Ada orang-orang yang salah bicara, lebih tepatnya salah topik, saya ragu jika ini sebuah ketidak-sengajaan, karena kerap kali hal seperti ini justru dilakukan dengan sengaja oleh para pejabat, mengambil kesempatan yang tidak pada tempatnya, mereka para penguasa yang memaksakan diri untuk menunjukkan banyak keberhasilan daripada mendengar keluhan, jika mereka berada di puncak jabatan tertinggi, maka kesempatan bicara atau sekedar sambutan singkat yang dberikan kepadanya akan digunakan untuk menunjukkan bahwa setiap keberhasilan adalah berkat usahanya, jika wakil penguasa diberi kesempatan, apa yang maksimal ia bisa lakukan hanyalah memuja penguasa tertinggi saat itu.
Karena saya tak pernah jauh meninggalkan kota Gresik, maka kejadian salah bicara, salah topik, sikat habis setiap kesempatan abaikan setiap keluhan hanya terjadi disini, di Gresik, di kota yang konon penuh dengan harap terjadinya perbaikan, Gresik yang lebih baik.
Salah topik dan salah bicara tidak selalu akan salah sasaran, agaknya ini diketahui dengan benar oleh penguasa atau pejabat yang mewakili disetiap kesempatan memberikan sambutan, memanfaatkan keluguan dan ketidak-tahuan setiap yang hadir adalah peluang memancangkan ingatan, bahwa ini adalah berkat usaha keras mereka, tapi mereka lupa, hal-hal yang berlebihan akan membuka lebar-lebar setiap jengkal kegagalan dibalik klaim keberhasilan, bagaimana bisa sebuah kemajuan pembangunan itu diukur dari besarnya nilai bantuan dari luar potensi daerah Gresik itu sendiri?.
Tulisan ini hanya sekedar catatan singkat saya ketika mendengar wakil penguasa itu memberikan sambutan sebagai yang mewakili Kepala Daerah Kabupaten Gresik disalah satu acara, jika ia bisa dengan mudah mengukur kemajuan Gresik hanya dengan besarnya bantuan dari luar potensi daerah Gresik, ijinkan saya mengukur seberapa dangkal kapasitas mantan petinggi salah satu dinas itu.








</
0 Responses to “Salah Bicara”