Senjata Mereka vs Senjata Kita

Bukan senjata buat perang beneran!, yang jelas masih tentang mereka yang punya kepentingan di IPDN dan senjata perang yang mereka punya demi berlangsungnya kehidupan dan terisinya lumbung-lumbung padi mereka di kampus itu.

Bagaimana perjuangan para blogger lewat petisi dan tulisan-tulisan untuk meneriakkan pembubaran IPDN seperti bambu runcing melawan senjata mesin otomatis yang bisa memuntahkan ribuan peluru mematikan dalam hitungan menit. Bagaimana tidak, tak semua blogger berdiri dalam satu barisan, kita tahu itu, ditambah tulisan segelintir penguasa yang begitu mudah dimuat diberbagai media cetak, dan jutaan rakyat yang tak punya koneksi internet membaca tulisan mereka yang wah. Tak patah semangat meski dengan bambu runcing, maju terus! demi pembubaran IPDN.

Media cetak, koran, majalah, tabloid dan semua aktivitas didalamnya (saya yang sering nongkrong di warung kopi ndak begitu tahu) seolah menjadi senjata mujarab mereka yang berkepentingan untuk tetap mempertahankan IPDN, bacalah koran langganan anda beberapa hari terakhir, tulisan siapa yang akan anda temukan, orang yang masih punya hati untuk pembubaran IPDN atau tulisan sekjen Mendagri atau siapalah mereka beserta cènténg-cènténgnya yang mengarahkan opini publik bahwa pemerintahan kita masih memerlukan sekolah calon pencetak pemimpin masa depan negeri ini, hayo! bongkar koran langganan anda. Apa kampus lain mandul dan nggak mampu ereksi, nggak mampu reproduksi sampai-sampai begitu pentingnya kampus laknat dan biadab ini harus dipertahankan.

Mengapa koran? karena bagi mereka (sebagian besar rakyat kita,-red) buta internet apalagi petisi online, terlebih membaca tulisan blogger seperti anda dan tulisan kotor saya yang menuntut pembubaran IPDN. Nggak perlu diperpanjang tentang ini, anda bisa tafsirkan sendiri.

Fokusnya adalah Media Cetak, yang dibaca rakyat karena dekat dan mudah didapat, yang memuat tulisan mereka, yang turut andil pengarahan wacana publik sesuai kepentingan mereka, proporsi tulisan yang nggak adil antara yang pro IPDN dan yang menuntut pembubaran kampus bosok penuh borok dan bobrok yang nggak seimbang. Jadi mohon ijinkan saya, untuk mengatakan kepada media cetak busuk bin “nggatéli” yang seperti saya gambarkan diatas, “Perlahan tapi pasti media anda mengambil peran untuk mencetak para pembusuk negeri”

Tetap semangat meski hanya dengan bambu runcing! dan mereka pakai senjata berat. Saya tak pernah menganggap perjuangan kita remeh kawan!

Nah bagaimana kabar koran dan media ashu langganan anda?

 

34 Responses to “Senjata Mereka vs Senjata Kita”


  1. 1 mybenjeng April 20, 2007 at 12:44 am

    well, bambu runcing sakiki gak landhep maneh cak, opo maneh cuma sak lonjor… tapi nek nyogrok kuping yo gak trimo nylekit thok, isok-isok modiar…!!! tul gak, he2…
    eniwei, apapun itu; potong generasi di IPDN, reform IPDN, bubarkan IPDN; kalo untuk indonesia yang lebih baik, monggo…!

  2. 2 wadehel April 20, 2007 at 2:01 am

    Semoga internet semakin murah, diskusi semakin berani dan penyebaran informasi semakin mudah.

    Pers yang gila duit memang lebih mudah di beli🙂

  3. 3 Arie April 20, 2007 at 4:19 am

    Tentu tidak termasuk koran saya, soalnya kami selalu menampung dan menyampaikan aspirasi umat. Termasuk menggalang opini publik tentang desakan pembubaran IPDN.

  4. 4 Alief April 20, 2007 at 9:10 am

    maju terus pantang mundur
    merdeka!

  5. 5 kangguru April 20, 2007 at 9:16 am

    yu ah diatur
    estafet nulisnya jangan barengan

  6. 6 Aufa April 20, 2007 at 9:51 am

    Ya kawan, kalah menang soal nanti, yg penting adalah bagaimana melakukan sebaik-baik perlawanan.

  7. 7 Evy April 20, 2007 at 12:10 pm

    Waaa…ga pa pa pak peyek yang kita bela adalah kebenaran, masalah ntar nya politik mengangagap IPDN harus tetap exist ya itu ursan mereka2 yang penting kita ga ikutan dosa jamaah membiarkan semua kejahatan di depan mata..

  8. 8 peyek April 20, 2007 at 7:35 pm

    @ mybenjeng
    harus untuk Indonesia lebih baik

    @ wadehel
    setuju om dehel

    @ Arie
    koran yang mana mas

    @ Alief
    yo’i cak, ITS gmn cak? adem ayem ae ta?

    @ kangguru
    nulis di blog masing-masing kang, maksudnya?

    @ Aufa
    kalo kalah ya jelas sedikit kecewa, tapi mau gimana lagi

    @ Evy
    adem srep mbak

  9. 9 junthit April 20, 2007 at 9:02 pm

    jurnalis juga banyak yang baca blog kok mas,
    makanya banyak juga tulisan di blog dikutip di media cetak..
    tetap semangat-lah..!

  10. 10 Hanichi Kudou April 21, 2007 at 12:06 am

    IPDN memang kampusnya teroris dan mencetak para teroris baru (baca:pejabat hitam).

    Teroris yang bukan menendang rakyat dengan kakinya saja, tapi juga menendang dengan ucapan-ucapan seperti, “Terpaksa BBM kita naikkan”.
    🙂

  11. 11 dwi Yanto April 21, 2007 at 8:17 am

    Lha wong pejabat ora bisa internetan cak, makanya mereka tahunya koran doang blogkan dianggap jurnalis frustasi aja padahal tidak sedikit
    para wartawab ambil tulisan kita “Blogger Yan Terhormat ”🙂, bangsa iki kayane wis meh ambruk….

  12. 12 jokotaroeb April 21, 2007 at 11:59 am

    soal IPDN ya?….

  13. 13 venus April 21, 2007 at 1:32 pm

    hajar blehh!!! petisi jalan terus biarpun banyak yg nganggep gerakan kita percuma dan ga bakal kedengeran gaungnya. gpp. walah jadi panas lagi atiku…

  14. 14 peyek April 21, 2007 at 6:25 pm

    @ junthit
    apa bener mas

    @ Hanichi Kudou
    bener juga tuh mas, musuh dlm selimut dong mas

    @ dwi Yanto
    ambruk? ngeri mas, berarti kita semua frustasi mas

    @ jokotaroeb
    kemana aja sampeyan?

    @ venus
    jangan panas lagi mbok, cukup yg muda yang panas, njenengan support dari belakang mbok, tapi tetep aktif (apanya?) hehehe

  15. 15 telmark April 22, 2007 at 12:44 pm

    No Comment.
    (padahal udah komen ya.. hehehe…) 🙂

  16. 16 mardun April 23, 2007 at 2:27 am

    Mungkin korannya takut di”IPDN”kan paling cak😛

  17. 17 Rony April 23, 2007 at 11:29 am

    begini, permasalahan di negeri ini klasik sekali. atas nama perkembangan makin pesatnya teknologi, makin cepat juga informasi tersebar. dampaknya? makin cepat pula masyarakat lupa.🙂

    Nah, bukan bambu runcing yang diperlukan sekarang. Tapi sebuah upaya terus-menerus untuk mengingatkan. Eh, itu bambu runcing juga. Waktu itu kan gerilya kita gak pernah benar-benar menang? hanya mengingatkan bahwa masih ada RI yang diperjuangkan oleh orang-orang bodoh bersenjata lemah. hehe… sayangnya, kita bangga jadi orang bodoh bersenjata lemah waktu itu, lahirlah negeri tercinta ini🙂 yuk.. angkat senjata.🙂

  18. 18 superkecil April 23, 2007 at 6:35 pm

    ewh..
    IPDN lagi…
    mbok yg laen topiknya…

  19. 19 deedhoet April 23, 2007 at 8:35 pm

    Turunkan tarif internet!
    Biar bisa ngeblog lebih sering…
    Biar bisa blogwalking kemana-mana…
    Biar bisa nyepam kemana-mana…
    Biar gak usah matiin gambar untuk menghemat byte…
    Biar gak dipecat gara-gara ngenet mulu di jam kantor…

  20. 20 peyek April 23, 2007 at 10:40 pm

    @ telmark
    terima kasih

    @ mardun
    bener mas, pointnya takut dibredel kali mas

    @ Rony
    Bener mas, ini menyemangatkan kita untuk selalu mengingatkan, dan tentunya mengawal semua proses, untuk masa depan bangsa

    @ superkecil
    bukan kenapa, supaya nggak cepat lupa

    @ deedhoet
    setuju, dipecat gara-gara ngenet di kantor? wah perlu waspada nih

  21. 21 aVank April 24, 2007 at 8:42 am

    hihihi
    dipecat gara2 ngenet mlulu di kantor
    lucu juga
    iya euy
    mungkin bisa dgn cara internet murah
    tapi apa pemerintah mau?
    wong tarif telpun aja mau naek

  22. 22 ndarualqaz April 24, 2007 at 9:04 am

    untung saya gak ikutan marah ke bandung, bakal geger tuh bandung khususnya ipdn kalo saya ngamuk kesana sambil pake pakaian warog ponorogo n bawa rombongan reog, hehehehe, dikira lagi ada pertunjukan…..

  23. 23 Anggara (lagi malas login) April 24, 2007 at 3:05 pm

    @ pak gimana kalau kita pikirkan, para blogger mengajukan gugatan sebagai warga negara yang peduli terhadap kematian para mahasiswa itu

  24. 24 peyek April 25, 2007 at 7:20 am

    @ aVank
    lha itulah masalahnya mas

    @ ndarualqaz
    wah, ya mending datang tho mas, sekalian biar rame

    @ Anggara (lagi malas login)
    boleh juga mas, kalo anda punya konsep gugatannya lha kenapa tidak tho semua demi kebaikan

  25. 25 anggara April 25, 2007 at 10:15 am

    ini sama dengan konsep gugatan waktu kejadian TKI di nunukan kalimantan
    jadi kita mengajukan gugatan “hak gugat warga negara” atau yang lebih dikenal sebagai citizen law suit. Ini bisa kita ajukan di Jakarta atau di Sumedang. Gimana pak
    Konsepnya sederhana, kita minta pemerintah memperbaiki sistem pendidikan model militer ini, karena nggak hanya IPDN saja tetapi juga masih banyak sekolah seperti IPDN ini atau kalau mau lebih revolusioner kita minta pembubaran IPDN, gimana

  26. 26 peyek April 25, 2007 at 7:39 pm

    @ anggara
    implementasi dari citizen law suit ini gimana? cara permintaan kita ke pemerintah untuk perbaikan sisitem ini gimana mas? step pertama kita harus melakukan apa?

  27. 27 anggara April 27, 2007 at 9:07 am

    kalau itu kita harus mengajukan gugatan pak, bisa ke PN Sumedang atau PN Jakarta Pusat. Namun terlebih dahulu kita harus merumuskan tuntutan kita apa dan yang lebih penting pendukung gugatan ini kalau bisa cukup banyak. karena meski kita bukan korban, akan tetapi pajak yang dipungut dari warga negara itu disalurkan ke IPDN.
    Rumusan tuntutan bisa seperti (ini hanya contoh pak)
    audit investigatif atas laporan keuangan IPDN
    meminta pemerintah memasukkan IPDN ke depdiknas
    intinya yang diminta adalah perubahan kebijakan pendidikan karena dalam gugatan ini tidka dikenal ganti rugi pak

  28. 28 peyek April 30, 2007 at 11:46 pm

    @ anggara
    apa nggak bener-bener terlibat dalam hukum kalo begitu, jadi harus terjun total ya untuk mewujudkannya

  29. 29 anggara May 1, 2007 at 9:54 am

    betul pak, karena kalau hanya pasang banner dan teriak di blog, sepertinya pemerintah nggak akan dengar suara rakyat. Jadi kita melakukan aksi langsung supaya pemerintah mau dengar. Salah satu cara yang cukup efektif ya melalui pengadilan

  30. 30 peyek May 1, 2007 at 4:31 pm

    bisa jadi panjang nih pak obrolan kita,

    lha apa secara pribadi hal itu bisa dilakukan? tanpa membawa-bawa nama institusi atau suatu badan hukum lain?

  31. 31 anggara May 7, 2007 at 8:54 am

    wah bisa banget pak, namanya juga citizen law suit atau hak gugat warga negara, jadi secara individual bisa

  32. 32 peyek May 12, 2007 at 11:48 pm

    @ anggara
    semakin nggak dong! pak!

  33. 33 alone_the style May 15, 2009 at 9:53 pm

    kita harus dukung indonesia meskipun indonesia kalah kita harus dukung indonesia


  1. 1 Alasan rasional dong!!! « SENYUM itu SEHAT Trackback on April 20, 2007 at 1:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: