Buat Kepala Desa Terpilih

Perayaan Rebo wekasan kemaren yang membuat agak risih, dan nurut aja sama saran cakmoki yang menurut saya adalah salah satu jalan untuk memberikan masukan, akhirnya saya mau nulis surat ini buat kepala desa yang baru terpilih. Point suratnya adalah sebagai berikut, dengan sedikit sensor sana-sini biar ringan tanpa mengurangi makna yang telah saya tulis di surat sebenarnya.

Kepada Yth.
Bapak Kepala Desa terpilih
Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Pertama saya mengucap raya syukur atas rahmat dan ridlo-Nya atas suksesnya pelaksanaan pilkades di desa kita. Meskipun saya tahu cara-cara yang Bapak tempuh untuk menduduki kursi itu, sangat kotor, menggelikan dan hina meskipun Bapak adalah eks kaur agama pada periode sebelumnya, saya nggak ngomong dan nulis soal itu di surat ini pak, Tetapi ada beberapa catatan yang harus anda perhatikan sebagai kepala desa yang baru terpilih, PR anda cukup banyak, jangan anda bolos kantor dengan alasan rapat koordinasi dengan pak camat dan pak Bupati yang kyai dan d*kt*tor itu, berikut adalah beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian anda.

  1. Tentang Pengadaan Air Bersih
  2. Ampun deh pak….. Untung saya ada sumur, sendang (kolam,-red), buat mandi masal, bapak lihat sendiri, kayak hewan ternak kan pak! ajang pengintipan massal (kata bang aip) kapan Air Bersih itu ada pak, seperti janji klasik anda sewaktu kampanye. Ambil air di mata air yang jauh itu melelahkan pak, kita bukan the incredible hulk, si pemakai cedal di luar (baca:superman), dan bukan samson yang tinggalnya di Betawi, kita di Gresik pak!.

  3. Tentang Rumah Masa Depan
  4. Bapak sudah mengerti keadaan di lingkungan tempat tinggal kami, banyak penduduk pendatang karena maraknya rumah hunian dengan nama griya mapan…., griya asri…, dan griya-griya-nya yang lain, tapi mereka lupa tentang griya pemakaman indah, jadi ketika mereka baru tinggal 5 bulan, dirawat, sakit-sakitan, dan meninggal di wilayah RW kami, langsung aja dimakamkan di makam itu yang luasnya tak lebih dari ukuran lapangan bola, parahnya lagi mereka mengajak simbah-mbahnya yang umurnya tinggal seumur jagung (ma’af! proses kehidupan) untuk tinggal bersama mereka dan dimakamkan di griya pemakaman indah yang semakin menyempit, padat, berjubel dan sesak penuh penghuni. Buatlah peraturan yang adil untuk mengatur hal ini termasuk ke para developer untuk tidak lupa membangun sarana griya pemakaman indah buat penghuninya sendiri, jangan anda hanya mengambil upeti dari mereka saja, meskipun saya tahu ini yang menjadi salah satu motivasi anda mencalonkan diri menjadi kades.

  5. Tentang Lahan Desa Yang Disewakan
  6. Aduh pak!, jangan meneruskan kebejatan kepala desa lama, menyewakan lahan milik negara ke pendatang, lihatlah! mereka berbondong-bondong membangun bangunan permanen, dan ketika negara ini butuh untuk membangun sarana umum, mereka teriak kenceng, bengis tak beradap, minta ganti rugi yang gila-gilaan, ganti ruginya aja bisa dipakai beli rumah baru tipe sederhana dan naik haji, tak tahu terima kasih, pajak pun nggak bayar, tapi ya… begitulah pak, ngeri! belajarlah dari para pendahulu, padahal mereka juga Islam, berpendidikan dan tahu hukum.

  7. Tentang Sekolahan (Pendidikan)
  8. Pak, mumpung anda belum dihujat habis-habisan oleh rakyat anda sendiri terutama para blogger (anda pasti nggak tahu, soalnya standar pendidikan presiden sedang dalam wacana) Bapak kan kemarin standarnya uang, jadi hendaklah anda perhatikan tentang pendidikan, SD Inpres satu-satunya itu, sudah pada bocor, banjir jika musim hujan, siswa diliburkan jika hujan turun dengan derasnya. Aneh pak, ini Gresik Kota, bukan di afrika apalagi sisilia.

  9. Tentang selokan sempit di RW 02
  10. Pak, mereka manusia, bukan makhluk pencium bau sapi, alangkah baiknya jika di selokan sempit nan deras penuh kotoran hewan dan manusia itu di arahkan ke sungai yang agak besar di RW 04. Saya yakin Bapak bisa pingsan, langsung ke ahli THT setelah berdiri satu jam di wilayah itu. Sebelum Bapak di kritisi greenpeace.

Jadi, kesimpulannya adalah save our kampoong pak, saya tunggu tindak lanjut nyata bapak dan saya siap pegang pacul untuk merubah budaya uyon-uyon itu dan menggali selokan itu!.

Wassalam,

nb: ma’af pak! saya kemarin nolak lembaran rupiah bapak untuk beli suara saya (getun, nyesel deh pak), sekarang setelah bapak jadi kepala desa, boleh saya minta kembali? sekedar untuk biaya ngeblog.

20 Responses to “Buat Kepala Desa Terpilih”


  1. 1 helgeduelbek March 22, 2007 at 10:29 pm

    Wah bisa kebakaran jengot dan ketek kalau gitu kepala desa sampean mbaca isi surat sampean… serius yah begitu itu… Kalau saya jadi kepala desanya nangis dan langsung nyerahkan… nyoh sampean saja yg jadi kepala desa.😀

  2. 2 kakilangit March 22, 2007 at 11:22 pm

    Itu dikirim beneran mas peyek, ato cuman kita2 aja yang bakalan baca?

    helgeduelbek:
    itu kan mas duelbek😀 kalo kepala desa yang banyak tersebar di muka pertiwi ini sih mana mau nyerahin jabatanya ke orang lain😀 kan jadi lurahnya butuh duit banyak mas

  3. 3 mas prim March 23, 2007 at 7:24 am

    Wah..banyak banget Pr buat pak kepala desa, baru terpilih langsung dibuat pusing…!Tapi nggak apa-apa itu kan memang tugas dari pejabat terpilih untuk memakmurkan desanya.

  4. 4 Riyogarta March 23, 2007 at 10:41 am

    Idealnya memang harus begitu, emang jadi pemimpin itu gampang apa? Mudah2-an Pakades yang terpilih bisa sesuai dengan harapan para pemilihnya, minimal mendekati. Jangan kayak …. gak jadi ah.

  5. 5 Evy March 23, 2007 at 2:13 pm

    emang pemilihan kepala desa pake duit ya? baru tahu aq.. nyogok biar kepilih gitu, lha begitu di atas nyari duit no kudu lebih dr modal, preketek, nangiiiisssssss

  6. 6 peyek March 23, 2007 at 2:48 pm

    @ helgeduelbek
    “nyoh duwite.. “,”he’eh pak lurah tak terima!”, “nyoh tanggung jawabe!”, “emoh panjenengan mawon”.

    @ kakilangit
    ya.. beneran lah, kan nggak pake nama terang sama tanda terima.

    @ mas prim
    iya mas, biar nggak ngisep darah rakyat terus mas, bayangkan tanah rakyat yg kena terabasan perumahan, kan calonya pak kades

    @ Riyogarta
    mudah-mudahan mendekati rakyat kecil, kan mereka abdi masyarakat.

    @ Evy
    he..he…he… banyak lurah yang preketek, rakyat kadang preketek juga nggak mau kritik kadesnya, soalnya takut jual tanah warisan nggak ditanda-tangani kades, kan masih pake petok D, belum sertifikat.

  7. 7 antobilang March 23, 2007 at 10:23 pm

    pak lurah e sampeyan ngeblok ga, cak?
    diajari cak, biar gawul!!
    hahaha

  8. 8 ..:X W O M A N:.. March 24, 2007 at 8:23 pm

    Opo ra langsung gledak kuwi pak kepala desone hi….

  9. 9 aVank March 25, 2007 at 2:34 am

    ampun!!
    nyerah!
    gak lagi2 deh jadi kepala desa😀

  10. 10 Fourtynine March 25, 2007 at 6:16 pm

    Beratnya jadi pemimpin

  11. 11 peyek March 25, 2007 at 9:29 pm

    @ antobilang
    enggak mas, lha wong cuman lulusan tsanawiyah, bekas makelar

    @ ..:X W O M A N:..
    oran mbak, lha wong gemblung

    @ aVank
    kenyataannya diperebutkan, kan dapat upeti!

    @ Fourtynine
    iya kalo pemimpinnya bertanggung jawab mas!

  12. 12 Lintang March 26, 2007 at 4:04 pm

    Aduh cape deh jd kepala desa opomaneh nek masyarakate spt mas peyek. Bisa2 mereka ndak bs tidur dengan tenang tp jangan2 tuh surat cm dibaca doang trus dibakar ato cm dijadiin alas bantal??😀

  13. 13 Heri Heryadi March 26, 2007 at 5:39 pm

    Dikirain yg tahu rebo wakasan cuma saya doang. Saya soalnya lahir pas rebo wakasa, jd kayak mistis2 gitu deh kalo kata orang tua jaman dulu mah.
    Wah, kalo masalah kampanye pake duit mah udah biasa di kampung, kalo ga gitu ga bakalan bisa menang..

  14. 14 madsyair March 27, 2007 at 4:39 pm

    pak lurah!!! mrene ,pak. sampeyan dirasani mas peyek karo kanca2ne.:-)

  15. 15 peyek March 27, 2007 at 10:07 pm

    @ Lintang
    kalo masyarakatnya tidur, apa pemimpinnya nggak tidur juga plus ngorok (mendengkur,-red) juga?

    @ Heri Heryadi
    kalo itu dijadikan maklum dan biasa, gimana model kepemimpinannya mas?

    @ madsyair
    he…he…he…. mrene temen ta? sisan tak jak ngopi, tak ceko’i, tak jamoni, tak pisuhi ha…ha…ha…

  16. 16 cakmoki March 27, 2007 at 10:16 pm

    Hahaha, suratnya kasih alamat Blog anti pungli blog.
    Nanti kita jamoni rame-rame, biar serius mbangun deso😛
    Btw, pak lurahe iso ngeblog gak ?

  17. 17 junthit March 29, 2007 at 4:01 am

    jangan protes mulu ,itu kasian kepala desanya sampe adem panas baca surat sampeyan..

  18. 18 peyek March 29, 2007 at 7:46 am

    @ cakmoki
    gak isok cak, kecuali kemaring syarat S1 ditetapkan sebelum pilihan lurah

    @ junthit
    adem panas? baru baca surat, gmn kalo didemo warga, bisa pingsan tuh lurah


  1. 1 INFO BAGUS « Relawandesa’s Weblog Trackback on May 25, 2008 at 10:10 pm
  2. 2 ADA YANG PERLU ANDA KUNJUNGI « Relawandesa’s Weblog Trackback on June 7, 2008 at 10:12 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: