Sudah Basi, Jangan Mulai Lagi!

Ma’af tidak ada tujuan untuk memanfa’atkan situasi yang lagi ramai di dunia blogosphere apalagi traffic, tidak juga untuk menyulut api yang mereda (Sebelumnya anda sudah baca judul kan?), tapi saya tulis ini sebagai pendapat & koleksi pribadi setelah disuguhi banyak wejangan tentang salaf, keresahan, hujatan, perang opini, pengkafiran, pemelintiran ayat, saling meyumpal mulut dengan Qur’an & Hadist dan sederet kosa kata arab yang terdengar sangar dan menyeramkan.

Sebaiknya bagi anda yang kesasar membaca tulisan saya dan sebelum anda melanjutkan membaca, sebaiknya anda tanggalkan semua hal yang melekat pada diri anda, ya semua!, ilmu anda, status anda, jabatan anda tapi tentu tidak dengan pakaian anda, gunakan hati untuk membaca, tahan dulu sejuta hujatan yang secara reflek nantinya akan muncul dalam otak anda, tentu saya yakin setelah anda membaca dan mencampurinya dengan ilmu yang telah anda dapat dan anda kulak (baca:beli, -red) dari toko-toko buku, ratusan text book yang telah anda baca, dan tumpukan kitab yang telah anda khatamkan.

Saya menulis ini tidak untuk berdiri disalah satu pihak, silahkan anda menanggapinya nanti (hal inipun saya rasa tidak perlu, karena sudah banyak komentar di blog lain), kalo memaksa silahkan tanggapi dengan cara anda, menjejali dengan ayat, menjejali dengan teori anak sekolahan, atau teori sakarepe udele!, monggo! sak kerso njenengan!.

Saya agak menyesali anda yang mengaku berdiri di barisan salaf, barisan suci, barisan ustadz, sekali lagi saya menggunakan kata “agak menyesali” biar tidak kontroversi dan debat kusir lagi, dengan alasan, Perlukah ajaran salaf itu digembar-gemborkan seperti komentar anda di blog mereka?, perlukan syi’ar Islam itu dipaksakan? ketika seseorang bicara tentang Islam dan mereka salah, haruskah kita meluruskan dengan cara menghujatnya? menceko’inya dengan kitab? dengan tujuan untuk menundukkan mereka, dan membuat mereka nurut dan tunduk apa kata kita (ma’af ini penyakit hati, sekali lagi penyakit hati, penyakit para ustadz!) saya mengatakan ini dengan tidak mengurangi rasa hormat, khidmah dan takdim saya pada ulama yang berdiri pada fatwa. Tidakkah mereka akan lari dan menjauh? apakah kita ini orang yang pantas untuk membenarkan kesalahan mereka dengan cara kita sendiri? sudah tidak adakah pendekatan lain yang lebih mulia? seperti yang telah dicontohkan oleh para salafussholeh? para ahli sufi? tentunya sudah banyak contoh bagaimana para sufi berdakwah dengan menyentuh sisi dalam dari anak cucu Adam, yakni hati. dan lupakah anda pada suatu cerita, dan setelah itu Rasul berkata “kelak engkau akan dikumpulkan dengan orang-orang yang engkau cintai”. ma’af Saya yakin anda semua lebih arif dan lebih pantas menjabarkan ini, karena saya tidak punya kemampuan dan minimnya pengetahuan saya tentang Islam.

Dan untuk anda yang berdiri disisi lain, ulama, kyai, ustadz adalah tempat kita untuk bertanya, berguru ilmu tentang Islam, mempelajari dan mengamalkan nilai mulia ajaran Islam, tombo ati katanya, karena yang borok ada dihati maka jika dikasih obat tentu akan sakit, dan paling tidak kita berusaha untuk menahan sakitnya (logika lawas & sederhana), nah teman, sodara seiman, apakah kita sudah tidak bisa menahan sakitnya?, tentu anda yang berada disisi ini tidaklah mau kalah, karena ilmu hasil kulakan kita selalu akan berusaha untuk membantahnya. Meskipun saya menyadari banyak dari mereka adalah ulama syu’ (tolong dikoreksi jika saya salah tulis atau salah sebut), ini adalah ulama yang nggak bener, pemelintir ayat, maka cukupkan dengan menggunakan hati kita untuk memilah-milahnya. Ma’af, tidaklah cukup bagi kita mempelajari Islam hanya dari buku-buku di gramed, dan toko kitab disekitar makam Sunan Ampel. Kita perlu mempelajari Islam dari mereka yang bener-bener telah melakoni, sekali lagi melakoni, dan dari mereka yang berdiri di fatwa para ulama para pendahulunya sampai ke Rasulullah SAW.

Baik di Akhirnya (khusnul Khotimah, -CMIIW) & Surga dimana ada Rasul didalamnya itu adalah tujuan akhir kita. Ma’af ini adalah pendapat saya pribadi, yang nggak penting, yang sebenarnya untuk konsumsi pribadi, yang saya masukkan dalam kategori religius dan keranjang sampah. Masih mau berkomentar? Awas!!! anda berada di kategori sampah bukan di medan perang!. Blogger seduluran dan Jeritan mbak Evy tidak cukupkah untuk menggugurkan kehamilan komentar anda?.

55 Responses to “Sudah Basi, Jangan Mulai Lagi!”


  1. 1 antobilang April 1, 2007 at 12:42 am

    waw!
    pertamax!
    ntar lagi ah komentarnya, yang penting pesen tempat

    *nonton di pojokan, sapa tau perangnya pindah kesini*

    ampuuun mas peyek……

  2. 2 Luthfi April 1, 2007 at 1:28 am

    wah, siyal … selalu keduluan anto

    *siap2 tidur*

  3. 3 junthit April 1, 2007 at 1:54 am

    kepala dingin , sabar , kasih sayang ,
    bahkan saat perang-pun nabi masih mencintai musuh-musuhnya..
    MasyaAllah.
    Sebagai orang muslim saya ikut prihatin dg apa yg terjadi saat ini..

  4. 4 Evy April 1, 2007 at 3:03 am

    Jeritan yang lain, mari kampanye berbagi kasih sayang aja yuuk… drpd ngeributin yang kita juga ga tahu bener, ilmu kita terbatas to? Hidup ini mungkin lebih indah kalau salin menyayangi dan tidak saling membanci, beda pendapat itu biasa…🙂

  5. 5 madsyair April 1, 2007 at 8:00 am

    Debat kusir tak akan ada habisnya.
    Debat pilot aja!🙂
    Lebih baik gunakan energi debat buat yang lebih bermanfaat agar tidak saling hujat apalagi lempar tomat. Tobaat. Tobaat.:-)

  6. 6 grandiosa12 April 1, 2007 at 10:28 am

    rame nih
    *gelar tikar dulu – nonton mas peyek*

  7. 7 imcw April 1, 2007 at 10:57 am

    btw, ini ngomongin apaan sih?…koq nggak ngerti?…;)

  8. 8 Biho April 1, 2007 at 12:23 pm

    duduk ditikar yang baru digelar… siap gaple.

  9. 9 [irwan] April 1, 2007 at 2:45 pm

    Jangan mulai lagi.

  10. 10 peyek April 1, 2007 at 6:19 pm

    @ antobilang
    perangnya pindah? wah gimana kalo papan caturnya tak pindah aja ke tempat sampeyan mas?

    @ junthit
    lha ya, wong sama-sama muslimnya mas

    @ Evy
    wis mbak, mudah-mudahan nggak ada jeritan sampeyan lagi

    @ madsyair
    debat kusir menghabiskan energi, mending buat narik pedati

    @ grandiosa12
    gelar tikar, bawa wedang kopi sama tahu goreng jangan lupa petisnya, tak temeni nongkrong!

    @ imcw
    mending nggak ngerti, daripada panas hati

    @ Biho
    ya ayo cangkru’an

    @ [irwan]
    sudah mereda mas!

  11. 11 deKing April 1, 2007 at 6:32 pm

    Wah sekarang giliran mas peyek yang jadi dalangnya hehehe
    Kok gak disediakan wedang kopi mas?

  12. 12 joesatch April 1, 2007 at 9:12 pm

    *nggelar tikar, nggelar bantal, leyeh2, nunggu tontonan…*

    yeah, yang penting, apa yang terlihat buruk di mata kita, jangan sampai kita ikut2an. cinta damai saja🙂

  13. 13 Dani Iswara April 1, 2007 at 9:25 pm

    [OOT] jgn bilang2 bos ya…

  14. 14 passya April 2, 2007 at 12:30 am

    yah….jangan berdebat kusir lagi deh…capek!

  15. 15 agusset April 2, 2007 at 12:48 am

    …sekali lagi saya menggunakan kata “agak menyesali” biar tidak kontroversi dan debat kusir lagi…

    hebat dong, kusir2 jaman sekarang pada debat di blog…

    sebenernya yg namanya diskusi/debat itu baik2 aja sih, asal bisa tahan emosi. nah kalaupun sekarang debatnya masih pakai emosi, dengan sering debat begitu bisa jadi akan ada pembelajaran juga, jadi bisa tambah dewasa, bisa menerima pendapat orang lain, dan gak selalu menganggap diri/kelompok sendiri yg paling bener…

    *halah, ngomong apa saya*

  16. 16 manusiasuper April 2, 2007 at 7:29 am

    Pindah channel, nyari Alvin The Chipmunk…

  17. 17 bayuleo April 2, 2007 at 10:59 am

    mk na gak usah ngurusin agama Om … fuck the religion…damai.

  18. 18 almanfaluthi April 2, 2007 at 11:52 am

    aetudju……………………………eh setudju…..
    perbedaaan itu adalah rahmat…sabda rasul..tapi perbedaan yg bagaimanakah itu? yg tanpa memakai perasaan meninggalkan ke fanatikan partai,aliran,dan merasa mazhab dirinya paling benar…hingga membutakan mata hati kita.

  19. 19 kangguru April 2, 2007 at 12:19 pm

    heup ach cag urang teundeun di handeuleum sieum tunda di hanjuang siang

  20. 20 Biho April 2, 2007 at 1:47 pm

    paragi nyokot ninggalkeun… mangsa datang sampeur deui.
    weerrrrrrrr

  21. 21 Sugeng Rianto April 2, 2007 at 3:22 pm

    Melu jama’ahe kang peyek wae ah, gelar tiker ngumpul bareng2 sambil nyruput kopine…melu cekakakan bareng2, ga ono sing padhu…damai ternyata indah🙂 (halah melu2 slogane kodam jaya😆 )

  22. 22 erander April 2, 2007 at 3:35 pm

    Duh .. saya ketinggalan berita nih, perasaan topik ini sudah beberapa bulan dibahas .. bener kok kata mas Gresik ini. Sudah basi, jangan mulai lagi. Ganti topik aja. Topik Savalas atau Topik Hidayat juga gpp hehehe😀

  23. 23 ネンダ イナサ ファディラ April 2, 2007 at 3:44 pm

    Kayaknya perangnya udah mulai mereda tuh.

  24. 24 rizko April 2, 2007 at 4:11 pm

    Ajak temu darat aja, biasanya kalo di dunia maya kayaknya sok jago, pas di dunia nyata gak ada apa2 hehehe

    “Tong kosong nyaring bunyinya”…

  25. 25 clukindahose April 2, 2007 at 4:15 pm

    cari donlod-donlod baru.. dikaskus….
    belajar OOP sepertinya lebih menarik…

  26. 26 Mr. Geddoe April 2, 2007 at 5:16 pm

    Rame, ya😛 *ngunyah-ngunyah permen karet*

  27. 27 peyek April 2, 2007 at 7:12 pm

    @ deKing
    jadi dalang? nggak mas, enakan jadi sintren duduknya belakangnya sinden, he…he…he…

    @ joesatch
    nah gitu donk om….. ayo cangkruk, ngopi, ngomong liyane

    @ Dani Iswara
    Siip mas, boss lagi ke LN jadi agak aman

    @ passya
    iya bener tuh! nanti pake do’a penutup, he..he…

    @ agusset
    nah seharusnya kata-kata mas agus jadi label diskusi di awal

    @ manusiasuper
    iya suka-suka empunya

    @ bayuleo
    he..he… kan dah ada yg ngurus

    @ almanfaluthi
    idem dgn anda deh

    @ kangguru
    emmm… pokoknya senyum aja meski nggak tau artinya

    @ Biho
    he…he… pokoknya ketawa

    @ Sugeng Rianto
    lha kuwi sing digoleki

    @ erander
    ya habis ini baca, baca karya topik ismail

    @ ネンダ イナサ ファディラ
    mudah-mudahan adem-ayem

    @ rizko
    temu darat? ya nggak papa, kalo mau ke Gresik, ngopi bareng, makan obos, minum es pokak tak traktir deh.

    @ clukindahose
    ya sudah nanti bagi linknya

    @ Mr. Geddoe
    berharap-harap sepi

  28. 28 telmark April 2, 2007 at 8:10 pm

    peace. yg kita sebelin sebetulnya mulut manusianya itu lho mas peyek. jd kita bukan membenci sosok ulama atau sosok Islaminya mereka. (justru mereka adalah guru/panutan bg kita). Kalau Rasul menggunakan kata kasar (tak perlu disebut, dah pd ngerti) untuk sesuatu yg tak bisa diperbaiki dan pada saat2 akhir, mereka menggunakan kata kasar (yg ini jg tak perlu disebut) justru pada saat2 awal. jadi, di Negara yg banyak Suku, Agama, Ras dan Antar golongan ini, kita mesti lebih berhati2 kalau berbicara. apalagi kalau Ia adalah sosok panutan kita sendiri. sekali lagi : PEACE !!

  29. 29 telmark April 2, 2007 at 8:13 pm

    Setuju : sudah basi. jangan mulai lagi !

  30. 30 p4ndu_454kura April 2, 2007 at 8:22 pm

    …………….
    [ngelamun mode on:]😐

  31. 31 rajaiblis April 2, 2007 at 9:00 pm

    mandi …
    cuci kaki … cuci tangan … wudhu …
    lepaskan topeng kalian … !

  32. 32 peyek April 2, 2007 at 9:58 pm

    @ telmark
    bener, setuju, ulama adalah panutan kita

    @ p4ndu_454kura
    ngelamun mending dari pada tawur

    @ rajaiblis
    nambahin, cuci hati, ben bersih dalam melihat persoalan

  33. 33 alief April 2, 2007 at 10:50 pm

    ya allah kau mudahkan aku untuk mengikuti kebenaran. Amin.

  34. 34 ALI IMRON April 3, 2007 at 7:41 am

    Yah memang gitulah manusia ! semoga kita masuk dalam golongan manusia yang benar2 mansuia dan selalu dalam petunjukNya amiin!!!

  35. 35 guss April 3, 2007 at 4:04 pm

    wah.. daleeem banget.. kebenaran kadang tersamarkan dalam terjalnya pendakian yang melelahkan, sebagian kuat sebagian lagi tidak.. semoga kita termasuk yang kuat dalam pendakian menuju kebenaran yang penuh fitnah.. Amin

  36. 36 haishor April 3, 2007 at 5:45 pm

    lho lho lho
    ono perang to ?
    kapan ?🙂

  37. 37 peyek April 3, 2007 at 7:20 pm

    @ alief
    semoga mas alief

    @ ALI IMRON
    amien, iya banyak manusia yg bukan manusia

    @ guss
    semoga mas,

    @ haishor
    lho…lho…lhoooo neng ndi wae mas?

  38. 38 juliach April 3, 2007 at 8:39 pm

    ngeblog ning wc yo enak ki kang + ngopi+rokok

  39. 39 masagielmuna April 4, 2007 at 6:29 am

    Waduh ketinggalan nih,
    Supaya ga mulai perangnya Langsung aja :
    Tutup Lawang Sigotaka….. Jrek…Jrek..Nong *Dalang Mode ON*

  40. 40 abahapis April 4, 2007 at 10:09 am

    No. 41, biarpun ketinngalan yang penting komentar, nandani nek aku wes moco.
    Salam seduluran.

  41. 41 jejakpena April 4, 2007 at 12:49 pm

    yup, walaupun udah telat yang penting saya HADIRRR…
    Benar, mudah2an keadaannya menjadi lebih baik ya sesudah ini…🙂

  42. 42 Thamrin April 5, 2007 at 7:07 pm

    Kalu basi memang nggak enak. Tapi diskusi dan debat mungkin masih enak…???🙂

  43. 43 peyek April 5, 2007 at 11:13 pm

    @ juliach
    wah sudah rutin ben isuk!

    @ masagielmuna
    em… asal jangan tutup hati

    @ abahapis
    salam seduluran balik

    @ jejakpena
    semoga

    @ Thamrin
    setuju, sudah dilanjut kan diskusinya

  44. 44 Aspal April 9, 2007 at 3:36 pm

    Kasian bener
    debat kusir stres gak berguna😛

  45. 45 kurtubi May 1, 2007 at 3:49 pm

    memang mas, perang urat ayat eh syaraf masih aja berlaku hingga kini… padahal zmaannya sudah serat optik. mending nulis aja terus mas biarkan saja orang berang2 berperang…. kita mah jadi penonton saja…

  46. 46 peyek May 2, 2007 at 4:06 pm

    @ Aspal
    yup

    @ kurtubi
    padahal perang serat optik lebih parah kan? hahahah

  47. 47 ooyi May 8, 2007 at 9:21 pm

    Saya dukung pendapat anda. Kadangkala juga banyak orang mencari “pengakuan” atas nama dakwah dan islam. Mereka memang berjuang di jalan ALLAH, akan tetapi hati mereka tersembunyi untuk mencari pengakuan dari orang lain. Inilah yang menyebabkan ujung tombak dakwah islam tidak berjalan baik. Hanyalah instan saja. Semoga garis dakwah bisa diperbaiki.

  48. 48 belumngantuk August 28, 2007 at 12:40 am

    Versi orang “bodoh’ tentunya Mungkin ada Kesamaan, SAngat besar mungkin Salahnya. Tinggal siapa yang memilihnya,

    Hanya tertarik dengan Potingan anda: Salam kenal:
    http://belumngantuk.wordpress.com/2007/08/20/lebih-baik-diam/

    http://belumngantuk.wordpress.com/2007/08/23/enaknya-menjadi-orang-bodoh/


  1. 1 Antosalafy & Antobilang « a n t o b i l a n g Trackback on April 2, 2007 at 10:09 pm
  2. 2 Debat Kusir Tak Berguna hah? Hah? HAH??? « w a d e h e l Trackback on April 4, 2007 at 5:34 pm
  3. 3 Mana Yang Lebih Layak Untuk Dibenci? Komunisme Atau Kapitalisme? « Generasi Biru Trackback on April 4, 2007 at 6:37 pm
  4. 4 Memanusiakan manusia dengan kasih sayang « Catatan Harian Soe Genk Gie Trackback on April 6, 2007 at 8:19 pm
  5. 5 Debat Kusir Tak Berguna hah? Hah? HAH??? « wadehello :) Trackback on April 23, 2007 at 9:36 am
  6. 6 Saya, Kita dan Keresahan Itu « Amd Trackback on August 15, 2007 at 12:45 am
  7. 7 Saya, Kita dan Keresahan Itu « A Sort of Homecoming Trackback on February 17, 2010 at 4:03 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,137 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: