil kita, tapi kenyataanya wakil kita itu juga sami mawon mas!

    @ cakmoki
    lha durung iso makan sendiri cak, masih njuju!

    @ junthit
    bisa jadi mas…

    @ aribowo
    takutnya keenakan terus ketiduran mas

    @ kangguru
    menghibur kalo berprestasi lha klo kalah terus? kan nggak mewakili semua rakyat kang!

    @ alle
    iya mas sama saja, situs sepak bola pake uang rakyat juga

    @ ndarualqaz
    lha ya itu

    @ koesna
    sarujuk=setuju?

    @ deedhoet
    wah berarti pendidikan kalah sama bola? dan itupun nggak semua buat bola, kesedot buat perahan orang-orang serakah? walah tambah ngeri nih mas, ternya nilainya nggak sedikit juga.

    @ antobilang
    iya nih mas

    @ Kang Kombor
    lha cak pokoknya sekedar ada, mau diupdate apa enggak toh nggak akan ngaruh, tetep dibayar posisi aman cak, lha ngono kuwi cak!

  12. 15 iman brotoseno May 10, 2007 at 11:56 pm

    ada yang bilang sepakbola merupakan hiburan rakyat dan tempat dimana seluruh rakyat bisa mengkolaborasi fanatisme daerah, emosi dsb..jadi cocoklah buat sarana menjadi kuda tunggangan bupati atau gubernur..

  13. 16 whitegun May 11, 2007 at 2:48 am

    sorry boss, bukannya mo nanggapin tulisan tapi slogan diatas yang mengatakan bubarkan IPDN. aku rasa kurang tepat tindakan itu dilakukan klo untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa, itu artinya sama aja dengan kita membakar rumah demi membunuh tikus yang ada di dalamnya. tindakan yang berner adalah bersihkan IPDN dari segala bentuk kekerasan fisik yang udah dua kali menjadi masalah nasional. klo perlu resufle seluruh pengurus dan mahasiswanya. kekerasan iPDN dilakukan oleh mahasiswa khan…? jadi gak perlu membakar rumah cuma gara2 mau bunuh tikus yang tinggal di dalamnya…

  14. 17 destiutami May 11, 2007 at 5:49 pm

    Iya nih, pak. Link situs resmi-nya kok gak keluar ya?

    Ho, nanti kalo nonton bikin spanduknya aja, “Pakai uang rakyat yang bener dong!”

    Eh, brp persen yg dipakai pak? Ngalahin dana utk pendidikan gak?

  15. 18 peyek May 11, 2007 at 10:21 pm

    @ iman brotoseno
    bener mas, tunggangan buat mendapatkan kekuasaan

    @ whitegun
    wah bisa panjang buat ngebahas untuk yg satu ini, sebagai awal bisa baca disini

    @ destiutami
    memang sengaja disembunyikan tuh he..he… soalnya percuma mbak, kalo ngomong berapa persen dari pendidikan, nggak jelas tuh, bisa jadi lebih besar dari anggaran pendidikan

  16. 19 bluedee May 12, 2007 at 1:07 pm

    wahahaha…saya saja udah males nonton bola lokal di tv. Mendingan nonton MU dagh.

  17. 20 ndarualqaz May 12, 2007 at 4:30 pm

    sepakbolanya buat hiburan rakyat, uang tilepan priyeknya buat hiburan penjahat pejabat. klop sudah, semua bahagia, lalu sang pejabat masuk penjara, mati masuk neraka. ENTAHLAH™

  18. 21 joesatch May 12, 2007 at 7:32 pm

    cuma uneg2 yang menurut mereka baik aja yang ada? lha kok aku jadi teringat sesuatu ya?😉

  19. 22 peyek May 12, 2007 at 11:46 pm

    @ bluedee
    kalo kedengeran teman, pasti dibilangin nggak nasionalis, nggak ada andil memajukan bola dalam negeri heeheheh apa iya ya…

    @ ndarualqaz
    lha berarti bodohnya kita kan?

    @ joesatch
    opo tho joe?

  20. 23 anas May 13, 2007 at 8:49 am

    Nah yang bikin sedikit saya heran, forum dan situs yg katanya resmi itu, sama sekali nggak ada ruang buat mengungkapkan pendapat, saran atau masukkan kepada pelatih atau pengurus, jadi yang muncul hanyalah kata-kata yang menurut mereka baik dan enak didengar, padahal ada thread uneg-uneg disana. lha buat apa coba!

    Buat apa ? Ya buat ngempongin rakyat yang bodho dan nga’ tau apa-apa tho cak. Biar mereka percaya aja kalo uang mereka itu dipakai untuk hal-hal yang baik, buktinya mereka khan punya webbsite. Gitu kali ya.

  21. 24 zainuri May 13, 2007 at 6:20 pm

    ya mungkin karena mereka terlalu tuli untuk mendengarkan unek-unek kita2 jadi ya….ya….atau mereka2 sengaja berpura-pura tak mau mendengarkan suara-suara kita….ya begitulah orang kalau punya kekkuasaan jadi apa saja bisa dilakukannya

  22. 25 peyek May 13, 2007 at 9:28 pm

    @ anas
    wah jadi dijajah orang-orang sendiri donk mas

    @ zainuri
    padahal kita-kitalah yg memilih mereka, jadinya kita lagi yg salah tho, artinya salah pilih

  23. 26 n0vri May 14, 2007 at 7:48 am

    Wis Cak, mending gak punya klub bal-balan duit rakyat yang dibuang percuma itu bisa mbiayai puskesmas atau sekolah roboh.

    Pokoke aku gak setuju samasekali bal-balan pake APBD. For any reason! Masak uang rakyat cuma buat mbayar tukang berantem. Gak mutu blas.

  24. 27 Shan-in Lee May 15, 2007 at 8:54 am

    Nggak cuma di sana om…

    Di KalTeng juga gitu… KalTeng Mania capek-capek kasih support dari dana sampai dukungan… Mainnya nggak ada bagusnya…

    Horeee… Banyak pengalamannya…
    Pengalaman kalah ama imbang doang…

    Tapi Shan-in heran banget nih… APBD malah nyasarnya ke bola… Aneh banget.

  25. 28 jejakpena May 15, 2007 at 2:02 pm

    Rasanya kita (rakyat) memang `dikerjai` dari hampir semua lini ya?
    *geram*

    Oh ya pak, kalau di situs itu tidak ada ruang berkomentar, trus email bapak ditanggapi seperti apa? Siapa tahu kita juga bisa sekalian `paham` bagaimana mereka menjelaskannya…

  26. 29 p4ndu_454kura May 15, 2007 at 8:23 pm

    Yah, ga beda jauh deh ama di Surabaya.
    Uang rakyat dihamburkan untuk membiayai klub yang tak kunjung berprestasi. Lebih baik klub itu mencari biaya sendiri dengan menggandeng pihak swasta seperti Arema atau klub2 luar negeri.

  27. 30 p4ndu_454kura May 15, 2007 at 8:26 pm

    Pak, hasil lomba blognya udah keluar! Tolong dibandingkan dengan pemenang lain versi bapak ya…😀

  28. 31 peyek May 15, 2007 at 10:59 pm

    @ n0vri
    bener..bener.. tapi penguruse budhek!, lha forum aja dimoderate gimana bisa tahu aspirasi, iya khan?

    @ Shan-in Lee
    wah tak kirain disini doang, ternyata sama-sama, lha sapa yg salah tuh! penguasa atau rakyat yg cuek bebek

    @ jejakpena
    wah kalo email itu cukup panjang, lagian percuma, cuman asal jawab kok

    @ p4ndu_454kura
    persebaya? hehehe nggak jauh ya?

  29. 32 orido May 16, 2007 at 9:43 am

    banyak kok forum yg menyatakan forum bersama padahal untuk kepentingan pribadi..
    emang bikin ngeres hati..

  30. 33 Shan-in Lee May 16, 2007 at 12:56 pm

    wah tak kirain disini doang, ternyata sama-sama, lha sapa yg salah tuh! penguasa atau rakyat yg cuek bebek

    Iya nih, om… Setelah Persepar masuk Divisi I… Langsung deh PemDa gila-gilaan nyetor dana… KalTeng-Mania juga gila-gilaan ndukung.

    Hasilnya?
    Pengalaman kalah ama imbang doang!

    Yang salah? Nggak tau deh… @___@

  31. 34 peyek May 16, 2007 at 10:41 pm

    @ orido
    bener juga mas, termasuk forum yg lagi saya omongin ini

    @ Shan-in Lee
    Emmmm… iya nih nggak nyadar-nyadar!

  32. 35 Dino May 21, 2007 at 9:45 am

    Saya suka pemikiran anda bahwa uang untuk mengelola tim sepakbola tersebut adalah uang rakyat jadi anda punya hak untuk tidak puas. Andaikan kita bisa berbicara dan beraksi seperti ini, korupsi pasti bisa terkurangi. Orang indonesia setiap harinya ngliat korupsi tapi diem aja, padahal itu duit mereka yang dinikmati segelintir orang aja.

  33. 36 peyek May 21, 2007 at 10:44 am

    @ Dino

    karenanya jangan pernah diam, at least kita menanyakan kenapa bisa terjadi seprti ini kepada para koruptormereka

  34. 37 Shan-in Lee May 21, 2007 at 7:47 pm

    Om!

    Ntar tanggal 20 Mei Persepar vr Gresik United lho!
    Di Palangkaraya, semoga Shan-in nggak sibuk dan bisa nonton~

    Om ga pergi ndukung pake dana APBD?😆

  35. 38 peyek May 22, 2007 at 10:41 am

    @ Shan-in Lee
    kabarnya dah kalah tuh 1-2 buat Persepar! selamat deh!

    nggak bakalan pergi pake APBD mas hehehehe

  36. 39 mrtajib May 28, 2007 at 4:02 pm

    eh, jangan-jangan blog ini juga dibniyai dengan dana APBD. hayo ngaku!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: