Di pimpin kyai, di pimpin politisi, dipimpin garong, what’s wrong ?

Mungkin Gresik adalah satu-satunya kabupaten yang dipimpin oleh seorang Bupati yang punya background “Ulama”, so what’s wrong? gak onok pancene, tapi cobalah lihat disekeliling tempat tinggal kita, adakah pembangunan yang mencolok yang dilakukan seorang ulama ketika menjadi pemimpin masyarakat di tingkat kabupaten? hampir babar blas!!, lha terus gimana lagi? malahan sudah dua periode masa jabatan. Sapa yang salah?

Ditengah kultur masyarakat yang cenderung ke religius, mungkin kota ini akan menghadapi dilema dengan perkembangan dan kemajuan zaman, apakah simbol-simbol kota santri  masih berlaku? ataukah karena simbol-simbol tersebut yang menghalangi kota ini untuk maju? apakah santri hanya dijadikan simbol belaka? padahal sesungguhnya dan sumpah, temenan (sesungguhnya,-red) kita ini nggak santri?.

Mari dengan penuh objective kita melongok tatangga sebelah kita, pembangunan begitu pesat, lapangan kerja terbuka lebar, bahkan kehidupan religius mereka sama sekali tidak terganggu, meskipun mereka juga terkenal dengan pemahaman Islam yang kental, nggak terkenal dengan kota industri, perlahan tapi pasti investasi masuk ke daerah, target lapangan kerja terbuka, sehingga cukup layak untuk menampung content SDM loka yang kian meningkat.

Nah dua periode sudah kota ini dipimpin oleh Kepala daerah yang ulama itu, gimana? masihkan kita mempertahankan simbol ditengah peradaban yang makin berubah? seharusnya kita lebih arif dan bijak untuk merasakannya, perkembangan berubah dengan pesat, infrastruktur menunjang, kenapa anak-anak kita harus lari keluar daerah atau luar negara bahkan, sekedar hanya untuk menjadi buruh pabrik.

Jadi nggak masalah dimpimpin siapa, seorang garong preman sekalipun, asal dia bisa mikir tentang masa depan daerah dan resource lokal, daripada ulama yang hanya sekedar simbol dalam perubahan zaman.

13 Responses to “Di pimpin kyai, di pimpin politisi, dipimpin garong, what’s wrong ?”


  1. 1 mrtajib February 27, 2007 at 4:33 pm

    kayaknya akan lebih “mencerahkan” bila membandingkan tingkat pembangunan di berbagai kabupaten dengan pimpinan yang brbeda. Satu , kabupaten yang pinpin kiai, dua yang dipimpin politisi, dan ketiga, yang dipimpin garong.

    What’s wrtong? Bisa dilihat dari perbandingan itu….

  2. 2 peyek February 27, 2007 at 10:42 pm

    wah, terima kasih banyak atas masukan dari mas tajib, sangat membantu saya dalam postingan mendatang.

  3. 3 juliach March 1, 2007 at 6:35 pm

    lebih payah lagi kalo si pemimpin itu multi fonction : ulama(=pemimpin agama, tdk hrs islam), politisi, garong dll

    jadinya : IT’S MUST BE WRONG

  4. 4 peyek March 8, 2007 at 10:53 pm

    juliah
    iya tuch mbak, jadi yg lain nggak kebagian, cuman ngiler doang..

  5. 5 arek sukorame September 14, 2007 at 1:03 pm

    Ono siji pembangunan sing tergolong “fenomenal”, yo iku pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Akhir nok deso Ngipik, wah bener2 fenomenal iku sampek2 kabel penduduk Gresik ngerasakno ambune. Lha iyo akeh tanah kosong nok Balung Panggang, Wringin Anom, Dukun (iki lak omahe bupatine he3x) dll. Tapi opo’o kok digawe nok tengah2 kutho sech rek.. Pas nok tengah kuthi Gresik. Kulone ono GKB, kidule ono Randuagung, wetane ono petro karo kota lama, sebelah lor ono Rumo, Jan “sempurna” temen lokasine… Sempurna ngawure…

  6. 6 reeyo November 23, 2007 at 2:17 am

    info ae cak Bangkalan juga di pimpin oleh seorang Kyai Haji yaitu KH Fuad Imron..
    Nek menurut aku seh kita juga harus objektif gak penting dia itu siapa dan dari mana yang penting kapable (bukannya saya mengatakan Bupati yang sekarang ini bagus dan berhasil, aku yo setuju ama tulisan sampean nek Gresik iki jalan di tempat dan mundur perlahan) kalau untuk Gresik yang kental kehidupan religiusnya (walau memang gak menutup mata banyak juga yang gak religius)harusnya dia bisa menjaga idealnya meningkatkan biarpun bukan seorang ulama. Memang pembangunan dan kemajuan Gresik tak menuju arah yang memuaskan (uelek malah) tapi janganlah menyalahkan “ulama dan santri” cak. Moso pean gak ngerti banyak juga daerah yang gak di pimpin ulama tapi tidak bisa berkembang, wes ga jamane cak nyalahno dan menyingkirkan satu golongan dengan menganggap mereka menghambat perkembangan. Opo misale nek pemilihan musim wingi Bpk sambari seng pengusaha iku menang terus mimpin Gresik dan ternyata juga tidak merubah Gresik jadi lebih baik tidak berhasil membuka lapangan kerja yang lebih luas sampean bakal nyalahno “pengusaha” sebagai orang yang bertanggung jawab atas kegagalan Gresik kita maju???

  7. 7 kurtubi November 23, 2007 at 11:40 pm

    yang sulit itu “kyai yang nggarong” mas itu brabe.. tapi kalau garong yang ngyai… mendingan bisa mengamankan aset dari garong-garong beneran… kayanya teori ini pas buat pro kontra siapa yang mau memimpin..

    terus sekarang gimana nggresik pimpinannya kyai, garong atawa bencoleng mas…🙂

  8. 8 reeyo November 24, 2007 at 3:33 am

    iyo bener cak kurtubi… yo sek tetep Kyai (insyaAllah…) namane sek tetep pake KH cak:)

  9. 9 peyek November 24, 2007 at 10:03 am

    @ arek sukorame
    lha iku lak Bupati sampean hehehehe….!!

    @ reeyo
    ah iya saya sih ndak menyalahkan ulama, lha kalo yang jadi pengusaha atau siapapun kalo ndak membawa kemajuan atau malah ketertinggalan ya ayok diblejeti rame-rame segala kebijakannya, dijewer rame-rame, lha yang terjadi adalah, karena tendensi ulama itu sekarang warga gresik nggak ada yang njewer, karena ulama, nah ini kan yang ndak bener!, kalo dibandingkan Lamongan kita kan tertinggal jauh, padahal dulu.. sampean tahu sendiri kan?

    @ kurtubi
    ah iya kang! lha gimana penilaian rakyat ya… sedikit-sedikit saya mengungkapkannya disini, maaf kalo saya mungkin terlalu kasar kepada ulama, saya menghormati ulama, kalo ulama jadi pemimpin ya harus siap dengan resiko, kan nggak cuman membangun rohani, tapi fisik juga harus menunjukkan kemajuan

  10. 10 reeyo November 26, 2007 at 10:53 pm

    aku sh setuju dengan pemikiran pean cak, kalo memang gagal ya di blejeti…yah mungkin memang karena politik bagi warga gresik gak menarik cak mereka males ngurusi (lak enak nang masar opo nang tambak timbang rame ambek tonggone hehehe) bisa juga yang bersuara iku gak terdengar sebab emang mayoritas penduduk Gresik kan pemilih beliau jadi yo mungkin mendem jero (benar atau salah dia pilihan saya, jadi yo ga ada yang utak-atik) aku ae nek moleh nang ndukun mancing2 mbahas tentang lamongan seng pembangunane “murup” ga ono seng tertarik blas bandingno ama gresik.
    Tapi gresik biar pembangunan fisik ancur bukan berarti gara-gara terlalu fokus pembangunan rohani, soale menurutku yo ancur pisan hehehe… jangan patah semangat, ibarat mendorong mobil mogok yang nabrak tembok nek durung melaku opo yo gak kudu disurung terus

  11. 11 peyek December 1, 2007 at 8:45 pm

    @ reeyo
    lha sekarang ayo kita rasan-rasan di blog, ngomong bebas, lagian mereka itu merem sama dunia beginian, biar macam saya menghujat atau sekalian menghancurkan nama baik mereka lewat blog, mereka juga nggak ada yang tahu, peduli setan!.

    Pemkab Gresik itu…. hasyah… ancur… jembret, males ngomongin mereka, lha katanya 70 % organisasi itu tergantung pemimpin, 20 % karena memang mereka bekerja sungguh-sungguh selebihnya memang hancur bawaan.

  12. 12 reeyo December 4, 2007 at 3:19 am

    aku terus terang gak ngerti blas jeroan pemkab Gresik cak… nek moco blog’e arek2 Gresik kok ternyata parah buanget,

    Pemkab Gresik itu…. hasyah… ancur… jembret, males ngomongin mereka, lha katanya 70 % organisasi itu tergantung pemimpin, 20 % karena memang mereka bekerja sungguh-sungguh selebihnya memang hancur bawaan.

    lah tapi nek mereka juga gak tau trus kira2 yang kita sentil2 sopo cak???kudune ono seng ngerti lah minimal wong2 pemkab ono seng tau moco blog moso ga ono blas, opo pura2 ga tau

  13. 13 rudi May 27, 2009 at 8:18 am

    seng mimpin kiyai. tapi kiyai gendeng. seng ra tau mikirno perkembangan kotae. mikirno awae dewe. duwe villa nang batu. isine kuda-kuda seng di pelihara kanggo balapan. hobine kiyai balapan kuda. pernah yoan nemui kiyaine karaokean nang daerah suroboyo. 2 tahun jabat gak onok perkembangane blas. mending ra usah bupati-bupatian. bupati robah cap gatel. doso tenan bupati kuwi. ra tau mikirno perkembangan gresik karo rayate. golongane dewe seng dimakmurno. sapean ngerti kabeh seng tukang ngeritno jarane kuwi lho wes diangkat dadi PNS. gak kasihan ta sama guru2 yang pengabdiane wes pirang-pirang tahun. hidup bupati cap gatel. ngono rakyat gresik kok yo tetep meleh robah. gak salah yoan dibalekno dewe asline seng salah rakyate dewe yoan bupati ngono kok dipilih. raonok bupati meneh ta.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Tentang Diri

Biasa saja, dan ini adalah tempat ketika isi kepala mulai enggan mengingat. Silahkan tinggalkan pesan anda disini

Recent Comments

Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Apotek Munggu Farma on Gresik Di Linimassa
Sakinah Arifin on Masa Tua
bisnis susu on Saujana
Phil on Budaya Ngopi!

Kunjungan

  • 137,145 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</


%d bloggers like this: