Bagaimana Aku Menempatkan Ilmuku

Ternyata aku menempatkan ilmuku demikian rendahnya dari beberapa kriteria berikut, ma’af beberapa kriteria berikut ini mungkin berbeda dengan kriteria yang anda punyai sendiri (toh andapun bebas membuat kriteria sendiri).

  1. Ilmu hanyalah sekedar ilmu pengetahuan

Disinilah aku memposisikan ilmuku, akhirnya yang terjadi hanyalah debat kusir, saling membantah dan beradu argumentasi dengan diikuti beberapa referensi untuk menguatkan opini dengan satu tujuan, orang akan mengakui bahwa pendapat dan opini kitalah yang benar setidaknya untuk diri kita pribadi dan mendapat pengakuan dari orang lain, wah betapa hebatnya hinanya ilmuku…halah.

Saya melihat hal seperti ini tidak hanya terjadi pada saya pribadi, dikalangan orang yang mengaku dirinya alim sekalipun nggak jauh beda,”ngomong opo ustadz itu ha, lèk tak délok ndok kitab iki, karangan iki…gak bener iku” (ngomong apa ustadz itu, kalo saya lihat di kitab ini, karangan ini, nggak bener itu apa yang disampaikan,-red), demikian juga di kalangan mereka yang notabene berpikiran terbuka (open mind) dan mengaku well educated, hanya untuk keperluan seperti itukah ilmu mereka?

2. Ilmu hanyalah sekedar ilmu

kadang ilmuku berada dilevel ini juga, jalan ditempat, nggak kemana-mana, terkesan goblok!, nggak ngerti, katrok! (kalo boleh pinjem istilah tukul) akhirnya yang terjadi, ditindas, diintimidasi, dicékoki oleh mereka-mereka yang mengaku pinter dan berilmu, seolah-olah kita nggak tahu apa-apa, sehingga mereka menganggap kita satu tambah satu aja nggak tahu, mark up project pengadaan dianggap nggak tahu, diajari lagi seolah-olah aku anak tkERP dianggap nggak tahu (padahal sudah tau sebelum mereka lahir) jadi mereka menjelaskan dari awal seolah-olah komputer aja nggak pernah pegang!, kontradiksi, peperangan dalam diri sendiri, weleh payahnya diriku.

3. Ilmu sebagai petunjuk

Nggak perlu diperjelas bisa multi interpretasi, Nah disinilah seharusnya aku menempatkan ilmuku, Sebagai petunjuk untuk menghadap dan mengakui kebesaran-Nya, selanjutnya taqwa dan melaksanakan perintah-Nya, maka disinilah ilmuku akan benar-benar bermanfa’at dan menjadi ilmu yang sebenarnya.

Tidak untuk membodohi orang, tidak untuk mendapat pengakuan orang, tidak untuk dipuji apalagi cari uang (munafik is on).

36 Responses to “Bagaimana Aku Menempatkan Ilmuku”


  1. 1 junthit March 11, 2007 at 11:14 pm

    Orang yang ilmunya setengah2 kalau adu argumentasi suka rame & banyak ngeyelnya..

  2. 2 Evy March 11, 2007 at 11:35 pm

    Duwe ilmu duduk gawe ngakali yek, wis jarno aja org lain mau apa, sing penting do ur best and Lillahitaala..:) tenang aja, pasti selamat kok, Ilmu juga asalnya dr Sing Kuasa, apalah kita ini?

  3. 3 kangguru March 12, 2007 at 11:34 am

    Ngak kebayang kalau Allah SWT ngak ngajarin Nabi Adam tentang benda benda ( halah ) kali ngak ada yang namanya ilmu

  4. 4 clukindahose March 12, 2007 at 2:56 pm

    saya baru menempatkan ilmu sebagai mainan yang terbungkus dan masih ada label harganya yang masih dipajang dietalase..

  5. 5 Dani Iswara March 12, 2007 at 5:06 pm

    yg pasti hrs dibagi-bagi ilmunya buat kami2 para junior ini..😀 [untung ada blog]

  6. 6 peyek March 12, 2007 at 6:53 pm

    @ junthit
    wah berarti saya donk mas!

    @ Evy
    bener…bener.. mbak, wah adem rasane mbak

    @ kangguru
    berarti ada perantara untuk transfer ilmu, terima kasih pak guru!

    @ clukindahose
    masih bisa ditawar murah kan?

    @ Dani Iswara
    Wah Mas Dani merendah, nggak kebalik mas?

  7. 7 Salat SMART March 13, 2007 at 12:28 am

    Benar.
    Salah satu amal yang tak terputus pahalanya walau kita sudah meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat.

    Omong2, bagaimana dengan ilmu shalat kita?
    Silakan kunjungi
    http://salatsmart.wordpress.com/about/hikmah/
    Terima kasih.

  8. 8 Salat SMART March 13, 2007 at 12:29 am

    Maaf, link-nya tadi keliru.
    Yang benar:
    http://salatsmart.wordpress.com/about/sukses/
    Mohon diralat.

  9. 9 cakmoki March 13, 2007 at 12:55 am

    Ilmu sebagai karunia, dibagi-bagi supaya bermanfaat. Ada yang bilang kalo ilmu dikantongi lama-lama ilmunya basi. Iki jarene pak dosen😀

  10. 10 arifkurniawan March 13, 2007 at 4:11 am

    Ayo, bagi-bagi dong ilmunya.

  11. 11 Kang Adhi March 13, 2007 at 8:47 pm

    Bagi-bagi juga ada ilmunya lho! Salam kenal kembali kang!

  12. 12 peyek March 13, 2007 at 9:48 pm

    @ salat SMART
    yup benar, dah berkunjung nih mas, boleh jadi bahan rujukan mas, thanks mas

    @ cakmoki
    he…he…he… iyo cak!

    @ arifkurniawan
    nggak kebalik bang!

    @ Kang Adhi
    wah, makasih banyak kang!

  13. 13 putrikemben March 14, 2007 at 8:59 am

    yah namanya juga salah gimana kita benerinnya aja yah

  14. 14 Lintang March 14, 2007 at 10:11 am

    Ilmu memang hrs dibagi2 shg bisa bermanfaat bagi orang lain..jgn hny utk dirinya sendiri. Ibaratnya spt air yg dituang di gelas. Kl airnya penuh akhirnya tumpah. Daripada tumpah lebih baik air yg di dlm gelas itu digunakan buat yg lain sehingga gelas tetep bisa menampung air dan g akan tumpah. Mudheng nggak yo dg perumpamaanku….aku dhewe dadi bingung😀

  15. 15 ALI IMRON March 14, 2007 at 12:39 pm

    ilmu bagaikan pedang apabila kita tidak dapat menggunakan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan kita yang akan terbuhuh olehnya.. katanya…. pa de

    ilmu itu akan lebih berguna apabila ilmu itu dapat menuntun kita menuju tuhan “ALLAH SWT” dan membuat kita menjadi baik karenanya… kata orang2 ahli thoriqoh….

  16. 16 alief March 14, 2007 at 5:00 pm

    Ilmu itu berguna jika diamalkan untuk kebaikan orang banyak…

  17. 17 peyek March 14, 2007 at 5:11 pm

    @ putrikemben
    bener juga, kadang aja bener orang selalu salah nerimanya

    @ Lintang
    kadang dibagi gratis aja mereka ogah ndengerin

    @ ALI IMRON
    setuju mas

    @ alief
    yap, dengan tidak mengharap imbalan tentunya

  18. 18 panca March 14, 2007 at 10:06 pm

    ikatlah ilmu dengan menulisnya

  19. 19 Anjaz March 14, 2007 at 10:22 pm

    🙂 dengan adanya blog smoga kita bisa memposisikan ilmu pada ketiga kriteria di atas, terutama kriteria yang ke tiga.

  20. 20 helgeduelbek March 14, 2007 at 10:26 pm

    Ayo wis manfaatkan kesempatan berbagi wae yo, sampean duwe opo tak trimo ntuk nambah ngelmu…. angel di temu. Monggo cak

  21. 21 yusuf alam r March 15, 2007 at 12:26 am

    ilmu itu amanah… karena itu harus bisa bermanfaat dan dimanfaatkan bagi orang lain dan kebaikan… dia akan dipertanggung jawabkan nanti di hari pembalasan.. kayak klise tapi itu lah kenyataannya..

  22. 22 rusle March 15, 2007 at 7:13 am

    salam kenal juga….
    ‘wah hanya orang2 yang bener2 berilmu yang sadar bagemana menempatkan ilmunya…!..

  23. 23 peyek March 15, 2007 at 7:19 am

    @ panca
    yup bener mas

    @ Anjaz
    setuju mas

    @ helgeduelbek
    sami-sami pak guru

    @ yusuf alam r
    yup tanpa imbalan tentunya

    @ rusle
    tapi kebanyakan yang nggak sadar mas

  24. 24 Nananging Jagad March 15, 2007 at 11:00 am

    Ilmu kuwi angel le nemu….mula sanajan mung sithik sing penting diamalke. Amal kuwi tegese soko boso arab artine “kerja keras”, mula urutan tingkatane wong ibadah, wong nduwe ngelmu lan paling duwur wong kang ngamalke ilmune….ilmu amaliah lan amal ilmiah ngono kae lho.

    Nderek tepang

  25. 25 antobilang March 15, 2007 at 11:26 am

    #panca

    ikatlah ilmu dengan menulisnya

    ditambahin gini kang,,,

    ikatlah ilmu dengan menulisnya di blog

    mas peyek, saya setuju poin ke 3!

  26. 26 venus March 15, 2007 at 10:41 pm

    ilmu…lha ilmuku opo yo? aku cuma iso masak, korah2, umbah2, ngeblog lol

  27. 27 deKing March 16, 2007 at 3:01 am

    Bagi2 terus ilmunya cak, dengan berbagi ilmu insya Alloh ilmu tidak akan berkurang tetapi malahan akan senantiasa bertambah

  28. 29 peyek March 16, 2007 at 10:53 am

    @ antobilang
    yup mas, tentunya semua setuju dengan anda mas,

    @ venus
    ojo merendah tho….

    @ deKing
    ya, mas setuju aku

    @ Hanichi Kudou
    wah, apanya mas..

  29. 30 Kang Kombor March 16, 2007 at 10:23 pm

    Yang penting Sampeyan itdak membuat ilmu sebagai komoditi saja, Kang. Kalau ilmu Sampeyan jadikan komoditi, nanti ada yang mbeli lewat bursa komoditi, disamakan dengan kacang merah atau minyak mentah.

  30. 31 peyek March 19, 2007 at 5:22 pm

    @ Kang Kombor
    Bener kang, jadi nilainya turun soalnya banyak yang nawar, btw terima kasih kang.

  31. 32 Heri Setiawan March 30, 2007 at 7:00 am

    Setuju..!!! sukanya pada debat kusir, mencari pembenaran dari pendapatnya daripada mencari kebenaran…😀

  32. 33 peyek May 2, 2007 at 4:16 pm

    @ Heri Setiawan
    ya begitulah kita ini

  33. 34 anas May 8, 2007 at 6:17 am

    Iya terkadang secara sadar ataupun tidak apa yang kita tau cenderung kita gunakan untuk membuat orang lain terkagum-kagum (padahal otak kita juga nga bagus-bagus amat, masih kalah sama nabia tuih). ndak lebih dari cari sensasi. jarang kita posisikan ilmu dengan tepat.

  34. 35 Ngabehi Kiduling Mesjid June 19, 2007 at 11:00 am

    Ilmu ndonyo(muamalah) lan ilmu sejati (mukasyafah/laduni), loro2ne manungso kudu berusaha nggoleki, nanging yen ora biso loro-lorone luwih becik mentingke ilmu sejati, sebab kanti ilmu kuwi awake dewe bakal slamet ing alam kelanggengan.

  35. 36 abdurrohman ubaidah, Sidoresmo surabaya March 5, 2008 at 5:43 pm

    dari mana anda tashu nama saya? saya koq awam. Caranya bagaimana?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: