Sedikit saja saya mengingatnya, bisa jadi saya lupa, apa saya sudah mengingatnya dengan baik dan benar. bukan lantaran deretan angka itu mudah untuk dibuka kembali lantaran ia di arsip dengan baik, atau setidaknya dibuat menarik, sehingga membuat setiap orang yang melintas di deretan rak buku perpustakaan daerah itu melirik, meniup debu yang menumpuk diatasnya, membukanya secara cepat, dan dengan sedikit kekesalan akan mengembalikannya dengan melempar acak-acakan.
Diantara tumpukan itu, di buku hardcover yang melengkung dimana-mana itu, saya menemukan sebuah deretan kata dan angka, begini bunyi tepatnya, “Pertumbuhan ekonomi Gresik sebelum krisis ekonomi antara 1997 dan 1998 itu adalah 13%”, 13 bukanlah angka keramat ketika ia berada dalam deretan perhitungan statistik yang membuat pusing kepala, terlebih ia dikaitkan dengan sebuah parameter pertumbuhan ekonomi sebuah daerah.
Mari kita lupakan 13 persen itu, dan kita bicara setelahnya, dalam sebuah profile Gresik yang lain saya juga menemukan, bahwa pertumbuhan ekonomi kota ini hanya 3% sampai 4% saja.
Saya yang awam soal hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi langsung menilai dengan ragu-ragu, apakah berarti selama ini pertumbuhan ekonomi daerah ini tidak lebih baik dari masa krisis kemarin?, ah embuhlah.








</
Komentar Terakhir