Berapa kali kata “Gresik” disebut?, kata?, tentu saja maksud dari kata itu adalah merujuk pada sebuah kota di pesisir Jawa timur itu.
Dalam deretan roman pak Pram, tiga kali saya menemukan nama kota itu disebut dalam lembaran terdalam, pertama tentu saja dalam Jalan Raya Pos Jalan Daendels, Kedua, dalam tetralogi buru di buku keempat Rumah kaca, dan ketiga, Gresik disebut dalam lakon klasik Arok Dedes.
Itu artinya kota ini memang mempunyai peranan besar dalam sejarah. berulang kali dalam banyak literatur disebut-sebut sebagai kota Pelabuhan, kota dagang, pusat perdagangan, kota niaga dan sederet panjang sebutan lain untuk Gresik.
Gresik memang menyejarah, seorang teman bahkan menemukan dan rela mendownload peta Gresik pada awal abad 14 dari perpustakaan Belanda, untuk kepentingan pribadi, dan saya rasa ia akan rela berbagi dengan siapa saja yang peduli, tapi seperti itulah wajah kota seperti kota-kota yang lain, ia terdiri dari sedikit wajah-wajah peduli dan lebih banyak wajah-wajah tak peduli.
Sepatutnya kita tidak hanya diwariskan Gresik sebagai kota sejarah, bukankah menyelami masa lalu akan lebih bisa terasa jika kita yang generasi kekinian bisa merasakan meskipun dalam jaman yang sudah jauh berbeda?.








</
Jika ditanya apa yang melekat dalam benak saya tentang Gresik, jawabanya adalah Sunan Gresik dan Semen Gresik.
Mas Peyek kita harus bersyukur karena Gresik sekarang sudah Berhias Iman. Buktinya pas kalo kita masuk gerbang kota ini dari arah Sby..khan ada tertulis demikian…!!
bahagia dan senang bisa hinggap di grissee… lebih dari separuh usia… ^_^
Gresik… tempatku lair,liar kan remajaku.
Meski udah 4 thn g lagi tinggal disana. Be The Best Gresik. Tambah apik.. salam gawe warkop sak nggersik + arek2 tjerme kidoel.
Miss You’re Black Coffee..
gresik ku sayang – gresik ku malang…..
hidup di bawah bayang-bayang kebesaran masa lalu….
maunya peduli tp gmn caranya?