Archive for April, 2007

Kesalahan Kolektif

Obrolan ringan dari warung kopi pagi itu sebenernya nggak mutu, makanya agak maksa posting atau bisa dibilang sampah, tapi dibuat aja seolah bermutu biar nggak “negh” toh banyak “lakon” basi nggak mutu jadi bahan obrolan hangat.

Apalagi? IPDN?, ya…bener, percakapan pagi itu dimulai dari sana, dengan dua orang pegawai pemerintah kabupaten, yang pagi-pagi gini ( jam sembilan pagi euy..) masih nongkrong di warung, ngorokok en diamput! dengan cekiki’an main catur seolah hari itu adalah hari libur. dan bisa jadi semua hari adalah hari libur buat mereka. Mbahmu!

*** Beikutnya basa-basi nggak perlu! jadi potong aja ya..***

Continue reading ‘Kesalahan Kolektif’

Advertisements

Senjata Mereka vs Senjata Kita

Bukan senjata buat perang beneran!, yang jelas masih tentang mereka yang punya kepentingan di IPDN dan senjata perang yang mereka punya demi berlangsungnya kehidupan dan terisinya lumbung-lumbung padi mereka di kampus itu.

Bagaimana perjuangan para blogger lewat petisi dan tulisan-tulisan untuk meneriakkan pembubaran IPDN seperti bambu runcing melawan senjata mesin otomatis yang bisa memuntahkan ribuan peluru mematikan dalam hitungan menit. Bagaimana tidak, tak semua blogger berdiri dalam satu barisan, kita tahu itu, ditambah tulisan segelintir penguasa yang begitu mudah dimuat diberbagai media cetak, dan jutaan rakyat yang tak punya koneksi internet membaca tulisan mereka yang wah. Tak patah semangat meski dengan bambu runcing, maju terus! demi pembubaran IPDN.

Continue reading ‘Senjata Mereka vs Senjata Kita’

Bubarkan IPDN!!!

Bubarkan IPDN!!!Ma’af :Saya sudah berusaha keras dengan menggunakan bahasa sehalus yang saya bisa, saya juga sudah nyruput kopi panas di warung tadi pagi, satu batang rokok, dan dengan kompres pendingin kepala berlabel “dinginkan kepalamu otak bebal yang tak bisa menahan diri!”

Sungguh bangsa yang nggak pernah belajar dari masa lalu, bangsa serakah yang masih saja menjadikan anak-anaknya sebagai tumbal demi kepentingan, kehormatan dan perut buncit para penguasa yang tak pernah puas dengan menghisap darah dan keringat rakyatnya. selengkapnya bisa dibaca disini sampai muntah.

Continue reading ‘Bubarkan IPDN!!!’

Kitab Itu, Sekotak Kartu Remi!

Nggak cerita tentang kitab, substansi apalagi menghambur-hamburkan isi, tapi tulisan ini tentang seorang preman kampung, yang terkesan kèrêng, angkér, sangar tapi toh masyarakat merasa nyaman hidup bersamanya, sebut saja namanya cak hu’, preman kampung yang tiap malamnya begadang di ujung kampung, mungkin karena begadangnya itulah, warga merasa aman-aman saja menaruh barang berharga di teras rumah, termasuk motor, yang marak pencurian meskipun ditunggui pemiliknya ini.

Cak hu’ yang ringan tangan, memiliki senyum sehat, bertato naga di lengan kiri, dan bertato cewe’ cantik dilengan kanan, itu tato yang nampak jelas, sedangkan yang lainnya nggak bisa diartikan yang memenuhi hampir seluruh lengannya itu, menambah kesan sangar pada pemilik tato, disukai masyarakat sekitar tempat tinggal, karena ketika ada acara hajatan warga, entah kawinan, sunatan, atau sekedar selamatan dia selalu hadir untuk mendirikan terop (tenda, -red), membantu sinoman, dan begadang mele’an sampai pagi, tidak hanya itu saja seringkali acara peringatan Hari Besar Islam di Musholla kecil dia selalu hadir bersama-sama warga untuk sekedar menyiapkan dekorasi panggung bersama pemuda kampung.
Continue reading ‘Kitab Itu, Sekotak Kartu Remi!’

Budaya Ngopi!

Nggak ada hubungan dengan pesan moral, kopi paste, bajak membajak apalagi mbajak pesawat, enggak! tapi ngomongin kebiasaan, lifestyle, gaya hidup, atau entahlah, bisa dibilang sudah budaya, budaya kota santri yang nggak melulu ngaji, tapi budaya nongkrong di warung kopi.

Kalo di kota gede mungkin namanya jadi dugem, clubbing atau apalah istilah gawul lainnya (halah sok tahu!, ya kalo saya sudah terlalu tua untuk mengingat kosa kata yang beginian) tapi berhubung bukan kota gede, kota kecil sekecil nGgresik yang bupatinya kyai itu, jadilah namanya cukup dengan ngopi di warung kopi. ya, hanya minum secangkir kopi panas aseli dan nongkrong yang nggak kompromi karena harga kopi yang seribu, nongkrongnya bisa jam-jaman, sampai ada istilah kopi parkir karena ditinggal pemiliknya “Mas, saya titip kopinya, saya tinggal dulu mas, soalnya masih ada perlu”, padahal kopinya amblas separo, jadinya banyak cangkir berjajar layaknya parkiran. Nggak ngerti juga begitu si pemilik balik kok nggak ketukar dgn tetangganya. Oalah ada-ada saja untung nggak kena biaya parkir berlangganan.

Continue reading ‘Budaya Ngopi!’

Sudah Basi, Jangan Mulai Lagi!

Ma’af tidak ada tujuan untuk memanfa’atkan situasi yang lagi ramai di dunia blogosphere apalagi traffic, tidak juga untuk menyulut api yang mereda (Sebelumnya anda sudah baca judul kan?), tapi saya tulis ini sebagai pendapat & koleksi pribadi setelah disuguhi banyak wejangan tentang salaf, keresahan, hujatan, perang opini, pengkafiran, pemelintiran ayat, saling meyumpal mulut dengan Qur’an & Hadist dan sederet kosa kata arab yang terdengar sangar dan menyeramkan.

Sebaiknya bagi anda yang kesasar membaca tulisan saya dan sebelum anda melanjutkan membaca, sebaiknya anda tanggalkan semua hal yang melekat pada diri anda, ya semua!, ilmu anda, status anda, jabatan anda tapi tentu tidak dengan pakaian anda, gunakan hati untuk membaca, tahan dulu sejuta hujatan yang secara reflek nantinya akan muncul dalam otak anda, tentu saya yakin setelah anda membaca dan mencampurinya dengan ilmu yang telah anda dapat dan anda kulak (baca:beli, -red) dari toko-toko buku, ratusan text book yang telah anda baca, dan tumpukan kitab yang telah anda khatamkan.

Continue reading ‘Sudah Basi, Jangan Mulai Lagi!’


Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 140,239 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</