Archive for May, 2007

Underground Sampai Keroncong

Jelas ini soal musik, dulu saya suka sekali dengan band-band underground luar tapi sekarang malah menyukai musik negeri sendiri, dari lagu-lagu campur sari sampai yang terakhir, keroncong. Menyesal nggak begaya? ah tak apalah, namanya juga selera telinga. :mrgreen:

Saya banyak mengoleksi album-album underground, dari banyak aliran, yang kebanyakan teman-teman saya dulu menyebutnya deathmetal, grindcore, hardcore, dan banyak istilah lain yang agak-agak mirip, sayapun mengkoleksinya dari mulai nuclear assult, sepultura, necronomicon, brutaltruth, suffocation, napalm death dan masih banyak lagi. Dulu beli paling mahal seharga Rp 5.000,- sekarang banyak yang mau membelinya dengan harga Rp 50.000,-, investasi menguntungkan ternyata he..hehe..he..! đŸ™‚

Mau keroncongan lagi?

Advertisements

Loebang Itu, Tempat Meregang Nyawa!!!

Bukan menakuti atau sengaja membuat judul itu serem, tapi ya gimana lagi, cuman obrolan di warung kopi lagi, saya mencoba menulis ini karena kemarin ada suatu urusan yang harus saya selesaikan di Surabaya, maka saya kembali menggunakan satu-satunya fasilitas jalan yang menghubungkan Surabaya dan Gresik itu, tentu bukan jalan tol supercepat bebas hambatan, karena saya cuman pake motor warisan.

Ya, selama kurang lebih 14 tahun saya menggunakan fasilitas jalan itu, tapi selama itu pula saya tidak pernah sekalipun menikmati mulusnya jalan propinsi Surabaya Gresik, sepertinya dua kota itu saling bermusuhan saja, beda dengan Surabaya Sidoarjo yang sepertinya terawat dengan baik dan selalu tampak mulus itu. Maka tak heran jika Sidoarjo berkembang lebih cepat di segala bidang dibanding Gresik, itu sejauh pengamatan ngawur saya, tapi saya yakin akan banyak yang menyetujui, tanya saja mereka yang menggunakan fasilitas jalan itu.

Lanjutkan “Yang Jatuh Ke Loebang”

Bayar Uang Rakyat Dengan Prestasi

Judul ini saya ambil sewaktu saya mengirim email ke seseorang yang alamat emailnya saya temukan di forum Gresik United, sepak bola daerah divisi I yang menyedot APBD. Memang awalnya sih dari kejengkelan lihat permainan mereka itu, Eigh uang rakyat lho!, karena itu sedikit-sedikit saya yang rakyat juga punya hak buat bicara kan?

Berapa jumlah yang terkuras? ah entahlah saya juga ndak tahu, tanya mereka tuh! yang katanya punya situs resmi yang updatenya seminggu sekali atau seenak sendiri. Apa sekarang menguras uang rakyat model beginian yang laku? soalnya rakyat nggak akan terasa. Dan memberitakan besar biaya untuk ini adalah aib?

Ngomong situs resmi, bisa dilihat disini, nah huik! apa pendapat anda? tahan dulu, bener donk kata mbak dokter “lha rakyatmu bodo cak!”, huahahaha maklum mbak terlena dengan janji surga Bapak’e arek-arek .

Continue reading ‘Bayar Uang Rakyat Dengan Prestasi’

Saya Yang Buruh

Tulisan ini mungkin sudah terlalu udzur untuk diposting, tapi nggak apa-apalah sekedar sebagai mawas diri, bahwa kemarin may day telah membuat ingatan saya kembali ke beberapa tahun silam, Ketika status masih sebagai mahasiswa keren, lha sekarang ini baru saya menyadari ternyata saya seorang buruh, batur, & mbabu, oalah nasib!

Status baru yang nggak punya harga, dijajah, diperlakukan bak mesin, dirampok waktunya dan banyak aturan main lainnya demi menghidupi keluarga dan ngawula sama bendara

Walah seorang buruh nulis tentang buruh, batur ngerasani batur, babu nge-gombal tentang babu, apa kira-kira yang akan diomongin? kalo tidak nasib sebagai buruh ya apalagi?.

Continue reading ‘Saya Yang Buruh’

Kata Ma’af Lebih Berat Dari Sebungkus Rokok!!!

Ya memang belum Idul Fitri, tapi kata “ma’af” akhir-akhir ini jadi sering saya temui ketika jalan-jalan kembali ke blogosphere, diantaranya ini dan yang terakhir dari ini, banyak yang mengucapkan kata ma’af entah kenapa sebabnya, mungkin karena NT2007, atau apalagi sebab-sebab yang lain, seolah kata ma’af jadi kata obralan murah, bahkan gratisan. Eits… tunggu dulu, bukankah seharusnya demikian?

Terlepas dari ucapan ma’af yang tulus ikhlas atau sekedar terkesan santun, dan… ah saya nggak mau terjebak dalam perdebatan seperti ini, Saya hanya ingin mengungkapkannya dalam tulisan ini yang terkesan minim dan subjektif. bagi saya kata ma’af, terdengar lebih sering diucapkan oleh mereka orang-orang barat yang sudah terlanjur diberi label oleh orang-orang berjanggut kita dengan label pemilik budaya buruk. Padahal?

Continue reading ‘Kata Ma’af Lebih Berat Dari Sebungkus Rokok!!!’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 140,239 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</